
" Apa perlu saya ikut membantu untuk mencari pelaku itu?" tanya Paman Sammy.
" Tidak perlu, Paman. Lagian saya sudah menemukan jejaknya, hanya saja tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menghabisinya. Karena orang seperti dia tidak akan bisa dikasihani." ancam Shane dengan memainkan alisnya dan menatap tajam mata Paman Sammy.
Paman Sammy pun melirik Sofie. Semua terdiam mendengarkan ancaman pria dingin itu.
" Apakah kamu mengenal nya?" tanya Paman Sammy penasaran.
" Ya, saya sangat jelas mengenalnya. Kenapa Paman? apa Paman tahu siapa kira - kira pelaku itu?"
" Hhmm..tidak. Paman tidak tahu."
" Menurut Paman, hukuman apa yang pantas untuknya?"
" Kenapa kamu menanyakan itu pada saya?"
" Saya kan hanya minta pendapat Paman. Ya, itu pun kalau Paman mau memberikan pendapat Paman, kalau tidak, ya ga masalah !"
" Hhmm..baiklah Shane, kalau begitu kami permisi dulu."
" Lho, kenapa buru - buru, Paman? kalian baru aja datang !" tanya Sofie.
" Paman mu banyak pekerjaan, jadi kami harus pulang." sahut Bibi Mary.
" Oh begitu, baiklah. Jesi - Jason, rajin belajar ya sayang !"
" Ia, Tante. Kami akan selalu merindukan mu !"
" Paman, jika ada waktu mu, kita bisa minum wine bersama. Ya, sedikit aja, tidak sampai memabukkan. Gimana?"
" Ya, atur aja kapan waktu yang tepat untuk minum bersama." sahut Paman Sammy.
Shane membisikan pada Paman Sammy " Jangan terlalu tegang, kita akan mulai permainan ini !"
" Maksud mu, apa?"
" Besok kita akan bertemu di markas. Saya mau kita bicara empat mata. Saya mau kejujuran dari Paman !"
" Kejujuran apa?"
" Jangan pura - pura ga tahu."
Shane pun tersenyum tipis melihat sikap pria paru baya itu. Shane semakin yakin bahwa dia lah salah satu penghianat dalam dirinya.
Mereka pun pergi. Sofie masih bingung arah pembicaraan Shane.
" Kenapa sikap mu seperti itu pada Paman Sammy?"
" Ada satu rahasia yang saya sudah ketahui tentang Paman mu itu. Perbuatan yang sangat keji, tidak manusiawi."
" Rahasia apa itu?"
" Sabar Sofie, nanti kamu juga akan tahu. Tunggulah, permainan akan segera dimulai !"
" Shane, jangan buat saya semakin penasaran. "
" Penasaran mu akan hilang, jika kamu melayani saya malam ini !" ucap Shane sambil tersenyum pada istrinya itu.
Sofie menatap tajam suaminya itu, lalu ia mencibirkan bibirnya. Shane pun tertawa lepas.
Pagi itu, Shane ingin berenang. Sudah lama juga ia tak melakukan olah raga itu.
__ADS_1
Setelah menanyakan kabar Kris, Shane pun melakukan olah raga favoritenya itu.
Dari dalam kolam, Shane memanggil Bibi Janet.
" Bi, tolong panggilin Sofie !"
" Tuan, nak Sofie lagi di atas."
" Ngapain?"
" Biasalah Tuan, hobbi barunya."
" Nonton Drakor ?"
Bibi Janet menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lucu pada Tuan nya itu.
****
Mobil yang dikemudikan Paman Sammy, mendadak mogok di tengah jalan. Emosi Paman Sammy pun semakin memuncak.
Jalanan yang sepi, tidak ada satu pun kendaraan yang berlalu lalang. Paman Sammy pun kewalahan mau mencari bantuan dari mana.
" Sialan...ini semua karena Shane !" umpat Paman Sammy sambil menendang ban mobil paling depan.
" Kamu itu bodoh, masa di depan laki - laki bau kencur itu kamu merasa ciut." ledek Bibi Mary
" Saya bukannya ciut, tapi ?"
" Tapi apa? kamu mau bilang kalau Shane itu punya susuk? hingga kamu diam tidak berkutik?Ahh...dasar !"
" Kamu kenapa sih? kenapa jadi bela dia?"
" Saya bukan membela Shane, tapi nyatanya emang benarkan? kamu ga bisa ngomong di depannya ? bahkan untuk bercanda aja kamu ga mampu."
Bibi Mary pun terdiam. Paman Sammy pun mencoba memperbaiki mobil itu.
Sudah ada 1 jam, Paman Sammy memperbaiki mobil itu. Tapi tidak membuahkan hasil. Mesin mobil itu tidak bisa hidup sama sekali.
" Punya mobil mewah tapi tidak bisa memperbaikinya, gimana sih?"
" Kamu bisa diam ga sih? bukannya ikut membantu, malah ribut."
" Gimana saya mau bisa diam, hari mulai panas, bosan !"
" Kalau bosan, carilah kendaraan lain."
Lagi - lagi Bibi Mary terdiam.
" Pa, kenapa mobilnya?" tanya Jason anak sulungnya.
"Mogok. Kamu masuklah, hari mulai panas."
" Pa, apa Papa perlu bantuan?"
" Hei anak kecil, masuklah. Papa tidak perlu bantuan mu !"
" Baiklah !"
Paman Sammy terus mencobanya dan akhirnya mesin mobil itu pun hidup. Mereka pun meninggalkan tempat itu.
****
__ADS_1
Shane pun selesai berenang. Hari ini ia akan pergi ke rumah Kris. Kabar yang ia dapat, Kris sudah mulai bisa berbicara dan sudah semakin jelas kata demi kata.
Sofie yang hari ini tidak ada jadwal mengajar, ia pun bisa leluasa untuk menonton Drakor kesayangannya.
" Kamu mau pergi kemana?" tanya Sofie tanpa melihat suaminya itu.
" Keluar sebentar."
" Oh..!"
" Baik - baiklah dirumah."
" Ya, kamu juga hati - hati dijalan. Oh ya, Drakor kali ini ceritanya bagus, kisah percintaannya sangat romantis sekali. Uhh...saya suka sekali !"
Shane hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Apa perlu saya ikut nonton juga?"
" Ya, sekali - sekali perlu juga. Supaya kamu tahu cara membuat pasangan kamu itu romantis."
" Romantis? emang saya kurang romantis ya?"
" Ya, begitulah. Kamu itu seperti patung manekin."
" Patung manekin? kamu menyamakan saya dengan patung manekin?"
" Ya, karena kalian beda tipis, tipis aja kok."
" Sofie, kamu itu kadang keterlaluan bercandanya."
Sofie tersenyum pada suaminya itu.
" Dibawa santai aja, sayang!"
" Sayang?"
" Ia, sayang. Kamu budek ya?"
" Hahaha, ya uda saya pergi dulu."
" Shane..!"
" Ya.."
" Kiss jidat dong !"
" Ga ah, kamu belum mandi. Itu cream jerawat kamu masih nempel."
" Hahaha..maaf ya !" Sofie pun tersenyum malu.
Shane langsung pergi. Dan Sofie masih setia dengan Drakor kesayangannya. Baru sekarang Sofie itu bisa menikmati drama romantis dari negara Korea Selatan itu.
Selama tinggal dirumah Bibinya, jangankan menonton, untuk makan aja ia pun sangat kesusahan.
Shane tidak pernah melarang jika Sofie menghabiskan waktunya untuk menonton. Shane lebih senang jika Sofie itu ada dirumah. Sesekali jika Sofie bosan, ia akan bernyanyi sambil memainkan alat musik kesayangannya.
Sofie tidak lagi mengajar les musik, karena Shane tidak memberikan ijin. Karena menurut Shane, mengajar les itu hanya menghabiskan waktunya. Dan Sofie pun akan terlambat untuk pulang. Tidak ada waktu istirahat untuk wanita cantik itu.
Uang bulanan yang diberikan Shane pun lebih dari cukup. Maka dari itu Sofie sangat dilarang untuk mengajar les lagi.
Sofie hanya minta, ia masih diberikan ijin untuk mengajar di sekolah internasional itu. Dengan berat hati, Shane pun mengabulkan permintaan istrinya itu.
__ADS_1
Karena bagi Sofie mengajar adalah cita - citanya dari dulu, ia ingin memberikan yang terbaik untuk anak didiknya. Ia ingin menjadikan anak - anak itu menjadi anak - anak generasi penerus bangsa yang berguna dan terlebih dalam bidang musik . Tidak semua orang bisa memainkan musik tapi semua orang pasti bisa menyukai musik.