" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 45" Difitnah Membunuh "


__ADS_3

Akhirnya Shane pun pergi menemui Sofie. Ia tak mau membuat istri bawelnya itu terlalu lama menunggunya. Bibi Janet berpesan agar hati - hati di jalan.


Kejadian yang menimpa Sofie akhirnya diketahui sampai ke sekolah dimana Sofie mengajar. Sarah sangat sedih dengan kejadian yang menimpa guru kesayangannya itu. Sarah langsung memberitahukan pada kedua orang tuanya, begitu juga kepada Paman Dion.


Mendengar kabar sedih itu kedua orang tua Sarah turut prihatin, dan mereka mengumpat pelaku penembakan itu.


Dion menjadi geram. Ia tahu pasti ini karena ulah Shane. Shane mafia yang sangat ditakuti, pastilah mempunyai banyak musuh. Dion pun berprasangka buruk, barangkali ini rencana busuk Shane.


Dion meninggalkan kantor. Padahal 10 menit lagi akan ada meeting dengan klien. Ia lebih mementingkan Sofie dari pada meeting dengan kliennya, padahal meeting kali ini sangatlah penting.


Shane tiba di Rumah Sakit. Dengan langkah yang berat akhirnya ia pun memasuki ruangan dimana Sofie terbaring . Shane melihat istrinya itu tertidur lelap sekali. Ia tak mau membangunkannya. Shane duduk di sebelah kanannya. Air mata nya kembali mengalir mengingat kejadian yang menimpa istrinya itu.


Ia selalu menatap wajah teduh nan cantik itu. Begitu banyak masalah dan rintangan yang telah dihadapi Sofie, apalagi kehilangan calon anaknya.


Ponsel milik Shane berdering..


Ddrttt...ddrrt...drrttt..


Ada pesan masuk. Shane langsung melihat ponselnya. Ia membuka kata sandi pada ponsel itu.


Pesan dari Paman Sammy. Shane membacanya..


..." Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa Sofie. Kamu tetap sabar ya...!"...


Shane tidak membalas pesan tersebut. Ia mengabaikannya. Kali ini Shane tidak semangat menerima telpon ataupun membalas pesan yang masuk. Shane benar - benar galau.


Diperjalanan, Dion sudah tidak tenang. Ia sangat khawatir tentang keadaan Sofie. Biar bagaimana pun Dion masih tetap sayang walaupun ia tak bisa sepenuhnya memiliki Sofie.


Tibalah ia dirumah sakit. Ia langsung memarkirkan mobilnya. Ponselnya pun berdering, Dion melihat dan ternyata dari sekretarisnya, Mila.


" Ada apa, Mil?"


" Bapak lagi dimana? sebentar lagi kita akan ada meeting dengan klien lho...!"


" Kamu batalin aja meeting hari ini, saya lagi sibuk."


" Aduh Pak, dibatalin gimana? ini klien kita dari luar kota lho..?"


" Mau dari luar negeri sekali pun , saya ga perduli. Kamu batalin aja, bilang saya lagi ada urusan yang sangat penting."


" Pak, tapi ga bisa gitu dong, ini meeting sangat penting sekali, Pak. Ini menyangkut proyek kita yang di Surabaya lho, Pak."


" Ia, saya tahu. Tapi kamu batalin aja. Nanti kalau uda selesai urusan saya, ntar kita bahas ulang lagi dikantor."


" Astaga, Pak..! Bapak gimana sih? ini proyek besar lho...!"


" Kamu turuti aja yang saya bilang atau kamu mau saya pecat? hahh...!!"

__ADS_1


" Okelah, Pak."


Mila, sekretarisnya itu pun langsung mematikan ponselnya.


" Ahh..buat kesal aja....!" Gerutu Dion.


Dion terus berjalan hingga ia tiba di ruang informasi. Ia langsung menanyakan dimana kamar Sofie. Petugas informasi itu langsung memberitahukan dimana ruangan Sofie.


Dion terus berjalan hingga ia menemukan ruang dimana Sofie dirawat. Ia langsung membuka pintu ruangan itu tanpa harus permisi.


Betapa terkejutnya ia, ketika ia melihat Shane ada disana. Dion pun menjadi geram dan ia langsung menarik bajunya, dan...


Pukkkk...pakkkk..pukkk..pakkkkk..


Dion memukuli Shane. Sontak saja Shane terjatuh dari tempat duduknya.


" Ini semua gara - gara kamu, kamu yang uda buat Sofie celaka...!" Bentak Dion pada Shane.


Shane pun berdiri, ia merapikan bajunya.


" Kamu apa - apa'an sih? datang - datang main pukul segala. Maksud kamu apa main pukul?"


" Kamu lihat kan? lihattt.....! Sofie celaka karena siapa? karena kamu kan? kamu itu sadar ga sih kerjaan kamu itu apa sebenarnya? karena kamu Sofie harus terbaring disini. "


" Kamu kenapa nyalahin saya?"


" Kamu keterlaluan Dion menuduh tanpa bukti. "


" Menuduh tanpa bukti? ini buktinya? mau perlu bukti apa lagi? karena kelakuan kamu, Sofie jadi seperti ini. Untung aja dia masih hidup, kalau ga? kamu yang tanggung jawab."


" Saya juga ga mau Sofie kayak gini."


" Ga mau? kalau ga mau berubahlah jadi pria yang lebih baik. Jangan kayak gini, beraninya main belakang."


" Maksud kamu apa sih?"


" Kamu itu pembunuh Shane. Kamu itu pembunuh Sofie...!"


" Apa? saya pembunuh?"


Shane pun langsung panas, ia kecewa dan ia tak terima dikatakan Dion pembunuh istrinya sendiri.


Shane menarik kera baju milik Dion. Ia mengancam Dion.


" Jaga ucapan kamu ya..! kamu jangan main - main dengan saya. Saya ga segan - segan ngancurin hidup kamu. Kamu pikir dengan kamu yang seperti ini uda hebat? kamu mau jadi pahlawan buat Sofie ?"


" Lepaskan tangan najis mu. Jangan pernah sentuh saya. Dari awal saya melihat kamu, saya uda tahu kamu itu penjahat, sayang sekali Sofie harus menikah dengan pria seperti kamu."

__ADS_1


" Sekarang kamu keluar...!"


" Saya ga akan keluar, sampai Sofie bisa melihat saya. Saya mau menjaga Sofie."


" Kamu ga ada hak disini, Sofie itu istri saya."


" Istri? karena keadaan Sofie sekarang seperti ini, baru kamu bilang istri? selama ini apa kamu anggap dia?"


" Saya ga mau ribut dengan kamu, ini Rumah Sakit."


" Ahhh...bulsyit dengan alasan mu, semua orang tahu kamu itu pembunuh, jadi ga usah membela diri, nantinya juga akan ketahuan kok siapa yang uda mencoba membunuh Sofie."


" Uda cukup? Uda cukup kamu memfitnah saya?"


" Saya ngomong dengan fakta, Shane. Sofie itu ga pernah punya musuh, kenapa setelah nikah dengan kamu, Sofie jadi kayak gini, banyak masalah. Kamu sadar ga sih? kamu itu uda menghancurkan kehidupannya."


" Jadi mau kamu apa?"


" Serahkan diri mu pada pihak Kepolisian, kamu ngaku aja, ini semua karena kelakuan mu."


" Oh gitu? sebejat - bejatnya saya, saya ga akan pernah menyakiti hati istri saya, saya masih tahu batasan saya."


" Oh ya? jadi kenapa Sofie bisa seperti ini? itu artinya kamu dan orang - orang kamu lah yang membuat Sofie seperti ini. Sadar ga sih kamu? "


Shane dan Dion semakin ricuh, Sofie pun terbangun dari tidurnya. Mungkin saja obat penenang yang diberikan Perawat itu sudah habis reaksinya.


" Suster....!


Shane dan Dion langsung menghampiri Sofie.


" Sofie, kamu uda bangun?" Tanya Shane


Sofie melihat kedua pria yang ada disampingnya itu.


" Kandungan saya...kandungan saya dimana? hiks..hiks...hiks...hiks..!


" Sofie, kamu tenang ya..semuanya akan baik - baik saja."


" Baik - baik gimana? kandungan saya ga bisa diselamatkan, Shane...!"


Shane terdiam. Dion pun melangkah mendekati Sofie. Ia mencoba menenangkan Sofie.


" Sofie, gimana sekarang keadaan kamu?"


" Dion...?" Sofie pun menangis.


" Ya, saya ada disini. Kamu jangan takut ya...! semuanya akan baik - baik aja. Kamu tenang , kamu sabar ya...!"

__ADS_1


Sofie kembali menangis.


__ADS_2