
Sudah 2 hari ini Sofie masih di rawat di rumah sakit. Awalnya Sofie tak ingin memberitahukannya kepada Bibi Janet.
Begitu juga dengan Bibi Janet, perasaannya pun tak enak karena Sofie sudah 2 hari juga tak pernah lagi memberikan kabar padanya.
Sofie pun memberitahukan bahwasannya ia masuk rumah sakit dan Bibi Janet pun sangat terkejut.
Sofie dan Bibi Janet sama - sama kurang sehat, dan akhirnya Bibi Janet memberitahukan pada Shane, bawa Sofie masuk rumah sakit.
Shane pun terkejut mendengar bahwa wanita bawel itu dirawat di rumah sakit.
Benci , tapi ketika mendengar sofie sakit ia pun selalu kepikiran. Diam - diam Shane pergi ke rumah sakit untuk melihatnya.
Benar saja wanita yang suka ribut dengannya itu benar dirawat dirumah sakit itu. Ia pun langsung menanyakan pada pegawai informasi tentang Sofia Agatha.
Petugas informasi itu pun memberitahukan nomor ruang inap Sofie. Tanpa menunggu panjang, Shane pun langsung menemuinya.
Shane mencoba mengetuk pintu kamar itu. Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Shane langsung saja masuk kedalam.
Shane pun melihat Sofie terbaring lemah, wajah cantiknya masih terlihat pucat. Ia tertidur sangat lelap sekali.
Shane mendekatinya. Menatap wajah cantik dan teduh itu. Ada perasaan sedih pada diri Shane melihat wanita yang ia benci terbaring lemah tak berdaya.
Shane duduk di kursi sebelah kanan Sofie. Ia masih diam. Ia tak mau membangunkannya.
Tak berapa lama, Dion pun datang ke kamar itu. Dion membawakan bunga dan beberapa buah tangan untuk Sofie.
" Kreeekkk..."
Pintu kamar itu pun terbuka..
Dion kaget melihat sosok pria yang ada disamping Sofie.
" Kamu siapa? " Tanya Dion
Shane pun terkejut dan ia langsung menoleh kearah suara Dion.
" Kamu siapa?" Shane balik bertanya
" Saya Dion. Kamu sendiri?"
" Shane." Jawab Shane datar
" Pacarnya Sofie?" Tanya Dion sambil meletakkan buah tangan yang ia bawa.
Shane menggelengkan kepalanya.
" Kamu sendiri siapa? kenapa bisa kenal dengan Sofie?" Tanya Shane
" Saya yang membawa Sofie kerumah sakit. Sofie guru les keponakan saya sekaligus guru di sekolahnya juga."
" Oh begitu. Kata Dokter Sofie sakit apa?"
__ADS_1
" Mungkin besok Sofie akan di operasi, karena ia mengalami apendisitis." Kata Dion
" Apa? apendisitis? jam berapa besok operasinya?" Tanya Shane dengan kagetnya.
" Kalau kata Dokter mungkin jam 8 pagi."
" Oh begitu. Oh ya masalah biaya, biar saya aja yang nanggung. " Kata Shane.
" Ga usah. Biar saya saja. Saya uda bilang ke Dokter, saya yang akan tanggung."
" Ga papa, biar saya aja. Saya kenal betul dengan Sofie. Ijinkan saya yang membayarnya semua."
" Ga usah biar saya aja, karena saya yang membawa Sofie kerumah sakit."
Ya, begitulah dua pria tampan itu saling berdebat masalah biaya rumah sakit Sofie.
Dan akhirnya Sofie pun terbangun dari tidurnya. Sofie melihat Shane dan Dion berada di dalam kamarnya.
Sofie sangat terkejut melihat mereka berdua.
" Shane, Dion...'' Panggil Sofie perlahan .
Dua pria tampan itu langsung mendekati Sofie...
" Sofieeee......!! " Sahut Shane dan Dion.
Shane berada disebelah kiri Sofie, dan Dion berada disebelah kanan Sofie. Dion memberanikan dirinya memegang tangan Sofie. Shane melihat tangan Dion memegang tangannya Sofie.
" Ga masalah kawan. Saya ga terlalu kuat kok memegang tangan Sofie. Dan kamu juga jangan terlalu dekat disamping Sofie, nanti selang infusnya kena dan terputus."
" Emang selang infus bisa terputus?" Tanya Shane geramnya
" Ia bisa, makanya kamu jangan terlalu dekat. Agak menjauh sedikit dari sisi Sofie."
Shane mulai marah dan tak suka melihat sikap Dion. Tapi ia dapat menahan amarahnya.
Didepan Sofie, ia di atur - atur. Seperti hilang harga dirinya.
" Shane, kamu tahu dari mana saya disini?" Tanya Sofie.
" Bibi Janet. Bibi yang memberitahukan kamu ada disini. kamu ga papa kan?"
" Sofie, kata Dokter kamu jangan terlalu banyak pikiran dan terlalu banyak bicara dulu pada orang lain. Kamu harus banyak istirahat. " Titah Dion sambil melirik Shane.
Sofie tersenyum. " Ga papa kok..." Sahut Sofie
Shane hanya bisa diam. Sebenarnya ia sudah gerah melihat Dion karena selalu saja memotong pembicaraannya.
" Sofie, kamu uda minum obat belum? Tanya Dion.
" Belum. Belum ada diantar perawatnya. Mungkin bentar lagi." Jawab Sofie.
__ADS_1
" Oh ya biar saya panggil aja perawatnya, biar kamu minum obat dan langsung istirahat."
Dion merasa cemburu karena Shane ada di kamar itu. Begitu juga Shane, ia pun merasa cemburu juga pada Dion, karena ia dekat dengan Sofie dan perhatian padanya.
Dion pergi keluar memanggil perawat.
" Sofie, teman kamu itu sama kek kamu bawelnya."
Sofie tersenyum
" Ga boleh gitu. Oh ya Bibi gimana kabarnya?"
" Sehat. Besok kamu operasi ya?"
" Ia, doakan ya semoga berjalan dengan baik."
" Ya...!"
Dion pun kembali ke ruangan itu bersama seorang Perawat. Perawat itu menyuruh mereka untuk segera keluar, karena jam besuk sudah habis.
Dion menyuruh Shane untuk keluar, begitu juga Shane pun tak hanya ia yang keluar, ia pun meminta pada Dion keluar juga dari ruangan itu.
Sofie hanya bisa menghela nafas melihat tingkah mereka. Dion dan Shane tak menyadari jika mereka telah memperebutkan seorang Agnes.
Sofie ingin sekali memberitahukan pada mereka, tapi mungkin belum waktunya.
Sofie hanya berharap semuanya akan baik - baik saja.
Dion sama sekali tidak suka jika Shane datang lagi ke kamar itu. Begitu juga Shane, ia pun tak suka jika Dion lebih perhatian pada Sofie.
" Saya minta sama kamu, jangan sering - sering ngunjungin Sofie. Oh ya, besok operasinya, biar saya aja yang nemaninya. " Kata Dion
" Emang kalau saya juga nemani dia, kenapa? kamu keberatan ?" Tanya Shane
" Ia saya keberatan, karena nanti dapat mengganggu operasinya."
Shane mulai panik dan kesal pada Dion.
" Kamu jangan macam - macam sama saya, saya bisa aja ngehancuri hidup kamu. Kamu tahu, saya ga suka di atur - atur sama orang yang ga jelas dan sombong kek kamu." Kata Shane dengan lantangnya.
" Kamu ngancam saya?"
" Eh...saya ga ada masalah sama kamu. Jadi kamu jangan menghalangi saya untuk ketemu Sofie. Saya lebih dulu mengenal dia dari pada kamu."
" Singkirkan tangan mu..!"
" Kali ini saya maafin kamu, lain kali kalau kamu terlalu ikut campur urusan saya, saya ga segan - segan menghabisi kamu. Paham?"
Shane pun pergi meninggalkan Dion. Dion terdiam dan semakin penasaran dengan Shane.
..." Beraninya dia ngancam seorang Dion, dia belum tahu siapa Dion Lewick. Tapi kenapa juga, saya jadi cemburu melihat dia. Lagian Sofie bukan siapa - siapa saya, kenapa jadi saya kepikiran sama mereka?"...
__ADS_1
...Ucap Dion...