
Sepulang dari makan siang, Shane dan Sofie tidak langsung pulang kerumah. Mereka ingin melihat perusahaan yang didirikan mendiang Papanya. Shane meminta pada Sofie agar ia mau menemaninya.
Dengan senang hati, Sofie pun mau menemani suaminya itu. Shane ingin sekali mengambil alih perusahaan itu kembali.
Shane tidak mau jika perusahaan itu hancur di tangan orang yang salah. Sofie sangat mendukung sekali rencana baik suaminya itu.
Sofie berjanji akan membantu suaminya sampai perusahaan itu jatuh ke tangan Shane. Shane mendapatkan kabar, kalau perusahaan itu mulai goyah, karena terlilit hutang yang banyak.
Tibalah mereka di perusahaan tersebut. Perusahaan SG yang bergerak di bidang listrik dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Setelah mendengar penjelasan dari Shane mengenai perusahaan itu, Sofie berdecak kagum akan kegigihan mertuanya.
Bahkan mereka juga mempunyai perusahaan di bidang textile yang berada di Kuala Lumpur. Tidak itu saja, usaha di bidang kuliner, butik dan properti yang dikelola oleh Mamanya, juga sukses di negara - negara maju. Karena kerja keras kedua orang tuanya, perusahaan mereka dulunya sangatlah maju pesat.
Tapi karena teman bisnis dan ternyata musuh dalam selimut juga, itulah yang menyebabkan kedua orang tua Shane harus meninggalkannya seorang diri. Dan jadilah Shane anak yatim piatu.
Shane harus kehilangan kedua orang tuanya, begitu juga perusahaan dan semua aset milik orang tuanya. Tapi Shane tidak diam saja, ia akan mengambil semua apa yang pernah jadi milik orang tuanya.
Setelah melihat perusahaan itu, Shane dan Sofie pun kembali pulang kerumah.
Shane merasa sedih. Sofie pun mencoba menghiburnya. Ia mencoba bermain tiktok sambil bernyanyi. Awalnya Shane biasa aja melihat istrinya itu, karena ia masih sedih harus kehilangan orang tuanya.
Sofie pun mencobanya kembali, ia memainkannya lagi. Dan kali ini Shane pun tertawa lepas melihat tingkah istrinya itu.
Sofie berhasil membuat Shane tertawa lagi. Hingga Shane tak bisa menahan tawanya itu.
" Kamu itu ada - ada aja ya !"
" Gimana, kamu suka ga ?"
" Kamu itu lucu, tau !"
" Habisnya, kamu sedih terus."
" Ia, saya ga sedih lagi. Tapi kamu tahu dari mana cara bermain tiktok itu?"
" Ini lho..! Sofie menunjukkan cara bermainnya.
Shane terus saja tertawa, hingga membuat Sofie jadi malu.
" Kamu ngejek ya !"
" Ga, saya ga ngejek kamu, tapi kamu itu lucu banget, sumpah !"
" Kamu mau ga dengar saya nyanyi !"
" Boleh, silahkan !"
Disepanjang jalan, Sofie pun bernyanyi. Suara istrinya itu emang paling merdu. Segala jenis lagu, Sofie bisa menyanyikannya.
" Shane, itu ada jual bakso, kita mampir yuk !" ajak Sofie.
" Makan bakso? makannya disana?"
__ADS_1
" Ya ialah, makannya disana, ga mungkin kan kita makannya ke Paris. Ayo dong..!"
" Sofie bukannya saya ga mau. Kita baru aja makan, perut kamu perut karet ya?" ledek Shane.
" Enak aja bilang perut karet. Uda laper nih !" sambil memegangi perutnya.
" Tapi ?"
" Tapi apa?"
" Ya uda, saya temani kamu makan ya !"
" Kamu ga mau makan?"
" Hhmm..ga, saya kurang suka sayang, maaf ya !"
" Ya uda deh, ga jadi. Saya ga mau makan, kalau kamu itu ga ikutan makan. Ga adil dong !"
" Ya uda kamu makan aja, saya temani."
" Ga ah, saya ga mau."
" Oh ya, kamu uda pernah belum makan permen gulali?" tanya Shane
" Permen gulali? apa itu?"
" Masa kamu ga tahu permen gulali sih ! permennya enak. Di taman dekat simpang sana, biasanya banyak tu yang jual permen gulali. Kamu mau coba ga?"
" Saya maunya bakso !"
" Ah kamu payah. Ya uda deh, kita cari itu permen."
" Saya ga mau jalan, kalau kamu itu ngambek."
" Ia..ia..ia..!"
Shane dan Sofie pun pergi ke taman yang dimaksudkan Shane. Dan disana banyak para penjual permen gulali.
Shane langsung membeli permen - permen itu dalam bentuk yang lucu - lucu. Sofie yang awalnya cemberut, tiba melihat bentuk permen itu, ia pun berhasil tertawa.
"Ayo cobain, pasti enak !" titah Shane
Sofie pun mencobanya. Dan benar saja Sofie menjadi ketagihan akan permen - permen itu.
" Uda cukup Sofie, jangan terlalu banyak, nanti kamu semakin manis !" puji Shane sambil merapikan rambutnya yang panjang tergerai itu.
Sofie hanya bisa tersenyum. Sesekali ia memberikan permen miliknya pada Shane. Mereka saling bertukar rasa permen.
Tiba - tiba saja ponsel milik Shane berdering. Tenyata dari istri Kris. Shane pun menerima telpon tersebut. Ia meminta ijin pada Sofie, agar ia menerima telpon tersebut. Dan Sofie memberikan ijin padanya.
Sofie penasaran, siapa orang yang sedang berbicara pada suaminya. Sepertinya begitu sangat penting, hingga membuat Shane harus menjauh darinya.
Istri Kris memberitahukan niat baiknya pada Shane. Tapi Shane menolaknya. Ia belum mau kalau Sofie akan mengetahui semua rencananya.
__ADS_1
Shane meminta maaf pada Istri Kris, karena sudah menolak tawaran makan malam dirumahnya.
" Masalah makan malam, lain kali saja. Mungkin hanya saya yang bisa. Sofie tidak boleh mengetahui hal ini. Ini menjadi rahasia kita semua. Jaga Kris baik - baik, dan terapinya jangan pernah lupa."
" Ya, Tuan. Saya janji."
" Baguslah !"
Shane mematikan ponselnya. Ia pun kembali menghampiri Sofie.
" Telpon dari siapa? sepertinya sangat penting sekali."
" Hhmm...teman, teman bisnis. Oh ya, kamu mau nambah permennya? "
" Ga, sudah cukup. Terlalu manis buat saya."
" Trus kita mau kemana lagi? apakah kita pulang aja?"
" Ya, kita pulang aja. Lagian cuaca uda mulai mendung."
" Hhmm..saya tahu, kamu minta pulang karena ada sesuatu kan?"
" Sesuatu apa? "
" Kata Bibi Janet, diam - diam kamu itu uda mulai suka nonton Drakor ya ? bener ga? katanya lagi sampe nangis, bener ga sih?"
" Hahahaha....emberr...!"
" Dasar wanita, ayo buruan masuk."
Mereka berdua pun meninggalkan taman tersebut dan kembali pulang kerumah.
****
Keadaan rumah Bibi Mary
" Sayang, apa kamu mau menolak ajakan Shane ? maksud saya, ya ikuti aja apa kemauan Shane itu. Kalau dia bilang party, kamu ikut aja, biar ga ada kecurigaan diantara kalian."
" Saya takut masuk ke dalam jebakannya."
" Seorang Sammy Norado masa bisa masuk dalam perangkap Shane Denaro, anak bau kencur itu?"
" Kamu pernah mikir ga sih, Shane itu pintar. Dia itu licik."
" Ohh begitu. Sayang, kamu tahu ga, apa yang dikatakan anak - anak itu benar adanya, nilai ulangan mereka jelek. Bukannya saya ga bisa mengajari mereka, tapi saya sibuk dengan geng sosialita saya. Saya ga mau, saya di kucilkan di geng sosialita saya."
" Cari tempat les yang termahal di kota ini, biar anak - anak itu pintar !"
" Tempat les mahal, pasti modal besar. Uangnya ?"
" Nanti saya transfer !"
" Sayang, sekalian dong beliin berlian yang lagi ngetrend sekarang, saya kan malu berliannya itu - itu aja, masa suaminya pengusaha sukses, istrinya ga punya barang bagus."
__ADS_1
" Ya uda, nanti kamu beli, itu aja ribet."