" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 42 " Tertembak "


__ADS_3

" Tolong jaga wanita itu, jangan biarkan dia lepas, saya mau istirahat sebentar." Titah sang Paman.


" Bos, mau kita apakan dia?" Tanya salah satu bawahannya.


" Saya akan buat dia seperti kedua orang tuanya. Mati dan terkubur di pulau ini." Jawab Pamannya dengan nada pelan.


Semua terdiam. Terlebih Kris, ia tak menyangka Pamannya tega melakukan perbuatan itu pada keponakannya sendiri.


Kris menangis. Ia sangat menyesali perbuatannya. Paman Sammy melihatnya.


" Kenapa kamu menangis?"


" Bos, Sofie kan keponakan Bos kenapa Bos melakukan ini padanya?"


" Dia adalah orang yang akan menghalangi semua rencana saya. Saya tidak mau semua rencana saya gagal dan berantakan karena dia."


" Tapi kan tidak harus membunuh dia, Bos?"


" Itulah jalan terbaik untuknya. Saya ingin membahagiakan anak dan istri saya."


" Bos, tapi saya minta maaf. Tolong jangan sakiti Sofie, Bos."


" Kamu mau membela dia? kamu tahu akibatnya jika ada orang yang ikut campur dalam urusan saya?"


" Saya bukan mau membelanya, Bos. Tapi Sofie sedang hamil, Bos. Apakah Bos tega membunuh dia dan calon bayinya?"


" Hahaha...saya ga perduli. Itulah yang saya inginkan dari Sofie. Dia mati bersama anaknya. "


" Jangan lakukan itu, Bos. Saya mohon, lepaskanlah dia."


" Hahaha, tidak akan saya melepaskan dia, dia harus mati ditangan saya. Sofie tidak boleh hidup bahagia."


" Saya menyesal karena telah menculik Sofie, Bos." Ucap Kris.


" Menyesal? kamu menyesal uda kerja sama dengan saya?"


" Ya. Saya sangat menyesal. Sofie itu orang baik."


" Ohh begitu. Apakah kamu juga mau mati seperti Sofie?"


" Saya rela mati Bos dari pada saya harus selalu dihantui perbuatan jahat ini."


" Ambilkan pistol saya, saya ga mau ada pengkhianat di sini." Titahnya pada seorang bawahannya.


Bawahannya itu pun langsung memberikan sebuah pistol terbaru miliknya.


" Apa yang akan Bos lakukan?" Tanya Kris


Paman Sammy mendekatkan dirinya.


" Kamu tahukan Kris, selama ikut dengan saya jangan pernah ikut campur urusan saya. Saya tidak mau ada penghianat di hidup saya. Oleh karena itu, saya mau kamu mengerti dan maafkan saya jika saya akan menyakiti hati mu."


Paman Sammy mendekatkan ujung pistol itu ke tubuh Kris.


" Jangan lakukan itu, Bos. Saya minta maaf." Mohon Kris.

__ADS_1


" Terlambat Kris."


Dorrrr.......sebuah peluru melesat ke dada sebelah kirinya. Dan Kris terkapar tak berdaya.


Shane mendengarkan suara tembakan itu. Ia mencari - cari dari arah mana suara tembakan itu.


Shane terus berjalan. Dan akhirnya ia menemukan tempat dimana Sofie di sandera. Disana ada beberapa orang yang menjaga Sofie dengan memakai topeng.


Shane tidak mengenali mereka. Shane mencari cara bagaimana ia bisa masuk kesana dan melepaskan Sofie.


Shane sangat sedih melihat keadaan Sofie. Sofie lemas tak berdaya. Shane belum tahu kalau istrinya itu sedang hamil.


Dan Shane pun terbelalak, ketika melihat Kris. Kris adalah tangan kanannya sendiri. Orang yang selama ini menjadi kepercayaan Shane.


" Kris? Itu kan Kris? apa yang dia lakukan di tempat ini?" Tanya Shane penasaran.


Shane perlahan - lahan mencoba memasuki tempat itu. Dan dengan memberanikan diri, ia pun menyerang orang - orang yang ada disekitar itu.


Shane menyerang mereka. Pukulan demi pukulan ia lakukan demi menyelematkan istrinya itu. Tak ada rasa takut dalam dirinya sekalipun mereka memegang senjata.


Sofie pun menangis ketika ia melihat Shane datang untuk menyelamatkan dirinya.


Shane terus saja memukuli orang - orang itu sampai semuanya terkapar lemas dan tak berdaya.


Shane membuka topeng mereka satu persatu. Betapa terkejutnya ia melihat, ternyata mereka semua adalah bawahannya Shane.


" Apa yang kalian lakukan disini? Hah...!!" Bentak Shane dengan nada suara yang tinggi.


Shane melihat Kris sudah terkapar. Tubuhnya penuh dengan lumaran darah segar.


" Kris, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Shane dengan nada suara pelan.


Kris tak sanggup lagi untuk berbicara. Sementara Paman Sammy sembunyi di balik semak - semak belukar itu.


Shane langsung berlari menyelamatkan Sofie. Ia membuka tali pengikatnya dan plester mulutnya.


Shane langsung memeluk istrinya itu.


Pelukan yang begitu erat, seperti ada rasa penyesalan, mengapa ia tak bisa menjaga istrinya itu.


" Shanee....!" Sofie menangis.


" Kamu baik - baik aja kan?"


" Saya takut, mereka menyakiti saya lagi." Ucap Sofie


" Ga sayang, mereka ga akan menyakiti kamu lagi. Saya akan tetap menjaga kamu."


" Bagaimana Bibi Janet? apakah dia baik - baik aja?"


" Ya, dia baik - baik aja. "


" Kamu tunggu disini. Saya akan melihat keadaan Kris."


" Kris? siapa dia?"

__ADS_1


" Kris adalah bawahan saya. Dia tangan kanan saya. Kamu tunggu disini ya..!"


Shane melepaskan pelukannya. Ia pun menghampiri Kris yang sudah tak berdaya lagi.


Shane mencoba membersihkan lukanya.


" Kris, apakah kamu bisa mendengar saya?"


Kris masih terdiam. Shane mencari rerumputan disekitar itu, dan ia mulai membersihakan luka itu.


Ia mengambil kunci mobil dari sakunya. Ia mencoba mengeluarkan isi peluru yang bersarang di dada Kris.


Sofie tidak tahan melihat kejadian itu. Ia pun sangat ketakutan. Dari semak - semak belukar itu, Paman Sammy melihat mereka.


" Saya belum kalah, saya akan secepatnya menghabisi kamu, Sofie." Ancam Paman Sammy.


Shane mencoba mengeluarkan peluru dari dada Kris, sementara Sofie masih berdiri mematung di belakang Shane, ia sangat ketakutan. Wajah cantiknya masih terlihat pucat.


Dari kejauhan, Paman Sammy menyempurnakan laras senapannya. Ia ingin membunuh Sofie.


Target sang Paman pun berhasil. Tepat sasaran, peluru itu pun berhasil mendarat di perut Sofie, keponakannya itu.


Dorrrrr......


Wanita cantik itu langsung jatuh terkapar dan ia memegangi perutnya.


" Aaahhhhhh......!" Sofie pun terjatuh.


Wanita cantik itu langsung terjatuh terkapar sambil memegang perutnya.


" Sha...Sha..Shaneeee...to..to..tolong."


Shane pun dengan cepatnya menoleh kebelakang dan ia melihat darah segar keluar dari perutnya.


" Sofieeeeeee.......!" Shane langsung berlari dan memeluk istrinya itu.


" Sofieee...siapa yang melakukan ini?? Jerit Shane sambil memegangi perut istrinya itu.


" Tidaaaakkkkk.....Sofie bertahan lah." Shane memeluk tubuh istrinya itu. Sementara Sofie sudah tak sadarkan diri.


Shane bingung, ia pun langsung mencari bantuan untuk menyelamatkan Sofie.


" Keluarlah kalau berani, jangan jadi pengecut. Tunjukkan diri mu, siapa kamu sebenarnya?" Tantang Shane.


Ia membuka bajunya, lalu ia menutup luka istrinya itu. Shane hanya bisa menangis melihat keadaan istrinya itu.


Paman Sammy berhasil kabur dan ia meninggalkan pulau kecil itu.


Shane memeluk istrinya itu. Shane mencoba mengambil ponselnya, tapi sayangnya ponselnya padam.


Shane sangat kebingungan. Ia tak tahu harus berbuat apa.


" Sofieee.....bertahanlah..!"


Shane mengambil ponsel Kris. Ia mencoba meminta bantuan. Tapi sayangnya, sinyal di pulau kecil itu kurang baik. Shane pun panik.

__ADS_1


Akhirnya Shane menggendong istrinya itu, untuk membawanya kembali pulang. Shane benar - benar kalang kabut. Shane juga tak lupa membawa Kris kembali pulang.


Karena hanya Kris lah saksi dari semua ini.


__ADS_2