
" Bi, bisakah Bibi jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Sofie.
" Nak, pergilah ke altar, Shane uda menunggu mu. Nanti kamu akan mengetahuinya. Bibi minta tolong nak, selamatkan pernikahan Shane."
" Agnes kemana, Bi?"
" Agnes pergi bersama pria lain."
Mendengar itu Sofie tak heran lagi, karena ia sudah mengetahui kalau Agnes pergi bersama Dion.
Menjadi pengganti pengantin wanita di hari itu, sangatlah ia takutkan. Menikah memang keinginan Sofie, tapi tidak dengan laki - laki seperti Shane.
Sofie takut kalau Shane tidak akan bisa menerimanya dan tidak akan pernah bisa mencintainya.
Tidak ada pilihan lain, Sofie pun berharap Shane akan mencintainya dan menyayanginya.
Sofie pun berjalan menuju altar. Semua mata terpana akan kecantikannya. Paman Sammy dan Bibi Mary, tidak mengetahui jika itu adalah Sofie.
Sofie berdiri di sebelah kiri Shane. Shane menatapnya dari ujung kakinya sampai ujung rambutnya.
Shane ingin sekali melihat wanita yang selalu membuatnya marah. Ia sudah tak sabar ingin membuka kerudung penutup wajahnya itu.
" Akhirnya kamu datang juga.." Kata Shane pada Sofie.
Sofie hanya terdiam.
Pak pendeta pun memulai acaranya. Ia meminta kepada para undangan untuk duduk tentram.
Pak Pendeta pun memulai memberkati mereka.
Paman Sammy dan Bbi Mary sangat terkejut ketika mendengar nama Sofia Agatha disebutkan.
" Apa? jadi pengantin wanitanya adalah Sofie? dimana mereka saling kenal?"
" Suami ku, ini tidak mungkin. Pasti itu bukan Sofie yang kita kenal. Itu pasti Sofie yang lain. "
" Apa ia?"
" Kita tunggu aja sampai kerudung penutup kepalanya dibuka Shane. Kita akan tahu siapa dia sebenarnya."
" Ya...."
Pak Pendeta pun telah selesai memberkati mereka.
" Sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri nak, sekarang bukalah penutup kepalanya, dan lihatlah didepan mu ini adalah istri yang akan selalu menemani mu saat susah atau pun senang. Lalu kenakanlah cincin pernikahannya pada jari manis Sofia, nak."
Shane membuka penutup kepala itu dan ia sangat kagum akan kecantikan wanita yang selalu ribut dengannya itu.
Sofie memberikan senyum manisnya tapi Shane tidak membalas senyuman itu.
Sofie menunduk sendih. Matanya mulai berkaca - kaca.
" Ayo nak, pasangkan cincinnya." Titah Pak Pendeta itu.
Shane masih diam. Semua orang yang ada di ruangan itu juga diam. Pak Pendeta mengulangi lagi dan ia memegang pundak Shane.
" Shane, ayo nak pasangkan cincinnya."
__ADS_1
Shane menatap Sofie. Dan akhirnya ia pun memasangkan cincin itu ke jari manis tangan Sofie.
Paman Sammy dan Bibi Mary tidak terima dengan semua ini. Mereka tidak mau kalau Sofie akan hidup bahagia dengan Shane.
Shane orang terkaya di kota itu, pastilah Sofie akan menikmati harta yang dimiliki Shane, begitulah pikiran paman Sammy dan Bibi Mary.
" Ini tidak bisa dibiarkan, wanita miskin itu tidak layak bahagia." Kata Paman Sammy.
" Ya benar sayang, kita ga akan biarkan Sofie bahagia bersama Shane. Hanya Mami aja yang bisa bahagia di dunia ini." Tambah Bibi Mary
Sofie hanya tertunduk sedih. Betapa bodohnya ia mau menggantikan posisi Agnes di acara pernikahan itu.
Tak ada sedikit pun senyum untuk Sofie, Shane hanya dia. Shane hanya bisa menatap kosong.
Paman Sammy dan Bibi Mary segera pulang, mereka tidak mau menyapa atau memberi ucapan kepada sepasang pengantin itu.
Waktu pun berlalu, acara pesta pun selesai. Shane dan Sofie masih saja saling diam.
Sekembalinya mereka kerumah, Sofie hanya berdiri mematung bak manekin.
" Nak, kamu kenapa ?" Tanya Bibi Janet.
" Saya...saya..saya ga papa, Bi. Saya bingung Bi, saya harus gimana ? saya kembali aja ke kontrakan saya ya, Bi."
" Kok kembali ke kontrakan? kan ini uda rumah kamu nak.."
" Tapi Bi, Shane itu ga mau kalau saya ada disini. Lebih baik saya pergi aja."
Shane mendengarkan perkataan mereka.
" Kamu naik ke atas." Titah Shane pada Sofie.
" Ia Bi, saya naik dulu ya, Bi."
Bibi Janet hanya menganggukkan kepalanya.
Sofie melangkah pelan memasuki kamar Shane.
" Saya kembali ke kontrakan aja ya" Kata Sofie dengan hati - hatinya.
" Ke kontrakan? mau ngapain?" Tanya Shane sambil membuka stelan jasnya.
"Ya tinggal disana."
" Ga usah. Kamu tidur disini aja. Anggap aja kamu seperti dulu tinggal dirumah ini."
" Maksud kamu?" Tanya Sofie penasaran
" Kamu memang uda nyelamatin pernikahan saya, dan sekarang kita uda suami istri tapi bukan berarti kamu bisa sesuka hati tinggal disini. Hmmm..kamu boleh tidur dikamar ini, tapi disana...!" Sambil menunjuk sofa yang ada di sudut kamar itu.
" Di sofa?" Tanya Sofie.
" Ya, di sofa. Kamu tidur di sofa. Saya ga mau tidur bareng dengan kamu."
Sofie pun terdiam.
" Baiklah Shane, saya akan turuti keinginan kamu."
__ADS_1
" Baguslah."
Shane langsung pergi meninggalkan Sofie. Lalu ia masuk ke kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya.
Lagi - lagi Sofie berdiri mematung. Ia menyesali perbuatannya mengapa ia mau menolong Shane.
Tak berapa lama Shane selesai mandi.
" Saya boleh mandi dikamar mandi kamu ga?"Tanya Sofie.
" Ehhhmm.."
" Makasih ya. Oh ya, saya boleh minta tolong ga? gaun ini sangat berat sekali. Kancingnya juga susah dibuka. Kamu mau ga bantu bukainnya?"
" Panggil Bibi Janet aja."
" Bibi Janet mungkin sudah istirahat. Kasihan kalau mengganggunya."
Shane menghela nafas. Ia pun membukakan kancing gaun pengantin Sofie.
" Uda selesai." Ucap Shane.
" Makasih ya...!" Sofie langsung pergi mandi. Ia baru sadar handuk dan pakaian nya tidak ada sama sekali.
" Saya boleh minta tolong lagi ga?" Tanya Sofie lagi.
" Kamu itu bisa ga sih diam? dari tadi asyik minta tolong...minta tolong aja..." Bentak Shane
" Saya ga punya handuk. Saya boleh pinjam handuk kamu ga?"
" Kamu gimana sih? mandi ga bawa handuk."
" Barang - barang saya kan tinggal di kontrakan. Kamu gantung aja di depan pintu, nanti saya ambil."
" Ini handuknya."
" Makasih ya...!"
Sofie pun membersihkan tubuhnya. Air yang dingin mengguyur tubuhnya. Rasa segar pun ia rasakan.
Sofie mengambil handuk itu. Dan ia pun tersadar bahwa ia tidak mempunyai pakaian.
" Saya hanya pakai handuk. Jangan lihat saya ya...!"
" Siapa juga yang mau lihat kamu."
" Saya boleh ga pinjem baju kamu?"
" Kamu uda gila ya?"
" Saya ga bawa baju, hanya ini aja. Kan ga mungkin saya tidur malam ini pakai gaun pengantin ini. Kamu tega banget sih jadi orang."
" Siapa suruh juga ga bawa baju. Kan itu salah kamu sendiri."
" Salah saya? lah saya tadi kan ngajar. Trus Bibi Janet dan bawahan kamu datang ke sekolah. Kamu lupa ya kalau saya uda selamatin pernikahan kamu?"
" Uda ga usah bawel. Tu..kamu pilih aja sendiri."
__ADS_1
Sofie pun merasa lega akhirnya Shane mau meminjamkan bajunya.