" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 30 " Mulai Curiga "


__ADS_3

Dion belum bisa tenang dengan sikap tunangannya. Bulan depan adalah pesta pernikahan mereka.


Dion mencoba menghubungi Agnes. Tetapi ponselnya off. Dion pun mendatangi rumah Agnes.


Asisten rumah tangga Agnes memberitahukan kalau Agnes pergi ke Italia.


" Ke Italia? ada urusan apa Agnes kesana, Bi?" Tanya Dion penasaran.


" Saya ga tahu, Tuan. Tapi Nona Agnes pergi bersama seorang pria. Katanya pria itu adalah kekasihnya."


" Kekasihnya?"


" Ia. Saya dengar begitu, Tuan. Maaf kalau saya salah ngomong."


Dion semakin marah. Ternyata Agnes telah selingkuh di belakangnya. Dion pun bertanya - tanya siapa pria yang uda berani menganggu hubungan mereka.


Dion langsung mencari tahu. Ia mencoba bertanya pada teman - teman Agnes.


Ya, informasi yang dicari Dion pun akhirnya ia dapat. Dion langsung memesan ticket dan ia langsung terbang menuju Italia.


Semua informasi mengenai kepergian Agnes telah diketahui oleh Dion. Hanya saja pria yang bersama Agnes, sama sekali tidak diketahui Dion.


Waktu pun berlalu, tibalah ia di kota tersebut. Hotel dimana Agnes menginap, kesana jugalah Dion pergi.


Dion mencoba menanyakan pada resepsionis tamu atas nama Agnes. Benar saja, ia ada di hotel itu.


Perasaan lega pun ada pada diri Dion. Akhirnya ia pun bisa mengetahui apa sebenarnya yang dilakukan Agnes bersama pria yang di katakan art nya itu.


Resepsionis memberikan cardlock nya dan ia pun langsung pergi menuju kamarnya.


Dion merasa sedih, Agnes menghilang disaat mendekati hari bahagia mereka. Bukannya mempersiapkan untuk pesta, Agnes malah pergi berliburan dengan pria lain.


Malam pun tiba. Sofie merasa lapar. Ia mencoba mencari makanan. Ia menghubungi Shane. Tapi tidak ada jawaban dari Shane.


Dalam benak Sofie, mungkin Shane terlelap tidur karena kelelahan. Ia pun pergi sendirian.


Ia menyusuri kota indah itu. Angin malam, membuat cuaca menjadi dingin. Sofie mengenakan sweater pink.


Ia terus berjalan. Ia melihat di pinggiran jalan itu, banyak penjual makanan. Ada juga pemain musik di pinggir jalan.


Sofie berhenti di salah satu sudut kota itu. Ia melihat ada pertunjukan. Pembawa acara pertunjukan itu mengajak siapa yang mau bermain biola.


Sofie langsung saja maju kedepan dan menyodorkan dirinya. Ia langsung saja menggesekkan biola itu.


Alunan musik klasik ia mainkan. Tidak jauh dari tempat itu, ada sebuah cafe, disana ada Shane dan Agnes yang sedang menikmati makan malam.


Shane mendengar alunan musik itu. Ia tahu betul, kalau alunan musik itu pernah di mainkan oleh Sofie.


Ia langsung menoleh ke luar dan benar saja, disana Sofie sedang bermain biola.


Semua orang pada senang melihat Sofie. Alunan musik itu bisa membuat suasana menjadi hening.


Selesai ia memainkan biola, Sofie diminta untuk bernyanyi. Ia pun menerima tawaran orang - orang sekitar.


Ia mengambil sebuah gitar. Dan ia mulai memetiknya dan mulai bernyanyi. Suara tepuk tangan begitu riuh, semua sangat senang melihat wanita cantik itu.

__ADS_1


Suaranya yang merdu, membuat para penonton yang menyaksikannya menjadi terharu.


Shane merasa jika ia telah membohonginya. Agnes tak mau kalau Shane memikirkan Sofie.


Agnes pun langsung mengajak Shane pergi dari tempat itu.


Tak berapa lama mereka pun pergi, Dion kebetulan melewati jalan itu. Dan ia melihat Sofie sedang bernyanyi.


Seperti mimpi, ia bisa bertemu dengan Sofie. Selesai bernyanyi, Dion langsung memanggil Sofie.


" Sofie.....?" Sapa Dion sambil mendekati Sofie.


Sontak saja Sofie sangat kaget melihat Dion ada di kota itu.


" Pak Dion? Pak Dion sedang apa disini?"


" Jangan panggil Bapak dong. Oh ya, akhirnya kita bisa bertemu disini ya..oh ya, kamu ngapain kesini?"


" Ia deh hehehe, saya kesini sama suami. Kita lagi honeymoon."


" Honeymoon? trus, suami kamu dimana?"


" Dia? dia lagi dikamar. Dia tidak ingin ikut keluar. Katanya terlalu dingin. Jadi saya aja yang keluar. Saya mau cari makanan. Tapi saya ga tahu tempat makanan yang pas dengan lidah saya. "


" Oh gitu. Ya da, kita cari makan aja dulu, ntar kita cerita - cerita. "


Dion dan Sofie pun pergi meninggalkan tempat itu. Mereka pun menuju sebuah cafe dimana Shane dan Agnes menghabiskan makan malamnya disana.


Mereka pun masuk ke cafe tersebut. Dan pelayan itu langsung menyuguhkan apa saja yang mau dipesan.


" Oh ya, kenapa kamu bisa datang ke sini? mau liburan juga?" Tanya Sofie.


" Ga, saya kesini ga mau liburan. Tapi?" Dion terdiam. Matanya mulai berkaca - kaca.


" Tapi kenapa ?"


" Saya kesini karena tunangan saya."


Sofie langsung ingat dengan Agnes.


" Kenapa dengan tunangan kamu?"


" Sofie, tunangan saya datang ke kota ini dengan pria lain."


" Apa? datang ke kota ini dengan pria lain?"


Sofie langsung ingat Shane.


..." Kamar itu? Ya, Shane memesan dua kamar, katanya untuk saya dan dia. Apa jangan - jangan? Shane membawa Agnes ke kota ini? "...


...Gumam Sofie....


" Sofie....?kamu kenapa?"


" Hhhmmm...ga papa. Saya baik - baik aja, kok."

__ADS_1


Sofie mulai curiga kepada Shane.


..." Apa sebaiknya saya cerita ke Dion ya? saya takut, Dion dan Shane akan ribut. "...


...Gumam Sofie lagi....


" Jadi selanjutnya gimana ? apa rencana kamu?" Tanya Sofie


" Saya akan cari tahu, siapa pria yang uda menganggu hubungan kami berdua."


" Trus kalau kamu tahu siapa pria itu, kamu apain dia?"


" Hahahah, kenapa pertanyaan kamu seperti itu?"


" Ga papa, saya hanya ingin tahu aja. "


" Saya akan cabik - cabik dia. "


Sofie terdiam.


" Santai aja, Sof. Ga usah tegang gitu. "


Mereka pun menghabiskan makan malamnya.


" Oh ya, kamu nginap di hotel mana?" tanya Dion.


Sofie menyebutkan nama hotel dimana ia menginap.


" Ternyata kita satu hotel." Ucap Dion.


Mereka pun terus menyusuri jalanan kota itu. Dinginnya malam tidak membuat Sofie dan Dion ciut, mereka terus melihat suasana kota malam itu.


Mereka mengunjungi sebuah mall di kota itu. Tampak indah sekali bangunan arsitekturnya.


Dion membelikan beberapa coklat untuk Sofie.


" Ini untuk kamu. Semoga kamu suka."


" Terimakasih ya...saya suka sekali makan coklat."


" Oh ya? pantesan aja kamu manis." Puji Dion sambil melirik Sofie.


" Hahahaha...makasih ya untuk pujiannya. "


Sofie merasa nyaman berjalan dengan Dion. Dion selalu melindungi Sofie dari keramaian orang - orang yang berada di mall itu.


Karena terlalu senang, ia pun sangat kegirangan pengikat rambut Sofie terlepas. Rambut panjangnya yang sangat indah tergerai.


Sofie semakin cantik dengan tergerainya rambut indahnya. Dion tak bosan - bosannya memandang wajah cantik itu.


Dion mencoba memegang tangannya. Seperti melindungi dari keramaian orang yang berlalu lalang.


Sofie merasakan perasaan yang lain bersama Dion. Detak jantungnya semakin berdetak kencang.


Malam itu, Dion berhasil membuat Sofie bahagia. Tawa lepas Sofie pun terlihat ketika Dion selalu berbuat lelucon.

__ADS_1


Sejenak Shane dan Agnes lupa dalam ingatan mereka. Mereka hanya menikmati malam yang sangat indah itu.


__ADS_2