
Keadaan Rumah Paman Sammy...
" Pa, gimana sekarang keadaan Sofie ya? kok tiba - tiba jadi ingat dia ya?" Tanya Bibi Mary.
" Ngapain juga kamu ingat Sofie? Sofie itu manusia ga tahu diuntung." Jawab Paman Sammy sambil mengeluarkan asap rokoknya.
" Bener sih, terlalu ikut campur. Tapi penasaran juga sih. Pasti sekarang dia uda tidur dijalanan, ngemis - ngemis biar bisa makan, trus apa lagi ya? hahahahaha...." Ejek bibi Mary.
" Rasain lu Sofie, kenapa ga dari dulu dia kita usir ya?" Kata Paman Sammy.
" Kamu gimana sih, Pa..kita itu dulu butuh tenaga Sofie."
" Ia juga ya..!"
" Kamu tahu ga Pa, Sofie itu dimana - mana uda ga bisa lagi ngajar, Papa tahukan kalau saya yang uda buat Sofie itu ga bisa diterima lagi."
" Hahahaha, ide kamu itu memang cerdas. Istri bijak. Gitu dong..kalau buat hancur orang tuanya, sekalian juga anaknya, wkwkwkwkw....."
Tak berapa lama, ponsel Paman Sammy berdering.
" Shane ?? mau apa anak ingusan ini? " Ucap Paman Sammy.
" Coba aja terima, siapa tahu penting. "
" Baiklah.."
Paman Sammy pun menerima telpon dari Shane. Shane ingin mengunjungi Paman Sammy.
" Oke, datanglah...saya sedang tidak sibuk." Jawab Paman Sammy.
Paman Sammy pun menutup ponselnya.
" Shane mau datang ?" Tanya Bibi Mary.
" Ya. Shane Denaro mau datang kerumah ini. Suatu hari nanti saya yang akan mengambil semua harta milik Shane Denaro , hahahah...dan dia akan jatuh miskin...duarrrr..bukan begitu sayang ?" Kata Paman Sammy pada istrinya.
" Yes..dan dia akan mengemis pada kita hahahaha...."
****
" Bi, saya mau pergi keluar , nanti tolong beritahu Sofie ya..!" Ucap Shane.
" Itu Sofie..." Sahut Bibi Janet.
" Ada apa, Bi?" Tanya Sofie sambil mendekati Shane.
" Ga ada apa - apa, nak." Bibi Janet pergi meninggalkan mereka berdua.
" Kok rapi? mau kemana?" Tanya Sofie pada Shane.
" Itu bukan urusan mu. Oh ya, tolong kamu bersihkan kamar saya. Harus bersih. Jangan ada debu sama sekali. Ngertikan?"
" Ehhmmm..baiklah."
" Kamu tahukan, posisi kamu dirumah ini?"
" Apa?"
" Jadi kamu ga tahu posisi kamu itu disini apa?"
" Ga. Emang apa?"
" Kamu itu disini kerja sebagai art. Kamu pikir kamu disini hanya numpang doang? makan tidur aja?"
__ADS_1
" Kalau saya art, berarti saya digaji dong?"
" No. Tidak ada gaji."
" Apa? ga ada gaji? enak aja. Dimana - mana itu yang namanya art itu di gaji. Lagian saya guru , kok bisa jadi art ya? dari mana jalannya?"
" Hey... Sofie, didunia ini ga ada yang gratis. Jadi kamu mikir ya..!"
" Sekarang kamu mau itung - itungan sama saya? kamu uda ambil perawan saya, trus kamu mau seenaknya aja, gitu? kamu tanggung jawab dong."
" Kamu bisa diam ga sih? nanti Bibi Janet dengar."
" Saya ga perduli. Kamu itu orang jahat. Kamu uda buat hancur hidup saya. Dan sekarang kamu mau itung - itungan sama saya?"
" Ehh wanita bawel, kalau kamu ga suka, ya uda kamu pergi dari sini."
" Ahh sudahlah...sekarang kamu mau pergi kemana?"
" Kan uda saya bilang, itu bukan urusan mu."
" Itu urusan saya juga, karena kita satu rumah. Trus, kalau terjadi apa - apa sama kamu, gimana?"
Shane terdiam.
" Kamu khawatir sama saya? " Tanya Shane.
" Ya. Kalau kamu sakit, trus siapa yang cari uang? trus kita mau makan apa?"
Shane menatap Sofie. Sofie mulai perhatian ke Shane. Sofie juga selalu mengingatkan agar jangan telat makan. Jika pergi keluar, selalu tepat waktu pulang.
Sofie tersenyum.
" Hanya kamu yang saya punya, maaf kalau saya kadang suka bawel ke kamu." Sofie pun menangis.
" Ga Shane. Saya ga nangis." Sofie menghapus air matanya. " Pergilah, saya akan bereskan kamar mu."
Sofie langsung pergi kekamar Shane.
Shane berdiri mematung. Ia melihat Sofie. Semenjak ada Sofie suasana rumah itu pun berubah. Walaupun terkadang Sofie selalu buat ulah.
Shane pun pergi. Sesuai janjinya pada Paman Sammy, ia pergi menemui Paman Sammy.
Diperjalanan, ia selalu ingat akan Sofie. Sofie wanita yang sering ia sakiti, ia marahi, kini mulai memperhatikannya.
Air mata Shane pun mengalir. Shane dan Sofie sama - sama anak yatim. Mereka jauh dari keluarga.
Ntahlah, ntah sampai kapan Shane dan Sofie bisa akur. Mereka selalu bertengkar. Sofie kurang menyukai pekerjaan Shane. Bagi Sofie pekerjaan Shane adalah pekerjaan yang tidak halal.
Sofie juga berharap Shane dapat menjadi pria baik dan berubah.
****
Sofie membersihkan kamar itu. Kamar yang cukup luas. Ia melihat fhoto keluarga Shane. Shane bersama kedua orang tuanya, ketika Shane masih kecil.
Air matanya mengalir. Seketika ia ingat akan kedua orang tuanya. Kata Paman Sammy kedua orang tuanya pergi meninggalkannya karena mereka sakit.
Sampai sekarang Sofie masih belum percaya, kepergian kedua orang tuanya bisa bersamaan. Tapi ia yakin suatu saat, waktu akan menjawabnya.
Setelah membersihkan kamar Shane, Sofie pergi kedapur. Kali ini, ia yang memasak untuk makan malam Shane.
" Sofie....!" Panggil bibi Janet.
" Bi, hari ini biar saya aja yang masak ya...!"
__ADS_1
" Wah kamu rajin sekali."
" Hehehe ga papa Bi. Bibi istirahat aja. Bibi uda capekkan?"
" Makasih ya nak, Sofie."
" Sama - sama, Bi. Oh ya Bi, tadi saya lihat tanda pengenal Tuan Shane. Besok dia ulang tahun kan?"
" Ia nak, besok dia ulang tahun."
" Gimana kalau kita buat kue ulang tahun, Bi?"
" Boleh."
" Kita buat surprise ya, Bi. Jangan tahu dia."
" Ia, nak."
****
Shane pun tiba dirumah Paman Sammy. Paman Sammy menyambutnya dengan kepura - puraan.
" Hai... Shane. Wah makin gagah aja..!"
" Makasih Paman. Paman baik juga kan?"
" Ia, baik dong. Seperti yang kamu lihat. Ayo silahkan masuk."
Ini kali pertama Shane masuk kerumah Paman Sammy yang baru. Rumahnya sangat besar dan mewah.
Bibi Mary pun menghidangkan makanan dan minuman.
" Shane, gimana kabar mu? tanya Bibi Mary.
" Saya baik, Bi."
" Shane, kamu tahu ga, Sofie sudah tidak tinggal disini? Kamu tahu Sofie kan?"
" Oh ya. Saya tahu. emang kemana Sofie, Bi?" Tanya Shane pura - pura tidak tahu masalah yang mereka hadapi.
Bibi Mary pura - pura menangis.
" Sofie kami usir, Shane. Dia telah mencuri perhiasan saya. Dia juga ingin membunuh kami semua."
Shane sangat terkejut mendengar ucapan Bibi Mary.
" Mencuri? tunggu...tunggu..tunggu..Sofie itu pencuri?"
" Ia, Shane. Sofie itu pencuri. Dan sekarang dia pasti sudah jadi anak gelandangan." Ucap paman Sammy menimpali.
" Sofie memang cantik tapi berhati iblis. Uda pencuri, jual diri juga. Pantesan aja dia ga bisa ngajar lagi. Trus anak saya juga selalu dimarahinya. Makanya kami mengusirnya, Shane." Tambah bibi Mary.
..." Bibi Mary dan p...
...Paman Sammy telah berbohong. Ternyata seperti ini mereka. Saya tidak menyangka."...
...Gumam Shane......
" Oh begitu. Jadi kira - kira Sofie sekarang uda dimana, Bi?"
" Pastilah dia uda jadi gelandangan Shane, hahahaha..orng seperti itu pantas diberi pelajaran, Shane."
Shane hanya tersenyum. Semenjak Sofie tinggal bersamanya, Sofie adalah anak yang baik, sabar. Belum pernah ia menemukan kalau Sofie itu mencuri barang miliknya.
__ADS_1