
" Saya kangen Papa dan Mama. Uda lama juga saya ga nyekar ke makam mereka." Kata Shane.
" Kamu kangen ya?"
Shane menganggukkan kepalanya .
" Pulang dari sini, pergilah ke makam orang tua mu."
" Saya sendiri yang pergi?"
" Ya, kamu sendiri. Atau kamu bisa ngajak Agnes."
" Ia. Saya akan ajak Agnes. Saya mau kenalin pada mereka Agnes akan menjadi menantu kesayangan mereka."
Sofie langsung terdiam dan sedikit cemberut. Shane meliriknya dan ia tahu pasti Sofie akan cemburu jika ia menyanjung Agnes.
Sofie langsung pergi. Shane menarik tangannya. Dan ia pun langsung mendorong tubuh Sofie untuk duduk. Shane menatap wajahnya. Wajah yang teduh.
Shane mendekatkan wajahnya.
" Heiii...mau apa kamu?" Tanya Sofie
'' Ajari saya untuk bisa menyukai mu."
Sontak saja Sofie sangat kaget dengan perkataan Shane.
Shane langsung menciumi bibir milik Sofie. Sofie pun sangat terkejut. Tak ada penolakan dari Sofie. Ia pun mencoba membalas ciuman dari Shane.
" Saya mau kamu malam ini melayani saya." Pinta Shane dengan nada lembutnya.
Lagi - lagi Sofie terkejut dengan permintaan Shane.
" Ga. Saya ga mau."
"Kan kamu yang bilang, kamu ingin banyak mimpi, ingin bahagia. Mungkin kamu akan bahagia jika kamu punya anak."
" Saya ga mau kalau hanya saya yang bahagia."
Shane tersenyum.
" Saya ngerti apa yang kamu katakan. Sofie, saya mau kamu jujur sama saya. Kamu uda tahu gimana saya, sekarang apa tindakan yang akan kamu lakukan?"
" Kenapa nanya gitu?"
" Kamu benar, kita ga mungkin selamanya seperti ini, selalu ribut. Maaf kalau saya tidak bisa jadi laki - laki yang kamu harapkan. Sekarang pilihan ada pada kamu. Kamu lah yang menentukan, kamu mau bertahan sama saya atau tidak. Saya uda terlalu banyak nyakitin kamu."
" Seharusnya saya yang ngomong gitu. Saya hanya bisa membuat kamu marah sedangkan sama Agnes, saya lihat kamu bisa bahagia. Mungkin memang kita tidak bisa dipersatukan ya? kita selalu aja ribut. Dan saya jugaaa...ga bisa jadi wanita yang baik buat kamu. Saya bodoh Shane, saya itu terlalu sabar jadi orang. "
" Kamu ga bodoh. Sofie, kamu itu orang baik, seharusnya kamu memang pantas mendapatkan orang yang baik. Tidak seperti saya. Sekarang pilihan ada diantara kita berdua. Kalau menurut kamu, kamu maunya gimana?"
Sofie terdiam. Ia tak bisa lagi berkata - kata. Di satu sisi, sebenarnya ia sangat mencintai Shane.
__ADS_1
" Saya ga bisa menentukan pilihan saya. Kamu sendiri gimana?" Tanya Sofie.
" Kamu tulus ga sayang sama saya?" Tanya Shane sambil menatap wajah Sofie.
" Kok nanya nya gitu?"
" Kenapa? ga suka?"
" Hhmmmm...."
Sofie menunduk malu. Ingin rasanya ia mengatakan kalau ia sangat mencintai pria yang ada disampingnya itu.
" Ya uda kalau ga mau jawab. Ini sudah larut malam. Kita kembali ke hotel. "
Shane langsung bangkit berdiri. Ia berjalan pelan. Sofie pun mengikutinya dari belakang.
Diperjalanan mereka hanya bisa diam. Sofie semakin gugup melihat sikap suaminya itu.
Sesampainya di hotel mereka bertemu dengan Agnes.
" Sayang kamu dari mana aja? dari tadi saya coba hubungi ponsel kamu, ga bisa lho..." Tanya Agnes dengan rada manjanya.
" Saya dari luar, tadi cari makan. "
" Makan sama dia? " Tanya Agnes sambil menunjuk Sofie.
Shane melihat Sofie, ia hanya diam dan langsung pergi.
" Tapi saya masih mencintai Shane."
" Cinta ? hahahaha..kamu bilang kamu masih mencintai Shane? Shane nya gimana? cinta ga? ga kan? makanya saya bilang kamu harus tahu diri, Sofie.."
" Kamu perempuan ga tahu malu, Nes. Kamu yang uda ninggalin Shane, kamu sendiri yang minta balikan lagi. Dimana harga diri kamu?"
" Harga diri? kamu ngomongin harga diri? kamu tahu ga arti dari harga diri? oh ia saya lupa.....kamu guru kan? ohh ya...bicara soal harga diri, mungkin kamu ahlinya kali ya?"
" Saya malu sama kamu. Uda punya tunangan masih aja menganggu hubungan orang."
" Ga usah malu say...saya mahh ga perduli , mana pria yang baik buat saya, ya...saya tangkep dong...emang kamu, mau dibodohi Shane, sok malaikat lagi, pake nyelamatin pernikahan. Hellowwwww....kamu dianggap apa sama Shane? ga adakan?dia ngajak kamu honeymoon tapi ngajakin saya juga. Oh ya, salahnya kamu dimana ya? kok bisa suami kamu ngajakin saya hahahaha...."
Sofie tetap tenang meskipun Agnes mengejeknya.
Agnes pun pergi meninggalkan Sofie sendirian di lobi hotel itu.
Sofie geram dan ia langsung pergi ke kamarnya.
Didalam kamar, Sofie terus menangis. Memang benar yang dikatakan Agnes, ia menyelamatkan pernikahan Shane tapi Shane tak pernah menganggapnya.
****
Suasana dirumah Paman Sammy..
__ADS_1
Paman dan Bibi Sofie mengetahui kalau Sofie pergi ke Italia bersama Shane.
Kecemburuan pun terjadi pada Bibi Mary. Ia tak rela kalau Sofie bahagia dengan Shane.
Paman Sammy mulai mencari jalan gimana caranya memisahkan mereka.
Karena Paman Sammy tahu bagaimana watak dari Sofie. Pastilah Sofie akan selalu melindungi Shane dan pelan - pelan akan membujuk Shane agar meninggalkan bisnis yang telah mereka jalani.
" Sayang, gimana kalau Sofie itu kita culik. Trus kita habisi dia seperti kedua orang tuanya. Mayatnya kita buang aja ke jurang." Ucap Bibi Mary.
Sejenak Paman Sammy memikirkan permintaan istrinya itu.
" Benar juga. Saya paling ga suka kalau melihat orang yang selalu ikut campur dalam urusan saya. Seperti orang tua Sofie yang uda berani melawan saya."
" Ia sayang. Kalau dia uda kembali dari liburannya, kita akan mulai rencana kita ini. Sayang, saya ga mau kita jadi orang miskin lagi, saya ga mau."
Percakapan mereka di dengar oleh Jason, anak sulung mereka.
Jason menjadi marah, karena telah mengetahui kematian kedua orang tua tante kesayangannya itu.
Diam - diam Jason merekam pembicaraan mereka dan mengirimkan rekaman itu pada Sofie.
..." Maafkan Jason, Pa Ma...tapi kalian uda keterlaluan. Kalian telah membunuh orang yang tidak bersalah."...
...Ucap Jason....
Rekaman pun terkirim ke ponsel Sofie.
****
Suasana di Italia...
Ponsel Sofie berdering. Shane menelponnya agar pintu kamarnya dibukakan untuknya.
Dengan mata yang masih ngantuk, Sofie membukakan pintu kamar itu.
" Kenapa harus pagi - pagi kesini? ada apa?" Tanya Sofie sambil merapikan piyamanya.
Shane langsung masuk. Wangi parfum Shane sangat khas sekali. Sofie sangat suka dengan wangi parfumnya.
" Kamu mau kemana? kok rapi sekali?" Tanya Sofie lagi.
" Kamu buruan mandi. Saya mau ngajakin kamu jalan - jalan. "
" Jalan - jalan? kemana?"
" Kemana aja."
" Kok gitu sih ngomongnya?"
" Maunya gimana? Uda buruan mandi..!"
__ADS_1
" Hmmm..baiklah."