" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 93 " Shane Cemburu "


__ADS_3

Kehidupan Paman Sammy..


Setelah pindah ke Aussie, keluarga Paman Sammy, semakin hidup tambah kaya. Bagaimana tidak, segala aset yang diberikan oleh Shane, telah terjual semua.


Ditambah lagi penjualan senjata yang dimiliki Shane yang telah dijual kepada mafia - mafia luar.


Kesombongan Bibi Marry pun bertambah besar, apalagi mereka bisa tinggal di luar negeri dengan berbagai fasilitas mewah.


Suatu hari, Paman Sammy sedang merapikan brankas miliknya. Tak terasa jatuh sebuah fhoto. Dimana fhoto itu adalah fhoto keluarga Sofie, ada Ayah dan Ibu nya dan Sofie ketika masih bayi.


Paman Sammy memandangi fhoto itu. Dan tak terasa air matanya pun berlinang. Ia mengingat bagaimana dulu dia dengan Ibu nya Sofie. Ketika mereka belum mengenal pasangan mereka, Paman Sammy dan Ibu nya Sofie sangatlah dekat, sebagai Kakak dan Adik yang akrab dan selalu menyayangi. Ia mengingat semua kebaikan Ibu Sofie, yang selalu perduli pada keluarganya, karena hanya Ibu nya lah anak perempuan satu - satunya dikeluarga mereka.


Tapi kasih sayang itu luntur ketika mereka semua telah memiliki pasangan hidup masing - masing. Tak lain, pasangan - pasangan mereka lah biang dari perpecahan itu semua.


Bibi Marry, salah satunya penyebab keretakan keluarga mereka semua. Hanya karena warisan dari orang tua mereka.


Seketika Paman Sammy langsung ingat dengan Sofie. Semenjak kepergian kedua orang tuanya, Paman Sammy lah yang merawatnya.


Paman Sammy mengingat semuanya. Ia selalu marah pada Sofie, memukulnya, dan memakinya. Hidup Sofie sangatlah menderita. Apalagi perlakuan kasar dari istrinya, tak pernah suka melihat Sofie.


Paman Sammy memeluk fhoto itu sambil menangis. Begitu banyak kejahatan yang telah ia lakukan pada Sofie.


" Maafkan saya, kak ! karena keserakahan saya, saya rela menghabisi nyawa mu dan suami mu. Maafkan saya kak !" ucap Paman Sammy.


Ia pun memasukkan fhoto itu kedalam sebuah agenda kecil, dan memasukkannya kedalam brankas.


Lalu ia menghapus air matanya.


Diam - diam, Bibi Marry melihat suaminya itu. Ia pun menjadi geram. Ia tak mau kalau suaminya itu berubah menjadi baik, apalagi baik pada Sofie.


" Lihat aja Sofie, sampai kapan pun kamu dan Paman mu ga akan bisa baikan lagi, kalian akan terus menjadi musuh. Saya ga akan biarkan suami saya bisa baik sama kamu lagi, ga akan..!" gumam Bibi Marry.


****


Suatu hari Sofie dan Dion pergi ke sebuah mall. Karena hari itu tepat malam minggu, mereka berdua menghabiskan waktunya disana.

__ADS_1


Dion mengajak makan dan shopping. Malam itu Sofie begitu bahagia, Dion dapat memperlakukannya dengan baik, ditambah lagi Dion sudah mulai menunjukan sikap romantisnya.


Ia selalu memegang tangan Sofie, tak pernah sedikit terlepas dari genggamannya.


Malam itu, Shane juga mengunjungi mall tersebut. Awalnya Shane hanya ingin mencari makan di resto favoritenya, tapi ntah mengapa mobil yang ia kendarai menuju ke arah mall itu.


Akhirnya ia menuju ke toko sebuah parfum yang sangat terkenal di kota itu. Toko parfum yang begitu sangat luas, banyak berbagai parfum dari manca negara semua ada di toko itu.


Ia melihat - lihat parfum favoritenya. Tak sengaja ia melihat Sofie dan Dion di toko yang sama. Mereka juga sedang membeli parfum.


Sofie lah yang memilih parfum untuk Dion. Sofie juga begitu perhatian pada calon suaminya itu, sesekali ia merapikan pakaian Dion, dan kembali lagi ia memegang tangannya. Pemandangan yang sangat indah.


Shane melihat ke dekatan mereka. Ia juga melihat tangan Dion selalu memegang erat tangan Sofie. Dion juga melakukan hal yang sama, ia selalu merapikan rambut panjang milik Sofie. Ya, malam itu mereka berdua sangat romantis sekali. Senyum manis wanita yang pernah mengisi hari - hari nya itu, masih saja seperti dulu, senyum manis khas seorang Sofie dengan kedua lesung pipinya.


Shane sedikit cemburu dan ia sadar, kalau ia dan Sofie sangat jarang melakukan seperti yang dilakukan Dion. Ia ingat hanya di Paris saja ia pernah melakukan hal tersebut. Memegang tangannya ketika hendak menyebrang jalan. Selebihnya tidak pernah. Shane memang sedikit dingin dan cuek. Tapi sebenarnya dibalik sikapnya yang dingin itu, ia begitu sayang pada Sofie. Tapi namanya wanita, terkadang tidak selalu peka.


Shane melamun. Dan petugas toko itu membuyarkan lamunannya.


" Pak, apakah Bapak jadi beli parfum ini?" tanya petugas itu.


" Pak, hallo...Pak, Bapak jadi ambil parfum ini?"


Shane pun sadar dari lamunannya.


" Hhmm..oh ya maaf. Ya, saya jadi ambil parfum ini." ucap Shane sambil melirik ke arah Sofie dan Dion.


Setelah parfum pesanan Shane di bungkus dengan rapi, Shane langsung meninggalkan toko tersebut. Ia masih saja melihat Sofie dan Dion. Mereka berdua semakin mesra.


Dan ternyata Shane cemburu melihat ke mesraan mereka berdua. Selama ini Shane cuek dan tidak perduli dengan sikap Sofie yang memintanya untuk kembali lagi, dan akhirnya Dion memperbaiki hubungannya.


Shane tiba dirumah, wajahnya sedikit murung. Kris melihat sikap bos nya itu, ia pun bertanya - tanya apa yang sudah terjadi.


Kris tidak langsung menanyakan padanya, ia menunggu waktu yang tepat untuk bertanya pada bos nya itu.


Karena merasa cemburu dan kesal, akhirnya Shane buka suara. Ia menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


" Tadi saya ketemu Sofie dan Dion. " ucap Shane.


" Trus? apa bos menyapa mereka?"


Shane menggelengkan kepalanya.


" Bos cemburu?"


" Ga, saya ga cemburu. Hahaha untuk apa saya cemburu ? mereka itu sudah bahagia dan Sofie itu masa lalu saya. Ga ada lagi yang perlu di cemburui, Kris !"


Kris tersenyum.


" Bos yakin?"


" Yakinlah, kenapa ga?"


" Bos tahu, kedekatan mereka kembali karena Sofie tidak bisa lagi rujuk sama bos, bos menolaknya. Saya ga yakin, apakah Sofie bisa melupakan bos begitu saja?"


" Wanita itu kalau uda diajak shopping, makan, pasti bakalan lupa kok dengan masalahnya."


" Beda dengan Sofie bos. Dia bukan tipe seperti itu !"


" Oh ya? tahu dari mana kamu?"


" Maaf bos, itulah gunanya terkadang kita harus bisa perhatian sama pasangan kita. Kita harus peka. Kita harus tahu, maunya dia gimana. Bos, yang saya lihat dari bos adalah sikap dingin bos pada nya. Seandainya sikap bos itu bisa seperti Dion, pasti Sofie merasa nyaman. Maafkan saya bos kalau harus membandingkan bos dengan Dion. Tapi saya berkata jujur. Wanita itu dikasih perhatian aja itu uda senang banget. Ga harus dibeliin tas mahal, baju mahal, sepatu mahal. Cinta dan kasih sayang, perhatian yang tulus itu aja yang mereka harapkan, bos. Apalagi seperti Sofie, dia anak yang lugu, polos, anak yang tahu diri, dari kecil uda kurang kasih sayang, seharusnya bos bisa memberikan kasih sayang itu padanya. Yakinlah, dia ga akan pernah kecewa sama bos."


Shane terdiam.


" Itulah kekurangan saya Kris, apalagi pertemuan saya dengan nya tidaklah mudah, saya uda mengotorinya, saya uda buat dia kecewa. Saya mengambil kebahagiaannya. Saya juga dulu gagal menikah, Sofie menyelematkan pernikahan saya. Saya memang bodoh Kris, tidak bisa memberikan yang terbaik untuknya. Saya ga tahu harus gimana lagi menebus kesalahan saya. Dan mungkin inilah akibat dosa yang saya lakukan, dia rela ninggalin saya. Kris, saya sudah mengikhlaskan nya. Dia berhak bahagia dengan pilihannya. Saya ga mampu seperti Dion."


Shane merasa sedih, kedua matanya pun berkaca - kaca.


" Bos, saya yakin, bos juga akan bahagia, bos layak bahagia. Kalau kalian saat ini tidak berjodoh, suatu hari nanti pasti Tuhan akan berikan wanita yang benar - benar baik. "


" Ya, makasih ya Kris."

__ADS_1


__ADS_2