" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 8 " Ketahuan "


__ADS_3

" Sofie....." Panggil bibi Janet.


" Bibi Janet?"


" Nak, kenapa kamu ga bilang ke tuan Shane, kalau kamu itu ga bisa renang?"


" Sofie malu, Bi."


" Sama Tuan Shane ga boleh malu, terus terang aja sama dia. "


" Ia, Bi. Maaf ya.."


"Oh ya, itu tangan mu kenapa nak? sepertinya agak sedikit luka ya?"


" Ia Bi, mungkin karena terjatuh tadi."


" Bibi obatin dulu ya, tunggu sebentar Bibi ambil obat dulu."


Sofie hanya menganggukkan kepalanya.


Shane selesai berenang. Ia melihat bibi Janet keluar dari kamar Sofie.


" Bi, Sofie kenapa?"


" Tangannya luka, Tuan."


" Luka? luka kenapa?"


" Mungkin karena terjatuh tadi."


" Ahh,, tu anak buat repot aja, da ga tahu renang pake dipaksain."


" Dia malu sama Tuan."


" Malu kenapa?"


" Hahaha tanya aja langsung sama orangnya, Tuan."


" Ya da biar saya yang obatin tangannya. Bibi bisa lanjutkan kerjaan Bibi."


Shane membawa obat - obatan itu ke kamar Sofie.


" Manja banget jadi cewek. Mana tangan kamu yang luka?"


" Bibi Janet mana?"


" Bibi Janet banyak kerjaan, sekarang mana tangan kamu yang luka."


" Ga jadi deh..uda sembuh kok"


" Jangan becanda, saya paling ga suka lihat orang kebangetan manjanya."


" Jangan marah - marah dong?"


" Ga ada yang marah. Makanya pikiran kamu itu agak di netralkan."


Sofie cemberut. Shane mengobati tangan Sofie. Tangannya memang sedikit luka. Karena Sofie tergelincir ketika masuk ke kolam tadi.


" Selesai...istirahatlah. Jangan nangis lagi."


Sofie hanya diam. Shane pun merasa kasihan melihat Sofie, tapi Shane egois, ia tak mau menunjukkan rasa ibanya pada Sofie.


****


Pagi itu, Shane mendapatkan telpon dari paman Sammy. Sofie mendengarkan percakapan Shane dengan Pamannya. Shane tertawa dan sepertinya ada kabar gembira.


Selesai bicara dengan Paman Sammy, Shane pun buru - buru pergi. Sofie melihatnya. Sofie penasaran, ia ingin tahu kemana Shane pergi.


Sebelum Shane masuk ke mobilnya, Sofie sudah terlebih dulu masuk ke bagasi mobil Shane. Walaupun Sofie sudah diusir Pamannya, tapi Sofie ingin menyelamatkan Paman dan keluarganya dari tangan Shane.


Sofie tahu, bekerja dengan Shane memang menghasilkan banyak uang. Tapi bukan itu yang diinginkan Sofie. Karena pekerjaan Pamannya itu tidaklah halal.

__ADS_1


Shane pun menghidupkan mesin mobilnya. Shane tidak mengetahui kalau Sofie berada didalam bagasi mobilnya. Shane pun melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


3 jam perjalanan, tibalah Shane disebuah tempat yang sepi. Tempat tersebut melewati sebuah hutan kecil. Ternyata Shane menjalankan misinya. Perdagangan senjata dan obat - obatan terlarang pun dilakukan.


Ternyata disana ada Paman Sammy dan masih banyak pria asing lainnya. Sofie mengintip dari bagasi mobil itu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Paman Sammy membuka sebuah koper yang berisikan uang. Ternyata didalam koper itu ada juga obat - obatan terlarang.


Shane hanya diam. Paman Sammy lah dalang dari penjualan obat - obat terlarang itu. Paman Sammy mencoba bernegosiasi pada pria asing, mereka semua sangat serius sekali.


Perut Sofie tidak bisa diajak kompromi, ia lapar dan haus. Sofie tetap sabar menunggu sampai Shane kembali pulang.


Tidak berapa lama, misi mereka pun selesai. Paman Sammy meninggalkan tempat tersebut begitu juga dengan pria - pria asing itu. Tinggallah Shane seorang diri, ia sedang menelpon seseorang.


Selesai menelpon, Shane melihat dibagasi mobilnya seperti ada yang aneh. Shane menuju ke bagasi mobil itu dan membukanya.


Betapa terkejutnya Shane ketika melihat Sofie ada didalam.


" Kamu??? kamu ngapain didalam? kamu ngikutin saya ya?"


" Maaf..."


" Keluarrrrrr...!!!!! Shane pun membentak Sofie.


Sofie pun keluar dari bagasi mobil itu


" Kamu tahukan apa akibatnya kalau ikut campur urusan saya?"


Sofie masih terdiam


" Jawab Sofie??? " Shane membentaknya.


" Saya ingin menyelamatkan Paman saya, itu aja kok."


" Menyelematkan Paman kamu?"


" Ia. Saya ga mau Paman saya jadi hancur karena kamu."


" Sofie, kurang baik apa saya sama kamu?"


" Kamu pikir dengan memberikan tumpangan pada saya , kamu uda baik?"


Shane menampar Sofie.


" Dasar manusia ga tahu diri."


" Kamu yang ga tahu diri. Saya ga sudi melihat Paman saya jadi budak kamu."


" Budak ? budak kamu bilang ?"


" Ia. Saya ga takut sama kamu."


" Oke. Mulai sekarang jangan tinggal lagi dirumah saya. Silahkan kamu pergi dari rumah saya. Saya juga ga sudi memberikan tumpangan pada orang seperti kamu."


" Ia. Saya akan pergi dari rumah kamu. Saya juga ga mau tinggal dengan orang seperti kamu."


Emosi Shane semakin memuncak. Ingin rasanya ia menimpuk Sofie.


Shane meninggalkan Sofie ditengah hutan itu. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan pergi.


" Jangan tinggalkan saya....tunggu....!!!" Sofie mengejar mobil Shane.


Shane tidak mendengarkan teriakan Sofie. Ia terus pergi.


Sofie terus mengejarnya. Hingga mobil Shane tidak terlihat lagi. Hari semakin sore. Sofie pun mulai ketakutan.


..." Saya hanya ingin menyelamatkan paman saya, kenapa harus seperti ini jadinya?"...


...Ucap Sofie......


Sofie pun terus berjalan. Ia terus menangis. Rintik hujan pun mulai turun. Sofie tak memperdulikan lagi dengan rintik hujan tersebut


****

__ADS_1


...Shane menghentikan laju mobilnya....


..." Sofie...? apa yang sudah kamu lakukan? "...


...Gerutu Shane....


Shane melihat arloji pada pergelangan tangannya. Ia pun putar balik dan menancap gas mobilnya. Ia pergi memasuki hutan kecil itu lagi.


Hari sudah semakin gelap. Ia trus mencari Sofie.


" Sofie...Sofie...sofieeeee dimana kamu ?" Teriak Shane.


Shane trus mencari hingga hujan pun turun sangat derasnya.


" Sofieeeee.....!!!"


Suara kilat pun terdengar sangat kuat sekali..Sofie menjerit ketakutan.


" Sofieee...!"


Sofie pun menoleh ke arah Shane. Sofie menangis..Shane langsung memeluk erat Sofie.


" Kamu baik - baik ajakan? kita pulang sekarang." Kata Shane.


Shane membawa Sofie pulang. Sofie masih saja menangis. Ia masih sedih karena Shane telah menamparnya.


Shane melihat Sofie kedinginan, pakaiannya pun sudah basah kuyub.


Diperjalanan Sofie tetap saja diam. Ketika hendak memasuki lokasi rumah Shane, Sofie minta turun.


" Turunkan saya disini."


" Kenapa turun disini?"


" Ga papa.."


" Kamu mau kemana?"


" Ga usah nanya, turunkan saya disini."


" Kamu itu ga ada uang, kamu bisa apa tanpa uang?"


" Kamu sepele lihat saya ya? turunkan saya disini."


" Baiklah, kalau itu keinginan kamu. Saya akan turunkan kamu disini. Tapi ingat, jangan pernah hubungi saya lagi."


Shane pun menghentikan mobilnya dan menepikannya.


" Sekarang turunlah...!"


Dengan pakaian yang masih basah, ia pun turun dari mobil Shane.


Shane pun meninggalkan Sofie di pinggir jalanan itu.


Sofie menangis. Ia pun bingung mau kemana ia pergi. Uang tak ada, pakaian pun hanya yang melekat pada tubuhnya.


Sofie mencoba ke rumah Kevin. Ia pun terus berjalan. Hingga tibalah ia dirumah Kevin. Ia mencoba memanggil Kevin.


Tante Ranti, Mamanya Kevin melihat kedatangan Sofie. Tante Ranti pun menghampiri Sofie.


" Sofie ? ada apa malam - malam kesini?"


" Tante, apa kabarnya?"


" To the point aja, ngapain kamu kesini?"


" Saya mau ketemu dengan Kevin, Tan."


" Kevin ga ada. Silahkan kamu pergi dari sini."


" Tapi Tan, ini penting sekali."

__ADS_1


" Penting ga penting, silahkan kamu pergi."


Tante Ranti pun meninggalkan Sofie yang masih berdiri di luar gerbang itu.


__ADS_2