" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 36 " Berubah Demi Cinta"


__ADS_3

Suasana di rumah Paman...


" Sayang, saya takut kalau Shane itu beneran sayang sama Sofie. Dan mereka punya anak. Trus semua harta Shane akan jatuh ketangan Sofie dan anaknya. Rencana kita gagal dong?" Kata Bibi Mary


" Ga akan...itu ga akan terjadi. Semua harta Shane akan jatuh ke tangan kita. Shane itu hanya percaya sama kita. Hanya kita yang dia kenal."


" Kamu yakin?"


" Ya, sangat yakin. Shane itu tidak gampang percaya pada orang. Apalagi kalau orang itu tidak ia sukai. Sofie, dia tidak akan pernah bahagia. Dia tetap akan menjadi anak gembel. Saya jadi penasaran, seberapa besar cinta Shane padanya. "


" Oh ya, saya dengar Shane juga mempunyai beberapa perusahaan milik orang tuanya. Dan katanya lagi, ia mau mengambil semua milik orang tuanya itu. Wahhh..kekayaaan Shane luar biasa, sayang. Dan kita lah orang terdekat Shane yang akan menikmati hasilnya." Kata Bibi Mary lagi.


" Ia, saya juga tahu itu. Saya uda ga sabaran ingin memiliki semua harta milik Shane."


" Sayang, kamu harus tetap baik pada Shane. Kalau perlu, selalu berpura - pura baik padanya. Karena dia jugalah kita bisa punya rumah sebesar ini."


" Ya, saya akan tetap baik padanya sampai semua hartanya milik kita."


" Shane itu anak pintar, sayang. Ia tidak bisa kita bodohi."


" Ya, permainan Shane itu licik dan bijak. Sepeti ular, kadang seperti merpati. Tidak bisa ditebak. Tapi saya yakin, saya akan memilikinya semua. Rumah, semua harta benda milik Shane, perusahaannya. Semua akan menjadi milik kita."


" Uuhhh...sayang, saya uda ga sabaran hahahaha..."


"Kamu harus fokus mengurus anak - anak."


" Ia, sayang...itu pasti. "


****


Suasana di Italia...


Pagi hari Shane langsung menemui Agnes. Ia ingin meminta pada Agnes untuk pulang ke Indonesia terlebih dahulu.


Ternyata Shane benar - benar menepati janjinya pada Sofie.


" Apa? saya pulang duluan? trus kamu mau kemana?" Tanya Agnes.


" Saya masih ada urusan. Urusan yang sangat penting."


" Ga...saya ga mau. Saya mau ikut sama kamu."


"Nes, jangan pernah membantah. Kamu pulang sekarang. Ada Dion kan?"


" Kamu kenapa sih? kamu dipengaruhi Sofie ya?"


" Nes, Sofie itu istri saya. Jadi suka - suka saya dong, saya mau pulang bareng Sofie atau pulang bareng siapa."


" Oh jadi begini cara kamu memperlakukan saya?"


" Saya mau kita mengakhiri hubungan ini."


" Ga..saya ga mau."


" Lihat Dion. Dia masih mengharapkan mu. "


" Saya ga mau. Saya maunya kamu."

__ADS_1


" Ga bisa, Nes. Saya mau benar - benar mencintai Sofie."


" Sofie...Sofie...Sofie..truss...emang apa sih kelebihan anak itu? kamu dipengaruhi sama dia kan?"


" Sofie tidak seperti itu, Nes. "


" Trus apa? habis manis sepah dibuang. Itulah kamu."


" Terserah. Permisi..!"


" Saya ga mau pulang, Shane. Saya mau sama kamu. Kamu kan yang uda ajakin saya kesini. Jadi tanggung jawab dong...!"


" Tanggung jawab apa?"


" Shane, saya itu cinta nya sama kamu. Kamu uda janji kan mau sehidup semati dengan saya."


" Itu dulu, Nes. Saya dulu ga tahu kalau kamu itu punya tunangan. Kamu uda bohongin saya. "


" Saya ga cinta sama Dion, Shane."


" Oh ya? 5 tahun menjalin hubungan, kalau ga ada cinta sama sekali kenapa sampai bisa bertahan lama?"


" Kan kamu uda tahu, saya dijodohkan."


Diam - diam Dion mendatangi kamar Agnes..dan ia mendengarkan perkataan mereka.


" Itu semua bohong. Tidak ada perjodohan diantara kita." Ucap Dion


Sontak saja Agnes dan Shane terkejut akan kehadiran Dion.


Shane dan Agnes terdiam akan perkataan Dion.


" Makasih ya untuk wejangannya." Ucap Shane.


" Sama - sama. Sekarang pergilah temui Sofie, bahagiakan dia."


Shane pun langsung pergi meninggalkan Dion dan Agnes.


Agnes menjadi geram karena sikap Shane yang cuek.


" Ini semua gara - gara kamu, kamu uda ngehancurin rencana saya. "


" Rencana? rencana jahatkah? Nes, dulu saya benar - benar mencintai kamu, memperjuangkan kamu. Tapi kenapa seperti ini balasan mu? kamu ga ingat dimasa sulit mu, siapa yang uda rela berkorban demi kebahagiaan mu? perusahaan yang kamu miliki sekarang, properti yang kamu miliki, tidak kah kamu mengingatnya? tapi ya sudahlah, semua itu hanya kenangan. Saya hanya bisa meminta, semoga kamu bisa memperbaiki diri lebih baik lagi. "


" Dion, maafkan saya. Saya khilaf."


" Ya, saya tahu. Saya hanya minta sama kamu, jangan pernah menganggu Shane dan Sofie lagi."


" Kamu gimana? kamu juga menyukai Sofie kan?"


" Ya, tapi saya harus ikhlaskan Sofie hidup bahagia bersama Shane. Karena saya juga salah, mencintai wanita yang jelas - jelas masih milik orang lain."


" Kamu yakin bisa melupakan Sofie? "


" Ntahlah..."


Agnes menangis.

__ADS_1


" Dion, apakah masih ada sedikit cinta buat saya?"


Dion menatap Agnes.


" Maksud kamu?"


" Saya mau memperbaiki diri. Saya mau kita seperti dulu lagi."


" Saya ga yakin."


" Kamu meragukan saya?"


" Ntahlah...saya juga ga yakin, terkadang dipikiran ini masih ada Sofie. Saya takut kalau kamu juga kecewa."


" Begitu specialnya Sofie ya, semua orang peduli padanya, sayang padanya. "


" Karena Sofie itu lain dari yang lain, Nes. Hidupnya penuh kasih. Dan itu ga ada pada semua wanita. Sofie itu beda."


Agnes pun terdiam. Ia tidak suka kalau dirinya di bedakan dengan Sofie.


****


Shane menemui Sofie...


" Hai....!" sapa Shane. " Kamu sedang apa?" Tanya Shane.


" Kita jadikan check out sekarang ?"


" Ya, kamu uda siap - siap ya?"


" Ia. Trus barang - barang kamu gimana?"


Shane langsung memeluk Sofie.


" Kamu kenapa? ada masalah?"


" Ga. Saya pengen aja peluk kamu."


" Hahaha tumben...akhir - akhir ini kamu berubah. Saya jadi penasaran, sebenarnya apa yang terjadi."


" Kamu mau tahu?"


" Hhhmm...ya, saya pengen tahu."


" Karena kamu semakin cantik."


" Cantik ? hahahah...kan emang dari dulu saya cantik."


" Ke pe - de'an kamu..." Ledek Shane sambil mencubit pipi milik Sofie...


Shane menatap wajah Sofie.Ia masih tak menyangka kehidupan Sofie ternyata sangat tragis. Sama seperti dirinya.


Orang tua mereka sama - sama meninggal karena kasus pembunuhan .


Shane ingin mencari tahu dan menyelidiki apa penyebab kematian orang tua Sofie.


Dan diam - diam Shane telah menyuruh orang terdekatnya untuk menyelidiki kasus ini.

__ADS_1


__ADS_2