" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 84 " Shane Kembali Mabuk "


__ADS_3

" Kamu kenapa nangis?" tanya Dion sambil menghapus air mata Sofie.


Sofie menggelengkan kepalanya.


" Sofie, apa kamu juga mencintai saya?"


Sofie terdiam.


" Saya tahu, mungkin saya terlalu cepat untuk mengungkapkan ini sama kamu, tapi jujur, saya beneran cinta sama kamu. Kamu tahu, dengan adanya masalah kamu seperti ini, saya sangat bersyukur, karena saya bisa dekat sama kamu lagi. Perasaan yang tidak bisa diungkapkan, ketika melihat orang yang dicintai selalu bersama orang lain, rasanya sakit, Sof !"


" Dion, tapi ?"


" Tapi kenapa? kamu ragu dengan saya? saya itu benar - benar mencintai kamu, Sof. Sekarang kalian akan berpisah, itu artinya saya akan segera melamar kamu. Kita akan segera menikah. Kamu mau kan menikah dengan saya?"


Kembali air matanya berlinang, seakan ia tidak percaya apa yang dikatakan Dion.


" Apa kamu masih mencintai Shane?" tanya Dion


" Nggak." jawab Sofie mantap


" Kamu yakin?"


Sofie menganggukkan kepalanya.


" Baguslah, itu artinya saya akan secepatnya menikahi mu."


" Apa tidak terlalu cepat? kita bisakan, jalani ini dulu."


" Kita uda lama kenal, kenapa kamu masih ragu?"


" Bukan ragu, tapi kan saya harus mengurus surat perceraian saya."


" Saya tahu. Jangan takut Sofie, saya akan membantu kamu. Kamu itu ga pantas sama laki - laki seperti Shane, wanita yang baik akan bersama pria yang baik, bukan sama pria brengsek seperti Shane. "


Sofie lagi - lagi terdiam. Apa yang dikatakan Dion adalah benar.


" Oh ya, gimana kabar Sarah?"


" Sarah baik, dia titip salam buat kamu. Dia sangat merindukan kamu."


Sofie sedikit tersenyum, ia juga merindukan Sarah, anak didik kesayangannya itu.


Dion kembali menghidupkan mesin mobilnya, lalu mereka pun pergi.


****


Paman Sammy dan Bibi Marry, mereka berdua memberanikan diri untuk kembali ke rumah mereka. Mereka pun langsung mengemasi semua barang - barang miliknya. Mereka akan pergi ke Aussie, disanalah mereka akan tinggal selamanya.


Jason, anak sulungnya tidak setuju mereka pindah. Jason tidak mau meninggalkan kota kelahirannya, serta meninggalkan Tante kesayangannya, Sofie.


Karena sikap Jason yang tidak mau pindah, Paman Sammy pun marah besar kepadanya.


" Kamu sekarang uda berani melawan Papa ya?" bentak Paman Sammy.

__ADS_1


" Maafkan Jason, Pa. Tapi Jason ga mau pindah, Jason mau tinggal di sini aja. "


" Papa uda beli tempat tinggal disana, jadi ga mungkin kalau Papa meninggalkannya begitu saja."


" Tapi Jason ga mau pindah, Pa. Jason mau tetap disini. Lagian, Jason uda nyaman tinggal disini."


Melihat sikap Jason yang tidak kunjung mau ikut pindah, Paman Sammy pun kembali marah padanya.


" Sudahlah, kalau kamu ga mau ikut. Mama tidak memaksakan kehendak mu."


" Saya akan tinggal dengan Tante Sofie."


" Apa? kamu mau tinggal dengan Sofie? ga, kamu ga boleh tinggal dengan wanita itu."


" Jadi saya tinggal dengan siapa, Pa?"


Paman Sammy dan Bibi Janet pun terdiam. Jason anak yang cerdik, ia tahu watak dan kelakuan orang tua nya.


" Jason, kamu harus ikut pindah, nak. Disanalah kita akan memulai hidup kita yang baru." ucap Papanya.


" Jadi rumah ini?" tanya Jason


" Rumah ini akan kita jual, nak. " sahud Mamanya.


" Kenapa harus dijual? Papa dan Mama itu kenapa? kenapa jadi tiba - tiba kita pindah?"


" Kamu ga usah banyak nanya, kita akan secepatnya pindah."


Jason menangis. Ia tak mau ikut pindah bersama kedua orang tuanya.


****


Shane hanya menghabiskan waktunya dikamar dengan meminum alkohol.


Dari pagi, dia belum juga sarapan. Perut tengahnya hanya diisi minuman itu.


Shane tidak bersemangat. Ia masih mengingat kenangan bersama Sofie. Ia juga masih mengingat tentang Bibi Janet.


Sungguh, sekarang hidupnya seperti tidak punya arah dan tujuan. Siang itu Kris datang menemuinya. Ia tak ingin melihat Bos nya itu sedih berlarut - larut.


Sesampainya Kris dirumah itu, ia sangat terkejut melihat kamar Bos nya itu berantakan, penuh dengan minuman keras, kamar itu menjadi bau, dimana - mana botol minuman terletak disembarang tempat. Shane kembali mabuk.


Melihat itu Kris sangat sedih. Ia pun meminta bantuan istrinya untuk membersihkan rumah itu.


" Bos, kenapa jadi seperti ini?"


" Kris?"


" Bos uda terlalu banyak minum."


Shane menundukkan kepalanya.


" Hanya karena Sofie, bos jadi seperti ini?"

__ADS_1


Shane menggelengkan kepalanya.


" Saya tahu, ditinggal orang yang kita cintai, memang berat rasanya. Tapi ga gini juga bos ! minum sampai mabuk, itu akan membuat bos sakit."


Shane menuangkan minuman itu lagi.


" Cukup bos, bos uda terlalu banyak minum. Sekarang istirahatlah , saya dan istri saya akan membersihkan rumah ini."


" Istri kamu ikut?"


" Ya, saya menyuruh dia datang, agar bisa membersihkan rumah ini."


" Kris, terimakasih banyak ya!"


" Sama - sama bos, ini semua kami lakukan karena kebaikan bos pada saya, pada keluarga saya."


" Ya, saya bersyukur masih punya kamu, saya ga punya siapa - siapa lagi, Kris !"


" Ya bos, saya turut prihatin buat kejadian yang sudah menimpa bos. Tapi yakinlah , pasti dibalik ini semua ada hikmahnya, bos !"


Shane hanya bisa menganggukan kepalanya. Lalu Shane membaringkan tubuhnya. Sementara Kris dan istrinya membersihkan seluruh rumah itu.


Biasanya rumah itu tampak bersih, bebas dari debu, tapi semenjak Bibi Janet tidak ada lagi, rumah itu selalu tampak kotor, di setiap sudut banyak sekali debu.


Dengan sabarnya Kris dan istrinya membersihkan dari lantai bawah sampai lantai atas.


Shane benar - benar sangat bersyukur, ternyata ia tidak salah mempunyai anak buah seperti Kris. Kris adalah orang yang tahu balas budi.


Setelah membersihkan rumah itu, istri Kris pun mulai memasak. Ia melihat isi kulkas, apakah ada makanan yang bisa di olah.


Hanya ada 2 butir telur, selebihnya kosong sama sekali. Istri Kris sangat prihatin sekali. Ia pun meminta ijin pada suaminya untuk berbelanja kebutuhan pokok.


Kris memberikan ijin, istrinya pun pergi.


" Kris !" panggil Shane.


Kris pun langsung berlari menemui bos nya itu.


" Ya bos, ada apa bos?"


" Saya mau menjual rumah ini, saya ingin pergi dari kota ini."


" Pergi kemana bos?"


" Saya akan ke USA. Saya ingin tinggal disana selamanya."


" Kenapa pindah bos?''


" Disana ada perusahaan almarhum Papa saya, saya akan mengurusnya. "


" Jadi bos akan meninggalkan saya?"


" Kris, saya dan Sofie akan berpisah. Saya ga mungkin mengingat semua kenangan bersamanya. Kamu tahu pria bernama Dion? sepertinya mereka dekat, sepertinya mereka saling mencintai. Saya ga mungkin melihat kebahagiaan mereka. Saya minta sama kamu, urus masalah rumah ini."

__ADS_1


Kris mendadak sedih, baru saja dia bisa merasakan hidup kedua kali karena kebaikan bos nya itu, Shane harus meninggalkannya. Kris tidak ingin berpisah dari bos nya itu. Ia akan mencari akal bagaimana membatalkan rencana bos nya itu, ia ingin tinggal bersama - sama di kota ini. Masalah Sofie, Kris akan mencari tahu masalah kedekatan Sofie dengan pria bernama Dion.


__ADS_2