" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 73 " Rahasia Tersembunyi "


__ADS_3

" Jason, kamu ga pulang? ntar Papa dan Mama mu cariin kamu, lho !"


" Saya ga mau pulang, Paman."


" Kenapa ga mau pulang ?"


" Saya kesal sama mereka. Mereka begitu membenci Tante Sofie. "


" Itu urusan orang dewasa, sayang. Kamu ga boleh ikut campur. Tugas kamu itu hanya belajar."


" Ya, saya tahu, Paman. Tapi, Papa dan Mama itu uda kelewatan. Mereka begitu membenci Tante Sofie."


" Hei...kamu ga boleh ikut campur. Sekarang, Paman akan antarkan kamu pulang. Sekarang minta ijin pada Tante Sofie !"


" Saya ga mau pulang."


Sofie mendengarkan pembicaraan mereka.


" Jason, pulanglah. Nanti kamu kena marah. Pasti Papa dan Mama sudah khawatir sama kamu." ucap Tante Sofie.


" Tante ?" Jason berlari menghampiri Sofie yang masih berdiri di atas anak tangga itu.


" Saya ga mau pulang , Tante !"


" Ga boleh gitu, kamu besok sekolah. Masih banyak waktu sayang, kamu masih bisa kok main kesini !"


Jason terdiam. Ia pun menangis.


" Anak cowok itu ga boleh cengeng." Shane menghapus air mata anak kecil itu. " Sekarang kita pulang."


Dengan perasaan yang teramat sedih, akhirnya Jason pun pulang. Sofie melihat kepergian anak itu. Ia pun menangis.


" Sofie !" panggil Bibi Janet.


" Bi, Jason ingin menceritakan sesuatu, Bi. Apa yang sudah di rahasiakan anak itu?"


" Nak, kamu jangan banyak pikiran dulu ya !"


" Bi, bagaimana mungkin saya ga banyak pikiran, saya banyak mengalami masalah !"


" Begitulah hidup, nak. Semua orang punya masalah. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya."


Sofie pun menangis.


****


Akhirnya Shane dan Jason pun tiba dirumah itu. Shane menyuruh Jason agar Jason minta maaf pada kedua orang tuanya, tapi Jason tidak mau melakukannya.


" Jason, kamu minta maaf sama orang tua kamu dan kamu berjanji ga akan mengulanginya lagi."


" Saya ga mau Paman !"


" Jason, kamu kenapa sih, kenapa susah dibilangi ? "


" Paman tahu kan, Papa dan Mama itu pembunuh. Saya ga mau tinggal bersama pembunuh. "


" Jason, kamu ga boleh memfitnah orang tua mu."


" Saya ga memfitnahnya, Paman. Saya dengar sendiri Paman, mereka yang uda membunuh orang tua Tante Sofie. "


" Jason, kamu masih kecil, kamu belum berhak untuk mengetahui ini semua."


" Maafkan saya Paman, tapi saya mendengarkannya."


" Baiklah. Ini menjadi rahasia kita berdua. Kamu bisa kan? jangan beritahu pada Tante Sofie. Gimana, bisa ?"

__ADS_1


'' Bisa Paman. "


" Gitu dong, sekarang turunlah. Paman yang akan berbicara pada orang tua mu."


Akhirnya Shane dan Jason pun turun dari mobil. Shane mengetuk pintu rumah itu, dan tak berapa lama, Bibi Marry pun keluar.


Begitu melihat Jason, ia sangat terkejut sekali. Bibi Marry pun spontan memarahinya.


" Kamu itu anak yang susah dibilangin, kamu sekarang uda berani pergi dari rumah, bolos dari sekolah. Mau kamu apa sih?"


"Bi, jangan marahi Jason. Jason ga salah."


" Kamu ga usah ikut campur. Ini masalah keluarga kami. Jason, sekarang kamu masuk ke dalam rumah dan temui Papa mu. "


Dengan air mata yang berurai, Jason pun masuk kedalam rumah itu.


" Baiklah Bi, saya pamit dulu. " ucap Shane. Bibi Marry tidak menanggapi ucapan Shane, ia langsung masuk ke dalam rumah.


Shane merasa kasihan pada Jason. Jason merasa kedua orang tuanya bukan contoh yang baik untuknya.


Mengetahui kepulangan Jason, Paman Sammy langsung saja memarahinya.


" Kamu dari mana?" bentak Paman Sammy.


" Saya dari rumah Tante Sofie !" jawab Jason datar.


" Oh bagus. Jadi kamu kerumah Tante Sofie sampai kamu bolos dari sekolah ? kamu masih anak kecil, Jason !"


" Saya kangen sama Tante Sofie !" jawab Jason dengan lantangnya.


" Kangen? kamu kangen sama dia? sekarang cuci tangan, kaki dan basu wajah mu lalu pergi tidur."


Tanpa meminta maaf Jason pun pergi meninggalkan orang tuanya. Jason kembali menangis.


****


Shane mencoba merayunya. Ia ingin Sofie dapat melupakan semua masalah yang ia hadapi.


" Kamu lagi ga datang tamu kan?" tanya Shane sambil merapikan rambut istrinya itu.


" Kamu uda pulang? gimana Jason?"


" Jason baik - baik aja."


" Apakah Paman Sammy memarahinya?"


" Ga, mereka senang - senang aja tuh, karena Jason uda kembali. Oh ya, malam ini kamu harus melayani saya, bisa kan?"


Sofie menatap tajam suaminya itu.


" Kenapa? kamu ga mau? baiklah, saya akan pergi keluar mencari wanita yang bisa di ajak kencan malam ini. "


Sofie menangis.


" Kenapa menangis? kamu tahukan, saya itu ga suka, kalau melihat wanita itu menangis. Ternyata stok air mata kamu banyak juga ya? setiap hari kamu menangis."


Sofie pun menghapus air matanya.


" Sofie, kamu tahukan? saya sekarang bisa sabar, ga kasar lagi, itu karena kamu. Perubahan yang saya alami, tolonglah kamu hargai."


" Tapi kamu ga pernah mengerti perasaan ini, Shane."


" Saya tahu, karena itulah saya ingin mencoba lebih baik."


" Jason menyembunyikan sesuatu dari saya, apa kamu tahu?"

__ADS_1


" Sofie, besok kita akan pergi ke suatu tempat. Dan kamu akan mengetahui semua rahasia yang tersimpan selama ini."


" Kesuatu tempat? dimana itu?"


" Besok kamu akan melihatnya."


" Kenapa tidak sekarang kamu memberitahukannya?"


" Ga surprise itu namanya. Baiklah, sekarang kita tidur, saya uda ngantuk." Shane berpura - pura memejamkan kedua matanya. Ia tak mau melihat Sofie larut dalam kesedihan.


Sofie masih saja melamun. Shane mencoba mengganggu lamunannya.


" Sofie, kemarin sore, saya kena hujan. Badan saya sangat sakit sekali."


" Kamu kena hujan?" tanya Sofie mulai cemas.


" Ya, kamu tahu kan, akhir - akhir ini lebih sering turun di sore hari. "


" Sekarang bukalah bajunya, saya akan urut badan mu." Sofie mengambil alat tempur nya, minyak urut kebanggaannya.


" Kamu mau ngurut badan saya?"


" Ia. Tapi katanya badan kamu sakit !"


" Trus pakai minyak urut itu?"


" Ia, maunya kamu pakai minyak apa?"


" Aduhh..ya uda deh, silahkan..!"


" Ga bau kok, percayalah !"


Shane tersenyum manis padanya. Shane pun membuka bajunya. Sofie mulai mengurut badan suaminya itu perlahan - lahan.


" Lain kali jangan main hujan."


" Siapa juga yang main hujan. Tapi main hujan itu seru juga ya !"


" Seru gimana?"


" Ya, bisa basah - basahan, heheheh..!"


" Kamu ada - ada aja." Sofie menambahkan minyak urut itu lagi. Bau khas minyak itu sangat menyengat sekali.


" Minyak nya bau." ledek Shane.


" Namanya juga minyak urut kalau wangi itu namanya parfum. "


" Oh begitu. Kamu pintar juga mengurutnya. Belajar dari mana?"


" Belajar sendiri. Dulu anak Paman sering masuk angin, jadi mau ga mau, saya harus rajin urut mereka."


" Oh begitu." Shane langsung memutar balikan tubuhnya.


" Sofie, makasih ya !"


" Minyak nya belum kering, kenapa kamu membalikkan tubuh mu?"


" Emang kenapa?"


" Spreinya baru aja saya ganti."


Wajah Sofie pun berubah menjadi cemberut. Shane tidak tahan melihat wajah istrinya itu, ia pun tertawa lepas.


" So...rry....!" ucap Shane sambil membersihkan sisa minyak yang menempel pada sprei itu.

__ADS_1


" Kamu gimana sih?" Sofie semakin cemberut.


Shane tersenyum dan ia langsung mencium pipi istrinya itu. Sofie kaget dan memukul pundak suaminya dengan perlahan.


__ADS_2