
Hari yang dinantikan pun tiba, Shane menepati janjinya untuk mengambil cuti. Shane dan Sofie pergi healing. Healing kali ini tujuannya adalah ke kota B, karena Shane tidak punya banyak waktu untuk pergi ke LN.
Sofie tidak perduli kemana pun pergi, baginya yang penting ia dapat berlibur bersama suami.
Shane mengajak Sofie pergi berlibur ke kota B. Karena disana pemandangannya sangat bagus, Shane ingin membahagiakan Sofie, ia tahu kalau istrinya itu selalu jenuh. Perjalanan dari kota J ke kota B memakan waktu 1 jam 50 menit. Dan tak terasa mereka pun tiba di kota itu.
Sofie baru pertama kali ke kota B. Ia begitu sangat senang.
" Ini kota B?" tanya Sofie kegirangan.
" Ia, Sofie bawel !" ejek Shane.
Sofie seperti anak harimau yang baru keluar dari kandang. Ia sangat takjub akan keindahan kota B.
Mereka pun langsung menuju hotel. Hotel berbintang 5, bertaraf internasional. Hotel yang sangat mewah dan luas sekali.
Setelah menerima card lock, mereka langsung pergi menuju ke kamar mereka.
" Wahhh...kamarnya luas sekali !" ucap Sofie kegirangan.
" Biasa aja, Sofie ! ga usah ribut."
" Hehehe, ia..maaf ! kok kamu ga semangat sih ?"
" Ga semangat gimana ?"
" Kamu diam - diam aja ,"
" Jadi maksud kamu, saya harus jingkrak - jingkrak, gitu ?"
" Dari rumah sampai ke sini, ga ada senyumnya, kayak ga ikhlas !"
" Sofie bawel, laki - laki itu beda dengan perempuan kalau liburan ! dah ah...gerah, mau mandi dulu."
Sofie pun beberes pakaian mereka. Ia mulai kelelahan. Dan tiba - tiba saja ponselnya berdering. Ia melihat nama si penelpon yang tertera di ponselnya, Paman Sammy lah yang menghubunginya. Sofie pun buru - buru mengangkatnya.
" Paman !" ucap Sofie.
" Ia Sofie, ini Paman mu. Lusa Paman mau pulang ke Indonesia. Jason dan Jesi sangat merindukan mu, dan ada hal yang mau Paman katakan sama mu !"
" Paman, saya sangat senang sekali kalau Paman pulang, dan saya memang sangat merindukan Jason dan Jesi. Oh ya gimana kabar Bibi Marry ?"
" Dia baik, "
__ADS_1
" Syukurlah. Oh ya, saya dan Shane lagi ada di kota B, kita lagi berlibur,"
" Oh begitu, maaf kalau Paman uda menganggu kalian !"
" Ga papa, Paman. Salam buat keluarga ya !"
Paman Sammy mematikan ponselnya. Ia sangat senang sekali dapat berbicara pada keponakannya itu.
Sofie menangis. Ia juga sangat senang karena Pamannya telah berbaik hati padanya, Pamannya tidak lagi membenci nya. Sofie benar - benar sudah memaafkan Paman dan Bibi nya. Karena ia tahu, punya dendam selamanya tidaklah baik, yang ada hanya menambah beban pikiran dan dosa saja.
Shane pun selesai mandi. Ia melihat kalau Sofie menangis.
" Kenapa nangis ?"
Sofie langsung menghapus air matanya.
" Tadi ada yang nelpon, siapa ?"
" Paman Sammy,"
" Apa kata Paman mu ?"
" Lusa Paman mau datang ,"
" Hhmm..punya rencana apa dia? "
" Bukannya nuduh, tapi masih ga percaya kalau dia itu baik sama kamu!"
" Shane, tapi Paman uda berubah kok, Paman mau bawa Jason dan Jesi, katanya mereka uda kangen kesini,"
" Baguslah ! kamu ga mandi ?"
" Bentar lagi. Kita hari ini mau kemana?'
" Tidur !"
" Tidur ?"
" Ia, emang kenapa ?"
" Jauh - jauh healing hanya mau tidur doang ?"
" Capek, tau !"
__ADS_1
Sofie pun cemberut. Ia sangat kesal pada suami nya itu.
" Katanya liburan, sampai disini ga kemana - mana, sama aja kalau begitu !"
" Diluar panas, emang kamu mau main panas - panasan ? da ah..saya mau istirahat dulu !"
Shane merebahkan tubuhnya dikasur, sementara Sofie mencibirkan bibirnya tanda tak senang, ia sangat kesal. Berdiam diri di kamar terus, membuat Sofie merasa bosan. Ia pun memberanikan dirinya pergi keluar hotel untuk melihat - lihat keadaan.
Karena hotel tersebut di depan pantai, Sofie pun ingin melihat pantai. Seumur hidupnya ia sama sekali tidak pernah melihat pantai. Karena keadaanlah yang membuat dirinya tidak pernah menikmati liburan, apalagi pergi ke pantai. Ia tidak tahu bagaimana serunya bermain di tepi pantai.
Begitu ia keluar dari lobi hotel, ia langsung melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Pantai yang sangat bagus dan memiliki ombak yang sangat besar.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore. Orang - orang pun sudah banyak yang bermain di tepi pantai itu. Sofie sangat kegirangan, ini baru pertama kalinya ia memijakkan kakinya di pasir putih yang lembut di pinggiran pantai itu.
Seperti anak kecil, Sofie sangat senang sekali. Ia bermain pasir. Ia mencoba membuat sebuah istana dari pasir pantai itu.
Sesekali ombak datang menyapanya, Sofie tidak takut sama sekali. Ia terus menikmati permainan istana pasir nya.
Ia tidak perduli lagi pada suaminya yang sudah terlelap tidur. Ia fokus akan istana pasirnya.
Ia juga melihat banyak yang berenang - renang di tepian pantai itu. Sofie sangat takut untuk mencoba renang. Karena ia sama sekali tidak tahu berenang.
Langit pun tampak gelap. Sepertinya hujan mau turun. Tapi Sofie tidak perduli. Ia tetap asyik bermain pasir. Sesekali ia berlari, berlari seperti anak kecil.
Dan tiba - tiba saja, hujan deras pun turun. Semua orang pun menghentikan kegiatannya. Tapi tidak dengan Sofie. Ia terus menikmati hujan deras itu. Dan ombak pun semakin besar.
Karena ke asyikan bermain, Sofie terseret ombak besar. Orang - orang tidak ada yang tahu. Sofie mencoba minta pertolongan, tapi karena hujan deras, tak seorang pun mendengarkannya.
Sofie terus menangis. Ia sangat menyesal karena terlalu lama bermain di tepi pantai. Ia terus melambaikan tangannya, tapi tetap saja tidak ada yang menolongnya.
Sofie memanggil - manggil nama suaminya, tapi percuma saja, suaminya itu sedang asyik tidur di kamar hotel.
Hari semakin gelap, Sofie pun semakin tidak kelihatan. Shane bangun dari tidurnya. Ia meraba - raba kasurnya, tidak ada Sofie disampingnya.
" Sofie...Sofie...Sofieeee...!"
Shane terus memanggil - manggil nama Sofie. Tidak ada sahutan. Shane melihat jam dinding kamar hotel, sudah pukul 20.00 malam.
Perasaannya semakin tidak tenang. Ia sangat khawatir kemana perginya Sofie. Karena Shane tahu, Sofie tidak pernah datang ke kota B.
Shane mengganti bajunya, lalu ia pergi mencari Sofie. Shane menanyakan pada Resepsionis hotel apakah mereka tahu dimana Sofie atau mereka melihat kemana Sofie pergi. Tapi sayangnya tak satu pun mereka melihat Sofie.
Shane semakin khawatir. Ia mencoba menghubungi ponselnya, tapi ia baru ingat kalau ponselnya tadi tertinggal di kamar hotel.
__ADS_1
Shane mencoba mencari ke pinggiran pantai. Ia keluar , tapi sayangnya hujan turun sangat deras sekali. Shane tidak bisa pergi melihat ke pantai.
Ia menanyakan pada petugas - petugas hotel, apakah melihat Sofie, tapi mereka tidak melihatnya.