" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 28 " Dijodohkan "


__ADS_3

" Uda ga usah tegang gitu, syaratnya simpel aja kok, Sof. Kita cuma minta Miss Sofie dan Dion, bisa?????"


" Bisa apa kak?" to the point aja kak..!"


" Kalian bisa menikah." Pinta Mami Sarah.


" Menikah? hahahaha...kak, saya dan Agnes itu uda tunangan lho..."


" Kan masih tunangan. Kita kurang setuju kalau kalian itu sama. Kakak pengen kamu dapat yang terbaik, Dion. Kakak ga mau, wanita itu hanya mengejar harta mu. Kakak mau kamu itu mendapatkan wanita yang tulus, sayang sama kamu. Ntah kenapa, kakak kurang setuju jika kamu sama Agnes, perasaan kakak sepertinya Agnes beda. Sangat beda. Dulu dia sering main kesini, sekarang dia ga pernah lagi kesini, nanya kabar keluarga kita aja dia ga pernah lagi. Dion, kamu itu adik kakak satu - satunya, kakak mohon carilah yang terbaik."


Semua menjadi hening.


" Maaf Bu, tapi saya sudah menikah." Kata Sofie meyakinkan.


" Apa? Miss Sofie sudah menikah? kok Sarah ga tahu, Miss?" Tanya Sarah.


" Miss Sofie sudah menikah? kenapa kita ga tahu, Miss?" Tanya Mami Sarah lagi.


" Maaf Bu, kalau saya tidak mengundang Bapak dan Ibu juga Sarah, karena kita juga sibuk."


" Hhmm...gitu ya? jadi gagal dong rencana kita, Pi...!" Kata Sarah.


" Husss...kamu masih anak kecil uda sibuk ngurusi perjodohan." Kata Paman Dion sambil mencubit tangan Sarah.


" Sofie, maaf ya kalau kami telah membuat hati kamu sedih. Kami pikir kamu belum menikah, karena itulah kami ingin menjodohkan kalian." Kata Papi Sarah.


Sofie melirik Dion.


" Ga papa, Pak."


Waktu pun berlalu, Sofie pun berpamitan hendak pulang.


" Dion, tolong antarin Sofie dong, ini uda malem. Kasihan Sofie kan, harus pulang sendiri." Titah Mami Sarah


" Lho....kan ada suaminya, kak. Kan bisa Sofie nelpon suaminya, bukan begitu, Sof?"


" Ga usah Bu, terimakasih . Saya bisa pulang sendiri kok. Lagian belum terlalu malam kali kan?" Sahut Sofie.


" Ga boleh gitu dong Miss, kan saya yang ngundang Miss kerumah, jadi kita harus bertanggung jawab, Miss." Kata Sarah menimpali.


" Makasih ya Sarah, kamu anak yang baik. Tapi ga papa kok, Miss pulang sendiri aja. Saya pamitan ya Pak, Bu, Dion dan Sarah. Oh ya...rajin belajarnya ya....jangan lupa juga tetap latihan pianonya."


" Asyiaaappp Miss cantik...!" ucap Sarah sambil memeluk Sofie.


Sofie pun pergi meninggalkan rumah itu. Sofie jadi kepikiran tentang rencana orang tua Sarah tadi.


Ga kebayang, jika mereka mengetahui Agnes yang sebenarnya. Agnes telah bermain api dengan suaminya sendiri, Shane Denaro.

__ADS_1


Ditengah perjalanan, Sofie dikejutkan suara klakson mobil Dion.


" Naiklah.....saya mau bicara sama kamu." Tawar Dion.


" Saya jalan aja, ga papa kok."


" Ga usah nolak, naiklah. Ada hal yang ingin saya bicarakan sama kamu."


Sofie pun langsung naik ke mobil Dion.


Suasana masih hening. Dion masih saja fokus mengemudikan mobilnya. Sofie hanya tertunduk diam.


" Oh ya, suami mu kerja dimana?" tanya Dion membuka pembicaraan.


" Hhmmmm....dia kerja? dia ada bisnisnya. Bisnis kecil - kecilan. "


" Oh gitu...Bagus dong."


Detak jantung Sofie semakin berdetak kencang. Ia takut kalau Dion masih saja bertanya tentang suaminya.


" Oh ya, kapan rencana kalian menikah?" Tanya Sofie


" Mungkin bulan depanlah. Saya ingin pernikahan saya, saya percepat. Karena saya tahun ini mau ke LA, disana ada proyek yang harus saya selesaikan. "


" Oh gitu...!"


" Hhmm....ya. Suatu saat kamu pasti akan kenal dengannya."


Sofie tarik nafas, ingin rasanya ia mengatakan yang sebenarnya. Tapi ia takut.


" Kamu tahu ga, tunangan saya ini pekerja keras. Selain cantik, ia juga cekatan dalam bekerja. Wanita tangguhlah. Makanya saya tertarik dengan sikapnya, kemandiriannya, trus ketekunannya. "


" Wahh...hebat dong."


" Makasih ya, makanya kamu jangan mau dong hanya jadi guru doang. Coba cari jalur lain, jadi wanita pebisnis atau apalah."


Sofie terkejut dengan kata - kata Dion. Sepertinya Dion meremehkan pekerjaannya.


" Sampai kapan pun saya akan tetap jadi diri saya sendiri, apapun pekerjaan saya saat ini, itu tetap saya syukuri. Berhenti disini aja. Rumah saya uda dekat."


" Tunggu...suami kamu pebisnis tapi kok tinggal dikontrakkan? "


" Terserah saya, saya mau tinggal di kontrakan atau dimana pun itu hak saya. Kamu ga usah sibuk ngurusi hidup orang lain. Kamu urus saja kehidupan kamu. Sudah ideal kah mengurusi kehidupan orang lain? terimakasih karena kamu uda capek - capek antarin saya pulang. Terimakasih sekali."


Sofie langsung turun dari mobil. Dan langsung pergi meninggalkan Dion.


Dion terdiam. Ia pun menyadari kalau ucapannya telah membuat hati Sofie sakit hati. Dion menepikan mobilnya dan mengejar Sofie.

__ADS_1


Tapi Sofie keburu pergi. Ia kehilangan jejak Sofie.


Merasa tidak enak, Dion jadi salah tingkah. Ia mencoba menghubungi Sofie, tapi Sofie tidak mengangkat telpon dari Dion.


Sofie terus berlari. Ia menangis. Begitu hinanya dia sehingga harus direndahkan.


Tidak hanya Shane, Dion pun pria yang sombong dan angkuh menurut Sofie.


Ntah mengapa ia harus kenal dengan laki - laki seperti Shane dan Dion.


****


Sebelum berangkat kerja, Agnes ingin menyambangi rumah Shane. Tepat dilampu merah, Dion melihat mobil Agnes.


Dion mencoba menghubunginya. Agnes langsung menjawabnya. Agnes mengatakan kalau ia sedang sibuk dikantor. Padahal Dion melihatnya dijalan.


Agnes mencoba membohongi Dion. Dion merasakan ada yang lain dari sikap Agnes.


Dion pun mencari tahu, mengapa Agnes bisa seperti itu. Mengapa ia harus berbohong.


Lampu hijau menyala. Agnes langsung tancap gas. Dion pun mengikutinya.


Dion tahu jalan ke kantor Agnes sebelah mana. Tapi Agnes, pergi dengan jalan yang lain.


Dion tetap mengikutinya dari belakang. Agnes menuju ke sebuah perumahan mewah.


Rumah yang sangat besar dan megah. Dion sama sekali tidak mengetahui pemilik rumah itu.


..." Mau ngapain Agnes kerumah itu?" apa yang ia lakukan disana?"...


...Gumam Dion....


Dion masih saja melihat dari kejauhan. Ia pun melihat seorang wanita tua, membukakan pintu rumah itu. Ya, itu adalah Bibi Janet.


Dion semakin penasaran. Apa sebenarnya yang terjadi. Dion mengambil ponselnya dan mengambil fhoto rumah itu.


Dion masih saja menunggu Agnes. Dion mencoba menghubunginya lagi. Tapi kali ini ponsel Agnes di nonaktifkan.


Dion semakin marah. Agnes telah berbohong padanya. Dion tahu rumah orang tua Agnes dimana, rumah saudara - saudaranya juga Dion tahu.


Sudah hampir 2 jam Dion menunggu Agnes. Agnes tidak kunjung keluar juga. Dion pergi meninggalkan rumah besar dan mewah itu.


Dion masih saja kepikiran rumah itu dan ucapannya pada Sofie.


..." Selama ini, dimata saya Agnes adalah wanita yang paling sempurna. Dia adalah segala - galanya buat saya. Tapi kenapa kali ini dia bisa membohongi saya. Kira - kira itu rumah siapa ya? kenapa bisa Agnes berlama - lama dirumah itu? siapa pemilik rumah itu? "...


...Gumam Dion......

__ADS_1


__ADS_2