
Pagi hari pun tiba. Pagi ini Sofie lebih awal bangun. Ia sudah tak sabar ingin mengetahui keberadaan suaminya itu.
Padahal hari ini, Sofie ada jadwal mengajar. Tapi ia meminta ijin pada Kepala Sekolah dimana ia mengajar, untuk tidak masuk.
Sofie mengambil ponselnya. Ia kembali mencoba menghubungi Shane. Lagi - lagi tak ada jawaban. Ponsel milik Shane tidak bisa sama sekali di hubungi. Sofie mencoba mengirimkan pesan, pesan tidak ter sampaikan. Ia mencoba mengirimkan pesan melalui email. Pesan terkirim. Ia berharap Shane membaca email dari nya.
Sofie kecewa, ia menangis. Ia semakin merasa bersalah. Ia tak bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada Shane.
Sofie benar - benar merasa kehilangan. Sofie mencoba menghubungi Paman dan Bibi nya, siapa tahu mereka mengetahui keberadaan Shane dimana.
Sofie mencari nama Paman Sammy dan ia pun mencoba menghubunginya.
Belum juga ada jawaban dari sebrang, Sofie mencoba kembali. Ia semakin gelisah. Dan akhirnya telpon pun di angkat Paman Sammy.
" Hallo Paman, Paman saya mau nanya sesuatu sama Paman !"
" Sofie ? tumben kamu pagi - pagi sudah menghubungi Paman. Ada apa? apa yang terjadi ?"
" Paman tahu dimana Shane?"
" Shane? kenapa dengan Shane?"
" Shane dari kemarin tidak pulang kerumah. Saya ga tahu dimana dia sekarang."
" Apa? Shane tidak pulang kerumah?''
" Ia, Paman. Paman tahu kemana biasanya Shane pergi?" Paman Sammy mulai memasang siasatnya.
" Markas. Biasanya dia sering kesana. "
" Markas?"
" Ia, markas dimana kamu dulu pernah memergokinya."
" Baik Paman, saya akan coba kesana. Makasih banyak Paman !''
Sofie langsung mengakhiri pembicaraannya. Ia menutup ponselnya. Ia pun langsung pergi ke markas dimana biasanya Shane menghabiskan waktunya.
" Bi....!"
" Sofie ? kamu mau kemana?"
" Bi, saya mau pergi ke markas. Mungkin Shane ada disana. Bibi dirumah aja ya !"
" Kamu yakin Shane ada disana?"
" Ia, Bi. Paman Sammy yang memberitahukannya. "
__ADS_1
" Baiklah nak, tapi kamu belum sarapan. Apa ga sebaiknya kamu sarapan dulu ?"
" Ga, Bi. Nanti aja saya sarapannya. Saya pergi sekarang ya, Bi. Bibi hati - hati dirumah ya !"
" Ia nak, kamu juga hati - hati ya !"
Sofie pun pergi. Taxi yang ia pesan pun tiba. Sofie meminta pada supir taxi itu agar menambah laju kecepatannya.
***
Akhirnya pesawat yang membawa Kris pun tiba di bandara utama John F Kennedy. Kris pun langsung dibawa ke Massachusetts General Hospital Boston.
Kris akan mendapatkan perawatan sampai ia benar - benar sembuh. Perasaan Shane sangat lega. Perjalanan membawa Kris berjalan dengan baik, tak ada halangan.
Shane semakin yakin, Kris akan sembuh. Shane hanya bisa menyerahkan semua ini pada pihak medis.
Hotel pun telah di pesan. Kali ini Shane akan menginap di salah satu hotel terdekat dengan rumah sakit tersebut. Agar jarak untuk memantau Kris tidak terlalu jauh.
Mereka pun tiba di rumah sakit tersebut. Kris langsung di bawa keruangan ICU. Disana ia langsung ditangani oleh para Dokter Profesional.
Shane pun berpamitan pada pimpinan rumah sakit tersebut agar dirinya istirahat. Ia kembali ke hotel.
Shane mengambil ponselnya. Ia membuka galeri ponselnya dan melihat fhoto Sofie, istrinya itu.
Shane tak akan memberitahukan pada Sofie dimana keberadaannya sekarang. Shane akan menyelesaikan masalah ini seorang diri.
Kepada Paman Sammy, Shane juga tidak memberitahukan keberadaannya. Ia ingin semua orang tidak tahu akan keberadaannya.
Ia membuka pintu kamarnya. Kamar yang sangat luas. Wangi parfum khas hotel itu membuat dirinya merasa nyaman, sejenak ia melupakan semua masalahnya.
Shane langsung mengambil handuk, ia bergegas mandi. Karena hari ini , ia akan menghabiskan waktunya untuk istirahat.
****
Sofie pun tiba di Markas. Ia sama sekali tak melihat ada Shane disana. Markas itu pun kosong sama sekali, tidak ada orang di dalam.
Ternyata Paman Sammy telah menyuruh orangnya untuk mengikuti Sofie. Lagi - lagi Sofie kecewa dan pencariannya gagal lagi.
" Sofiiiieee !" panggil seorang pria dari sebrang jalan.
Sofie menoleh ke arah datangnya suara. Sofie mulai takut. Sebab disana sangat sepi sekali, tidak ada orang sama sekali. Kakinya mulai gemetar disaat pria asing itu mulai mendekatinya.
" Kamu ngapain disini?" tanya pria asing itu.
" Kamu siapa?" tanya Sofie balik
" Saya Mark. Hhmm..teman Shane."
__ADS_1
" Kamu temannya Shane?"
" Ya. Kamu ngapain disini?"
" Saya mencari Shane. Sudah 2 hari ini dia tidak pulang. Kamu tahu dimana dia?"
" Shane? kamu mencari dia? apa kamu ga tahu apa yang di alaminya?"
Perasaan Sofie mulai tidak tenang mendengar penjelasan Mark.
" Apa yang terjadi pada Shane ?"
" Dia buronan polisi."
" Apa? Shane jadi burunan polisi. Kenapa ini bisa terjadi?"
" Shane mencoba melakukan rencana pembunuhan, tapi sayangnya rencana tersebut gagal, makanya Shane melarikan diri."
" Rencana pembunuhan? Shane melarikan diri?"
" Ia. Salah satu anak buah Shane, dialah yang mengatakannya. Kenapa kamu masih mencari orang yang sekejam Shane? Shane itu tidak layak hidup."
" Ga, saya ga percaya suami saya seperti itu. Dia orang baik."
" Kamu lihat video ini. Ini adalah video salah satu suruhan Shane." Mark memberikan ponsel miliknya.
Sofie merampas ponsel milik Mark.
..." Nyonya Sofie, saya bersaksi bahwa suami anda Shane Denaro telah melakukan rencana pembunuhan terhadap saya dan keluarga saya. Saya akan mengatakan yang sebenarnya. Ini semua rencana suami anda, Nyonya. Shane lah yang telah menyuruh saya untuk menculik mu dan ingin membunuh mu. Karena ia tak mau kalau anda selalu ikut campur dalam hidupnya. Jadi sekarang, Shane melarikan diri. Jadi tolong tinggalkan Tuan Shane. Ia tak layak dijadikan suami. Shane itu pembunuh, Nyonya. Lebih baik anda tinggalkan Shane, sebelum anda menyesal."...
Isi video itu pun berakhir. Sofie menjerit menangis.
" Ga mungkin Shane melakukan ini. ga mungkinnnnnn....!" teriak Sofie
" Sofie, itulah kenyataannya. Sekarang kamu uda tahukan?"
" Shane...! tega dia melakukan ini sama saya."
" Sekarang terserah kamu. Kamu mau percaya atau tidak. Saya juga sudah tak lagi bersama dengan Shane. Karena Shane itu pecundang, jika salah satu orang nya melakukan kesalahan, Shane tidak sungkan untuk menghabisinya. Saya tidak tahan, makanya saya keluar."
Hasutan Mark pun semakin diterima Sofie. Sofie terus saja menangis. Ia mulai percaya pada ucapan Mark.
" Sebaiknya kamu pulang. Saya akan antarkan kamu pulang !" tawar Mark.
Sofie hanya bisa mengangguk. Mark pun mengantarkan Sofie pulang. Mark mencoba menenangkan Sofie. Ia melihat wanita cantik itu sekarang dalam dekapannya. Ia pun membidikkan kamera ponselnya.
Mark tersenyum tipis. Ia tahu apa yang akan ia lakukan. Sekarang Sofie telah percaya pada Mark. Sofie sekarang berada dalam genggaman Mark.
__ADS_1
..." Ternyata wanita ini sangat cantik sekali. Pantas saja dulu Shane menyuruh Kris untuk menculiknya. Ternyata Shane telah jatuh hati pada wanita ini. Setelah Shane melihat fhoto ini, Shane akan meninggalkan Sofie untuk selamanya. Dan Paman Sammy akan menggenggam Shane. Kita lihat saja, apakah Paman Sammy bisa mengambil alih semua kekayaan Shane?" ...
gumam Mark.