" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 118 " Paman Sammy Minta Maaf "


__ADS_3

Sebulan berlalu, Dokter telah memastikan kalau Sofie benar - benar sudah pulih. Akhirnya Shane dan Sofie pun kembali ke kota J.


Dari kejadian yang di alami Sofie, Shane semakin protected pada istrinya itu.


" Kamu pernah janji kan kalau saya uda pulih saya bisa bekerja lagi ?" tanya Sofie


" Kamu mau kerja lagi?"


Sofie menganggukkan kepalanya.


" Kamu boleh bekerja, tapi dengan syarat !"


" Syarat ? harus pake syarat?"


" Ya, "


" Apa syaratnya ?"


" Kamu hanya boleh ngajar di Taman Kanak - Kanak !"


" Kenapa ?"


" Ga repot, simpel aja, gitu !"


" Tapi, mana ada yang mau menerima saya !"


" Kan belum di coba !"


" Kenapa harus di taman kanak - kanak?"


" Gurunya ga ada laki - laki, "


" Jadi karena itu?"


" Ya, itulah salah - satunya, "


" Ga adil ,"


" Kenapa ga adil ? kamu ga akan capek, Sofie !"


" Tau ah, males lihat kamu !"


Sofie marah, dan langsung masuk ke kamar. Shane menyusul istrinya itu.


" Buat makanan dong, laper !" titah Shane.


Sofie masih saja marah, ia menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


" Sofie, saya laper !"


Sofie tidak perduli. Ia masih berdiam diri di dalam selimut tebal itu.


" Jangan buat saya marah, !"


Sofie pun jadi takut. Ia membuka selimutnya.


" Ia..ia..ia..!"


" Jangan cemberut, ntar ga enak masakannya !"


Sofie pun turun untuk segera memasak. Shane mengambil sebuah kotak kecil dari dalam lemari. Ia membuka kotak itu dan mengambil sebuah cincin berlian. Pink Star Diamond Ring, sebuah cincin berlian yang termahal di dunia .


Shane mengingat tentang cincin itu. Ia mengingat awalnya bertemu dengan Sofie. Cincin itu dulunya ingin diberikan pada Sofie sebelum mereka menikah.


" Besok adalah anniversary pernikahan kami, saya ingin memberikan cincin ini pada Sofie !" gumam Shane.


Shane merasa kehadiran Sofie adalah hadiah terbesar dari Tuhan untuk hidupnya, walaupun kadang Sofie selalu membuat ulah, ceroboh tapi Shane begitu sayang padanya. Hari - harinya pun semakin berarti.

__ADS_1


Shane menyimpan kembali kotak kecil itu, ia memasukkannya di sebuah brankas kecil. Ada beberapa fhoto ketika Shane menculik Sofie. Ia mengambilnya. Shane tersenyum gimana dulu ia menculik Sofie, air matanya pun mengalir.


" Sayang....sayang....sayang....!'' panggil Sofie dari arah dapur.


Shane mendengar panggilan itu. Ia menghapus air matanya. Shane segera turun.


" Makan lah, makanannya uda masak !"


Shane tersenyum.


" Makasih ya !"


" Ya, sama - sama !"


" Hhmm..kelihatannya enak, "


" Ia dong, untuk suami tercinta, hehehe !"


" Kamu kenapa? kok tumben romantis gitu ?" tanya Shane


" Hahaha, ia ya, saya juga ga tahu. Kamu tahu ga, kita berdua itu manusia aneh ya!"


" Aneh ?"


" Ia, kita terus ribut, ga pernah ada romantisnya, ya kan ?''


" Uda lah ga usah dipikirkan, sekarang kita makan. "


****


Pagi - pagi sekali, Shane bangun dari tidurnya. Ia melihat kalau Sofie masih tidur. Shane mengambil kotak itu dari dalam brankas.


Shane membangunkan istrinya itu.


" Sofie, bangunlah !"


" Masih jam 04.00 subuh, kenapa kamu cepat sekali bangunnya?" tanya Sofie.


" Ia, karena ada sesuatu buat kamu !"


" Sesuatu apa?"


Sofie pun segera merapikan posisi duduknya.


" Kamu ingat hari ini tanggal berapa?"


Sofie mencoba mengingatnya.


" Ia, saya ingat."


" Kamu ga tahu, hari ini hari apa buat kita ?"


Sofie pun menutup kedua matanya.


" Astaga, hari ini hari anniversary kita !"


" Ia, syukurlah kamu ingat. Selamat hari anniversary ya !"


" Sama - sama, selamat hari anniversary juga buat kamu !"


Shane memberikan kotak perhiasan itu.


" Bukalah !"


" apa ini?"


" Lihat aja !"

__ADS_1


Sofie membukanya. Sebuah cincin berlian yang sangat bagus, kilauan matanya begitu sempurna.


" Bagus sekali !" ucap Sofie dengan senangnya.


" Maaf Sofie, hanya itu yang bisa saya berikan !"


Sofie menangis.


" Seumur hidup saya, saya belum pernah dapat seperti ini ! makasih banyak ya sayang !"


Shane langsung memeluk Sofie.


****


Paman Sammy pun tiba di kota J. Ia langsung memberitahukan pada Sofie kalau mereka telah tiba.


Sofie sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jesi dan Jason. Sofie dan Shane menjemput mereka ke bandara.


" Tante Sofieeeee....!" Jesi dan Jason langsung memeluk Sofie.


" Sayang - sayang Tante...!" Sofie menangis.


Shane hanya diam. Ia tidak mau menyapa Paman Sammy.


" Shane, apa kabarnya ?" tanya Paman Sammy.


Sofie menganggukkan kepalanya pada Shane, ia memberikan sebuah isyarat.


" Saya baik Paman !" jawab Shane datar


" Oh ya, kita langsung kerumah aja ya !" titah Sofie.


Diam - diam , Bibi Marry pun ikut pulang ke Indonesia. Ia tidak mau tinggal di Aussie seorang diri.


Mobil mewah itu pun tiba di mansion mewah nan besar itu. Paman Sammy pun berdecak kagum pada mansion itu.


" Paman, Sekarang kami tinggal di mansion ini !"


Paman Sammy menangis.


" Paman jangan nangis, kalau Paman nangis saya juga ikut menangis. " ucap Sofie.


" Sofie, Paman uda banyak salah sama kamu. Dari kecil Paman selalu menyiksa mu, Paman ga bisa kasih kebahagiaan buat mu, kamu bisa kuliah itu juga karena kerja keras mu bukan karena Paman. Paman sangat bangga sama kamu, sekarang kamu uda sukses, nak ! Shane, terimakasih karena sudah memilih Sofie menjadi istri mu, saya minta sama kamu, bahagia kan dia , karena Sofie dari kecil tidak pernah mendapatkan kebahagiaan. Sayangi dia, Shane ! Paman juga mau minta maaf sama kamu Shane, Paman uda banyak berbuat salah sama kamu, Paman uda selalu membuat mu kecewa, "


" Ia Paman, saya berjanji akan tetap membahagiakan Sofie, saya akan selalu menjaganya. Saya juga minta maaf ya Paman, selama ini saya juga banyak kesalahan yang sudah saya buat. Paman, saya yakin, dengan Paman datang menemui Sofie, itu bukan berarti ada kalah menang dalam masalah ini. Tapi kita disini harus saling menyayangi dan mencintai dan jangan ada lagi percekcokan di keluarga ini, itu permintaan saya Paman !"


" Ia Shane. Sofie, Bibi mu belum mau minta maaf pada mu !"


" Paman, saya itu tetap sayang sama kalian semua. Mungkin saat ini Bibi Marry masih tertutup hatinya, tapi yakinlah pasti nanti Bibi Mary menyadari akan kesalahannya. "


" Tapi dia keras kepala,"


" Sudahlah Paman, oh ya karena hari ini adalah hari anniversary kami, gimana kalau kita makan malam untuk merayakan ini." tawar Sofie.


" Sofie, kita makan diluar aja, sayang ! Jesi dan Jason pasti uda lapar, ya kan sayang !" ucap Shane


Shane memeluk Jesi dan Jason, pelukan yang hangat dari seorang Paman ex mafia.


malam itu adalah malam yang sangat bahagia, akhirnya Paman Sammy datang menemui keponakannya. Ia memberanikan dirinya untuk meminta maaf pada Sofie , untuk semua perlakuan kasarnya selama ini.


Sofie wanita yang berhati malaikat , ia tetap memaafkan Paman nya. Ia tetap menyayangi keluarga Pamannya itu. Karena Sofie tahu, di bumi ini hanya Paman dan Bibi nya pengganti kedua orang tuanya.


Tak henti - hentinya Sofie menangis. Jika di ingat begitu berat penderitaan yang dialami Sofie. Disiksa, dimaki, Sofie juga harus kehilangan kedua orang tuanya, bahkan dari kecil Sofie tidak mengenali orang tuanya.


" Paman, saya mau ada Bibi disni, saya ingin kita semua pergi ke makam Ayah dan Ibu. Saya ingin kita semua nyekar kesana. Ibu dan Ayah pasti senang karena kita uda bersatu kembali. "


" Paman, apa yang dibilang Sofie itu benar, besok kita akan pergi ke pulau kecil itu,"

__ADS_1


" Ya, Paman sangat setuju Shane, Sofie !"


__ADS_2