
" Ini selimut dan bantalnya. Silahkan kamu tidur." Kata Shane sambil melemparkan selimut dan bantal itu.
" Saya beneran tidur di sofa?" Tanya Sofie dengan kesalnya.
" Kamu budek ya? tadi kan uda saya bilang kamu itu tidurnya di sofa."
" Saya kan istrinya kamu, masa sih kamu biarin saya tidur di sofa? Kamu tega banget ya..!"
" Ia, saya emang tegaan. Kamu keberatan ?"
" Ya da deh..tidur dimana aja ga papa, yang penting dekat dengan kamu hehehe..." Goda Sofie.
" Ga usah pake ketawa, saya ga suka."
Shane langsung merebahkan dirinya di kasur. Sementara Sofie harus merebahkan dirinya di sebuah sofa yang tak jauh dari kasur milik Shane.
" Kamu kepikiran dengan Agnes ga?'' Tanya Sofie
" Ga usah bahas Agnes."
" Kenapa? dulu juga di bangga-banggain, lah sekarang jadi benci wkwkwkwkw..."
Shane melemparkan sebuah bantal kecil ke wajah Sofie.
" Kamu bisa diam ga sih?"
" Hahahaha...seharusnya kamu itu bersyukur dan berterimakasih sama saya. Saya kan uda selamatin kamu." Kata Sofie.
" Selamatin apa?"
" Selamatkan pernikahan kamu. Lah..coba kalau ga ada saya, kamu pasti malu kan...malu kan...kan..kan...hahahaha...." Ledek Sofie.
" Jadi sekarang saya harus gimana sama kamu?" Tanya Shane dengan seriusnya.
Sofie mendekati Shane.
" Kamu harus baik lah. Kamu pikir saya ini apa? harus kamu bentak - bentak dan kamu marahi. Saya juga punya hati, saya juga manusia."
Shane terdiam...
" Ehh...tahu ga, orang ya kalau uda nikah itu pergi bulan madu, jalan - jalan trus makan. Lah kamu sendiri gimana? masa ga ada bulan madunya sih..!"
" Ga ada bulan madu, jangan harapkan itu."
" Wahhh kenapa? emang salah ya kalau saya minta bulan madu?"
" Ga salah. Tapi saya ga suka. Uda kamu tidur aja. Ga usah berisik. Sakit pala." Shane pun menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal miliknya.
" Hhmm..dasar manusia aneh. Terbuat dari apa sih hati nya ini, susah amirrr..isss...iisss..iisss..amit..amit..!"ledek Sofie sambil merapikan selimut milik Shane.
****
Pagi hari pun tiba, Shane sudah lebih dulu bangun. Sofie masih saja tertidur pulas. Ia benar - benar lelah.
Shane tak mau membangunkannya. Shane keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan untuk sarapan.
Bibi Janet senyum - senyum melihat Tuannya itu menuruni anak tangga. Wajahnya lebih ceria.
" Selamat pagi tuan Shane." Sapa Bibi Janet.
__ADS_1
" Ya Bi, selamat pagi juga." Jawab Shane.
" Sofie belum bangun, Tuan?"
" Belum Bi, sepertinya dia kelelahan. "
" Kelelahan?" Bibi Janet pun tersenyum begitu mendengar Sofie kelelahan.
" Kenapa Bi kok senyum - senyum?"
" Ga papa Tuan heheheh, silahkan dimakan sarapannya Tuan. "
Bibi Janet langsung pergi meninggalkan Tuannya itu.
Selesai sarapan, Shane langsung kembali ke kamarnya. Ia masih melihat Sofie tertidur.
Sudah pukul 09.00 akhirnya Shane pun membangunkannya.
" Bangun...bangun..kamu ga kerja ya? uda pukul 09.00. "
" Astaga? kamu kenapa ga bangunin saya? kan saya jadi telat."
" Kok jadi marah sih? kan yang salah kamu, makanya ingat waktu."
" Aduhh....gimana mau saya pergi ngajar, baju saya juga ga ada. "
" Kamu pakai baju mama aja."
" Hehehe..kamu kok baik banget sih? Uda tobat ya? hihihihi..."
" Uda ga usah becanda, buruan mandi biar saya anter. Itu selimut dirapiin."
Sofie pun bersiap - siap untuk mandi. Shane hanya bisa geleng - geleng kepala melihat istrinya itu.
Shane masih saja canggung dan ia sangat gugup melihat istrinya itu. Wanita itu terlalu cantik tapi sedikit menjengkelkan.
Sofie anak yang periang, sedikit bawel dan suka bercanda, kadang Shane merasa jengkel akan canda dan kejahilannya.
Sofie pun selesai mandi. Ia memilih beberapa baju yang akan ia kenakan.
" Buruan, jangan lama- lama ntar kamu telat. "
" Ia..ini uda selesai kok."
Akhirnya Shane dan Sofie pun pergi. Shane mengantarkan Sofie ke sekolah dimana ia mengajar.
Mereka pun tiba di sekolah. 5 menit lagi jam pelajaran Sofie akan dimulai.
" Malam ini saya tidur di kontrakan aja ya.." Pinta Sofie.
" Kenapa?" Tanya Shane.
" Hhmm..saya..saya...!"
" Terserah kamu, mau tidur dimana. sekarang turun lah. " Titah Shane.
" Ia..makasih ya."
Sofie pun langsung keluar dari mobil itu. Ia buru - buru masuk ke sekolah.
__ADS_1
Shane melihat Sofie dari kejauhan. Ia mengingat kembali Agnes. Shane sangat kecewa sekali. Ia benar - benar di bohongi wanita yang sangat dicintainya.
Sofie juga melihat mobil Shane masih berada di parkiran sekolah itu. Ia sangat sedih sekali, Shane benar - benar tak menganggap dia sebagai istrinya.
Shane sangat cuek dan tidak perduli. Berkali - kali Sofie mencoba menggodanya dan berbuat lelucon tapi Shane tidak perduli.
" Miss sofie...!" Sapa Sapak Kepala Sekolah.
" Pak Kepala Sekolah? selamat pagi Pak. Maaf Pak ,saya agak telat."
" Tidak Miss. Saya boleh bicara sebentar?"
" Hhmm boleh Pak. Ada apa ya Pak?"
" Selamat ya Miss, sekarang Miss sudah sah menjadi Nyonya Denaro."
" Nyonya Denaro?"
" Ia. Miss kan uda nikah sama Tuan Shane Denaro."
" Hhmm ia, Pak. Tapi maaf Pak, saya melakukan ini karena..?"
" Apa pun itu alasan Miss, saya turut berbahagia. Miss tahu ga? Shane itu dulu alumni dari sini. Makanya saya sangat bangga sekali pada Miss. Shane itu anak yang baik miss. Kedua orang tuanya juga selalu membantu sekolah ini. Begitu juga dengan Shane. Ia selalu membantu sekolah kita ini. Banyak bantuan yang sudah beliau berikan untuk sekolah ini, Miss."
" Oh ya? kenapa saya ga tahu ya Pak, hehehe..."
" Ya karena saya kan ga pernah cerita sama Miss hahaha... kalau guru - guru yang lain mereka semua pada tahu kok."
" Tapi Pak, pekerjaan Shane itu..?"
" Saya tahu Miss, tapi saya dengar Shane akan mengambil alih lagi perusahaan orang tua nya. Saya sangat setuju sekali dengan rencana baik itu."
" Perusahaan?"
" Ia. Perusahaan dibidang kontraktor. Shane itu anak yang pintar lho. Semoga kamu bisa menjadi istri yang baik buat dia ya Miss. Saya berharap kamu bisa membimbingnya kembali dan kamu bisa menjadi istri yang baik seperti ibu nya Shane."
Sofie pun tersenyum.
" Ia Pak. Makasih banyak ya Pak.."
" Ia Miss. Sekarang silahkan mengajar lagi Miss."
Bapak Kepala Sekolah itu pun pergi meninggalkan Sofie. Sofie semakin bangga pada Shane. Ia semakin mencintainya dan ia berharap ia bisa membantu rencana baik Shane.
*****
Suasana Di Paris
Akhirnya Dion melamar Agnes. Dan Agnes pun sangat senang sekali. Tapi ia masih bingung bagaimana kisah cintanya dengan Shane.
Agnes wanita yang lihai masalah cinta, ia pun mencari jalan bagaimana ia akan memutuskan pria yang membuat hari - harinya selalu bahagia.
Agnes tahu, Shane itu teramat cinta padanya. Shane tak mau kehilangan Agnes.
Tak ada sedikit pun rasa kasihan pada Shane. Ia mempermainkan Shane padahal Shane sudah amat serius.
Shane dan Dion sama -sama pria kaya, tampan dan gagah, tapi sayangnya Agnes lebih memilih Dion.
Agnes adalah wanita matre walaupun sebenarnya ia juga bekerja. Dion dan Shane selalu membuat Agnes happy dengan shopping sepuasnya.
__ADS_1