
Semakin hari Sofie semakin bosan, karena sama sekali tidak ada kegiatannya. Shane pun lebih sering pulang malam, Sofie merasa sangat kesepian.
Diam - diam, Sofie mencari pekerjaan. Ia mengajar les privat, selain musik, ia juga mengajar privat untuk semua mata pelajaran.
Tanpa sepengetahuan suaminya, Sofie akhirnya mempunyai kegiatan. Betapa senang hatinya, ia bisa kembali mengajar les privat.
Sofie tidak mengenal lelah, dari rumah ke rumah ia lakukan agar bisa mengajar les privat. Ia tak perduli. Selagi tidak ketahuan suaminya, ia tetap akan melakukannya. Bukan masalah uang, hanya saja Sofie melakukan itu karena basic yang ia miliki, ia tidak mau diam di hunian mewah itu seorang diri.
Sofie juga meminta pada Shane agar tidak memperkerjakan orang di mansionnya. Awalnya Shane keberatan, tapi Sofie menjelaskan kalau mereka butuh, mereka bisa panggil jasa kebersihan online.
Akhirnya Shane pun nurut tanpa curiga apa maksud dari semua itu. Setelah Shane pergi ke kantor, Sofie pun langsung pergi mengajar privat. Ada sebagian anak yang belum sekolah, tapi karena ingin tahu akan musik, Sofie pun menerimanya.
Mengajar anak yang usia 3 tahunan bukanlah hal yang mudah. Tapi Sofie tetap sabar melakukannya, dari pada berdiam diri.
Suatu hari, Shane pagi - pagi sekali sudah pergi kekantor. Pagi itu Sofie tidak ada sama sekali menanyakan mengapa perginya terlalu cepat.
Sofie seperti tidak perduli, seperti biasa ia tetap menyediakan sarapan pagi. Tidak ada menanyakan apa - apa kepada suaminya itu.
Shane heran, ada apa istrinya.
" Sofie, kamu kenapa? ada masalah ?" tanya Shane
Sofie menggelengkan kepalanya
" Ga, saya ga papa !"
" Kenapa kamu diam?"
" Siapa juga yang diam? ga ada ahh...!"
" Kamu beda, kamu ga seperti biasanya. "
" Emang biasanya saya seperti apa?"
" Kamu tahu jam berapa sekarang? kamu ga ada nanya kenapa sepagi ini perginya ?"
" Emang ini uda jam berapa? "
" Kamu lihat jam dong !"
Sofie pura - pura saja ga tahu, padahal ia sangat berharap Shane cepat pergi, agar Sofie juga bisa mengajar les privat. Sofie tak mau, kalau Shane mengetahui hal ini. Ia takut Shane akan marah padanya.
__ADS_1
" Hah...jam 5 pagi? maaf, saya ga tahu. Mungkin karena hunian ini terlalu besar. Trus kamu kenapa cepat sekali perginya ?"
" Ada meeting penting hari ini dengan klien. Klien nya orang ternama di kota ini juga. Makanya, saya harus cepat perginya, ga boleh telat !"
" Oh gitu, ya uda buruan pergi !"
" Ya, saya permisi. Oh ya, kamu kalau lelah, langsung aja cari pekerja untuk tinggal disini !"
" Ia sayang, ya uda buruan pergi nanti telat !"
Shane hanya menganggukan kepalanya. Shane sangat heran ada apa dengan Sofie. Sepertinya ia begitu senang jika Shane cepat pergi ke kantor.
Shane pun pergi, mobilnya pun berlalu. Sofie langsung saja bergegas untuk mandi. Ia siap - siap akan pergi mengajar les privat.
Wangi parfum nya sangat menggoda. Buru - buru ia mengunci pintu dan langsung pergi meninggalkan mansion mewah itu.
Sesekali ia melihat arloji yang di pergelangan tangannya, 10 menit lagi les akan di mulai. Sepanjang jalan, Sofie terus berdoa, agar Shane tidak mengetahui pekerjaannya.
Tibalah Sofie dirumah mewah dan besar. Ia langsung masuk. Dan disana ada seorang pria paruh baya, sedikit tampan, dengan stelan jas hitam. Sofie sangat gugup ketika bertemu dengan pria paru baya itu. Pria itu adalah Tuan Bryan Anderson, ayah dari anak yang les privat bersama Sofie. Ternyata Tuan Bryan belum pergi ke kantor. Kedua mata Tuan Bryan tidak berkedip melihat kecantikan Sofie.
Ia pura - pura tidak tahu siapa Sofie. Ia pun menanyakan keperluannya, mengapa datang kerumahnya.
" Kamu siapa?" tanya Tuan Bryan
" Ini Sofie sayang, dia ini guru les pianonya Keanu, "
" Oh begitu. Kenapa selama ini Papa ga tahu?"
" Habisnya Papa kan buru - buru terus pergi ke kantor. Ya uda buruan, hari ini ada meeting dengan klien kan? jangan sampe telat !"
Tuan Bryan hanya bisa manggut - manggut saja, ia begitu sangat terpesona akan kecantikan Sofie. Ingin rasanya berkenalan dan meminta nomor ponsel nya, tapi ia ingat, ada istri nya di sampingnya.
Tuan Bryan itu pun pergi meninggalkan rumah , tapi ia selau saja menoleh melihat Sofie. Sungguh cantik sekali ciptaan mu ya Tuhan, bathin Tuan Bryan.
Disepanjang jalan, Tuan Bryan tidak bisa fokus, selalu saja kepikiran pada Sofie. Mata yang indah, rambut panjang yang terurai, senyumannya yang manis, sangat sulit untuk dilupakan.
Tuan Bryan ingin sekali menanyakan pada supirnya tentang Sofie, tapi ia takut kalau istrinya akan mengetahuinya.
Tuan Bryan pun tiba dikantor Shane Denaro. Disana sudah ada Shane dan beberapa pimpinan perusahaan yang lain. Tuan Bryan terlambat 5 menit. Tapi Shane bisa memakluminya.
" Shane , maaf ya saya telat. Tadi ada urusan penting."
__ADS_1
" Ya, Pak ! saya memakluminya, baiklah sekarang kita mulai meetingnya !" ucap Shane.
Meeting pun segera di mulai. Waktu pun berjalan, tibalah mereka istirahat dan makan siang.
"Pak, dari tadi saya perhatiin Bapak sepertinya lagi bahagia, kiss dari istri nya begitu candu ya ?" ledek Shane sambil tertawa.
" Hahaha...bukan Shane, kamu tahu ga? anak saya les privat musik, gurunya itu cantikkkk banget, kalah orang yang dirumah, hahaha..!"
" Hahaha...masa sih, Pak ! hhmm...jadi Bapak naksir sama dia?" tanya Shane.
" Bukan hanya naksir aja, Shane ! tapi pengen dia dijadiin istri juga, hahaha...!"
" Hhmmm..giliran lihat yang bening - bening aja, lupa ma umur !"
" Kamu uda tahukan, kalau saya itu sama istri agak kurang romantis. Oh ya, kamu gimana? istri mu juga romantis ga? atau kita sama punya istri kurang romantis?"
" Istri saya itu ga ada obat, uda cantik, baik, romantis, serba bisa semua, ga ada tandingan lah !"
" Apakah dia kerja?"
" Dulunya dia guru, tapi semenjak kami pindah ke mansion, saya ga bolehin dia kerja lagi. Karena saya mau, dia fokus ke anak."
" Ya, saya tahu. Tapi dengan sendirinya dia di mansion, apa ga membuat dia jenuh?"
" Saya rasa ga, Pak ! karena saya tahu, dia pasti betah."
" Shane, jangan terlalu lugu, sekarang itu banyak kasus di sosial media, istri dilirik pria lain, dan akhirnya selingkuh karena suami nya tadi selalu ngekang dia."
" Mudah - mudahan dia ga seperti itu , Pak !"
" Ya, mudah - mudahan aja. Tapi guru les anak saya itu, idaman banget Shane, saya ingin sekali dapat nomor ponselnya !"
" Hahaha, cari sampai dapat, Pak. Jangan kasih kendor !"
" Ia, kamu bener. Paling tidak, dia bisa menghibur hari - hari saya, Shane. Setiap saya pulang kerumah, saya selalu ribut sama istri. Kamu tahu kan, istri saya itu, dia hanya tahu shopping, ngabisin uang. Dia ga pernah berpikir, saya itu capek kerja. Dia hanya bisa menghabiskan uang dengan kumpul bersama teman - teman geng sosialitanya. Shane, saya malah iri sama pegawai saya, mereka yang sudah menikah, mereka bisa romantis, saling tertawa, bercanda, beda dengan saya.!"
" Pak, roda kehidupan itu berputar. Mungkin istri Bapak sekarang begitulah masanya, tapi yakinlah suatu saat dia pasti berubah."
" Ah..ntahlah Shane, ntah kapan dia bisa berubah !"
" Bapak sabar ya !"
__ADS_1
Mereka pun bubar dari ruangan meeting itu. Tuan Bryan pun langsung pergi meninggalkan kantor milik Shane itu.