" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 79 " Obat - Obatan Terlarang "


__ADS_3

Pagi - pagi sekali, Shane pergi dari rumah. Ia tidak meminta ijin pada Sofie, karena Sofie masih tertidur sangat pulas sekali. Ia tak mau mengganggunya.


Tanpa mandi, Shane mengambil jaket dan ia langsung turun. Bibi Janet juga belum bangun dari tidurnya.


Pagi ini, ia harus menemui Paman Sammy. Ada sesuatu yang harus ia kerjakan. Shane menemui Paman Sammy di sebuah pelabuhan.


Ternyata Shane tergoda akan tawaran Paman Sammy, yaitu penjualan obat - obatan terlarang. Ntah mengapa, Shane bisa termakan akan rayuan Paman Sammy.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Sofie pun bangun dari tidurnya. Ia melihat sekeliling kamarnya, ia tak mendapati Shane ada tidur disampingnya.


Sofie merapikan tempat tidur itu. Lalu ia pergi ke kamar mandi. Ia tak melihat Shane ada disana. Setelah membersihkan wajahnya, Sofie turun. Dibawah juga, ia tidak menemukan Shane.


Sofie pun penasaran, kemana pergi suaminya itu pagi - pagi sekali. Ia melihat keluar dan ia tidak menemukan ada mobilnya disana. Benar saja, Shane pergi.


Sofie mencoba menghubungi suaminya itu. Tapi ponselnya tidak bisa di hubungi sama sekali. Rasa penasaran Sofie pun semakin besar. Perasaan Sofie pun semakin tidak tenang. Ia begitu sangat khawatir pada suaminya.


" Sofie, kamu kenapa nak?"


" Bi, Shane pergi. Saya ga tahu kemana dia pergi. Dia ga ada pamit, ga ada ninggalin pesan juga !"


" Astaga? pergi kemana dia?"


" Ntahlah, Bi."


" Coba hubungi lagi, nak !"


" Sudah Bi. Saya akan coba hubungi Kris, Bi. Pasti Kris tahu kemana dia pergi."


Sofie mencoba menghubungi Kris. Tapi ponselnya tidak bisa juga dihubungi. Sofie sedikit kesal.


Sofie kembali naik keatas, karena hari ini dia akan pergi mengajar. Sofie mencoba menenangkan dirinya. Ia melihat pintu lemari pakaian sedikit terbuka. Sofie mencoba menutupnya.


Sejenak matanya terbelalak, ketika ia melihat sebuah ponsel. Sofie mengambilnya. Dan ia mencoba membuka ponsel itu.


Selama ini, Sofie tidak tahu mengenai ponsel itu. Yang ia tahu, Shane, suaminya itu hanya memiliki satu ponsel saja. Sofie pun mencoba membukanya. Ia mencoba membuka semua isi dari ponsel itu, siapa tahu saja ia dapat menemukan informasi kemana suaminya itu pergi.


Sofie mencoba membuka sebuah pesan. Ia membaca semua pesan masuk dari Paman nya.

__ADS_1


" Ternyata pagi ini mereka ketemuan di pelabuhan. Apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Shane menyembunyikan ini dari saya?" gumam Sofie.


Tanpa mandi, Sofie langsung mengganti pakaiannya. Sofie tidak ingin melihat suaminya itu bekerja sama dengan Paman nya.


Dengan sangat buru - buru, Sofie pun pergi. Ia hanya mengirimkan pesan kepada Bapak Kepala Sekolah, bahwa hari ini, ia tidak bisa mengajar.


Setelah berpamitan pada Bibi Janet, Sofie pun pergi. Bibi Janet pun heran, mengapa Sofie pergi sangat buru - buru sekali.


Sofie menaiki taxi, ia meminta pada supir taxi itu agar menambah kecepatan laju mobilnya. Karena suasana di pagi hari, jalanan itu pun sedikit macet. Sofie mencoba tenang.


Jalan menuju pelabuhan itu sangatlah jauh, membutuhkan waktu berjam - jam untuk sampai disana. Supir taxi itu sangat bingung melihat sikap Sofie. Sofie sangat gelisah sekali.


Supir taxi itu tidak mau ikut campur masalah penumpangnya. Tapi ia tetap menasehati agar Sofie tetap berhati - hati, karena disana banyak mafia - mafia nakal.


Sofie pun tiba di pelabuhan itu. Dengan memakai masker, Ia langsung keluar dan mencari - cari tempat yang di maksudkan Pamannya itu.


Sofie terus berjalan. Banyak orang berlalu lalang. Benar saja kata supir taxi itu, disana banyak mafia - mafia nakal.


Kakinya sedikit gemetar ketika ia melihat suaminya bersama Pamannya dan beberapa orang asing. Mereka sedang bertransaksi obat - obatan terlarang, selain obat - obatan, ia juga melihat 5 koper yang berisikan uang.


Sofie menangis menyaksikan suami nya harus melakukan pekerjaan kotor itu.


Setelah selesai bertransaksi, orang - orang asing itu pun pergi meninggalkan Pamannya dan suaminya itu.


" Shane, apa yang baru saja kamu lakukan?" tanya Sofie dengan lantangnya.


Shane dan Paman Sammy menoleh ke arah suara Sofie.


" Sofie ? kamu ngapain disini?" tanya Shane balik bertanya.


" Seharusnya saya yang nanya kamu, kamu itu ngapain disini?"


Shane tidak bisa menjawab pertanyaan istrinya itu. Shane begitu gugup, begitu juga Pamannya.


" Jawab Shane, apa yang kamu lakukan disini? kamu menjual obat - obatan terlarang?"


" Sofie, kenapa kamu selalu ikut campur masalah suami mu?" Paman Sammy menimpali.

__ADS_1


" Paman? untung aja kita bertemu disini. Banyak yang harus saya tanya ke Paman."


" Sudahlah Sofie, kalau kamu ga mau melihat suami mu seperti ini, kamu bisa pergi meninggalkannya. Bereskan? "


" Ga Paman, saya ga akan biarkan suami saya hancur karena ulah Paman."


" Hancur karena ulah saya? kamu sadar ga sih kamu itu ngomong apa? kamu itu ga tahu apa-apa Sofie, sebaiknya kamu pulang. Jangan ikut campur masalah kami."


" Ga Paman, saya ga akan pulang. Paman adalah orang jahat, sangat jahat. Karena uang, Paman bisa melakukan apa saja yang Paman inginkan. Paman itu ga punya perasaan."


" Diam kamu Sofie !" bentak Paman Sammy.


" Maafkan saya Paman, kalau saya uda terlalu lancang melawan Paman. Tapi ini memang harus saya lakukan, agar Paman itu bisa berubah. Paman tahu, banyak jiwa - jiwa tersakiti karena ulah Paman. Paman tahu itukan?"


" Sofie, saya bisa jelasin ke kamu, kamu itu salah paham !" ucap Shane.


" Salah paham? salah paham gimana? saya melihat sendiri suami saya melakukan pekerjaan kotor, kamu bilang saya itu salah paham?"


" Kita bisa bicarakan ini baik - baik dirumah, kita pulang sekarang !"


" Ga, saya ga mau menyelesaikan ini dirumah. Saya mau kita selesaikan masalah ini, disini. Kebetulan ada Paman, jadi lebih terbuka."


" Tapi disini banyak orang."


" Kamu mikirin orang? kamu perduli sama mereka? kamu menjaga perasaan mereka? trus, kamu ada ga mikirin saya? mikirin Bibi Janet? wanita yang uda bertahun - tahun ngurusin kamu dari kecil , dan nyatanya kamu kasih Bibi Janet dengan uang haram kamu. Kamu pernah mikir ga?" bentak Sofie.


" Cukup Sofie, sekarang kita pulang."


" Saya ga mau pulang. Lebih baik saya mati dari pada saya harus hidup sama orang seperti kamu. Kamu keterlaluan Shane. Kamu pembohong."


" Udahlah Shane, wanita seperti Sofie masih banyak kok, lebih dari dia juga kamu bisa mendapatkannya. Buang saja dia, dia itu ga berguna. Hanya menambahi beban hidup mu." ucap Paman Sammy.


" Yang Paman katakan itu benar. Saya hanya menambah beban hidup kalian


.Makanya kalian itu bisa sesuka hati menyakiti perasaan orang lain. Hingga Paman itu tega membunuh saudara kandungnya sendiri. Ayah dan Ibu saya, ntah apa salahnya mereka pada Paman, hingga paman tega membunuh mereka dan menguburkan mereka di pulau yang tidak berpenghuni. Bertahun - tahun saya mencari dimana makam orang tua saya, dan akhirnya saya menemukan makam mereka. Dimana letak hati nurani Paman? Paman yang selama ini saya anggap uda seperti orang tua saya sendiri, tega menyakiti perasaan saya."


Shane dan Paman Sammy terdiam. Mereka tidak bisa berbicara sepatah dua kata.

__ADS_1


__ADS_2