
Rumah kontrakan yang tidak begitu besar, hanya ada satu kamar, berada di gang sempit, disanalah Sofie tinggal.
Tempatnya tidak begitu jauh dari kota. Disanalah Sofie akan memulai hidupnya yang baru.
Rumah kecil itu, dihiasi dengan berbagai jenis bunga, ruang tamu itu juga di tata dengan rapi sekali.
Pagi ini, Sofie mencari pekerjaan. Ia mendatangi ke seluruh sekolah - sekolah.
Dulu ia harus berbohong pada Bibi Janet dan Shane kalau ia sudah mendapatkan pekerjaan. Ia harus rela berbohong agar dapat keluar dari rumah itu.
Pagi ini, ia mengunjungi salah satu sekolah yang bertaraf Internasional. Ia mencoba melamar pekerjaan disana. Rejeki memang tidak kemana, Sofie pun diterima di sekolah itu.
Betapa bahagianya ia, ketika Bapak Kepala Sekolah langsung menyuruhnya untuk bekerja hari itu juga.
Ucapan syukur selalu terucap dari wanita cantik dan penyabar itu. Ini adalah hadiah dari sebuah kesabaran yang ia lakukan selama ini.
Sofie langsung dibawa Kepala Sekolah untuk memasuki sebuah kelas yang memang pada saat itu ada kelas musik.
" Selamat pagi anak - anak semua, ini ada Miss baru kita, yang akan mengajarkan bidang study musik. Untuk lebih lanjutnya, saya persilahkan Miss Sofie memperkenalkan diri pada anak - anak. Silahkan Miss...!" Titah Bapak Kepala Sekolah.
" Baik Pak, terimakasih Pak. Selamat pagi buat anak - anak sekalian. Ada pepatah yang mengatakan jika tak kenal maka tak sayang. Jadi supaya kita saling sayang, Miss akan memperkenalkan diri dulu. Nama lengkap Miss adalah Sofia Agatha, bisa dipanggil Miss Sofie. Miss akan mengajarkan bidang study Kesenian khususnya di bidang musik dan Vokal. Semoga anak - anak bisa lebih menyukai musik dan vocal ya hehehe....! ya, sementara ini dulu perkenalan kita. Nanti kita lanjut lagi ya.. "
" Baik Miss Sofie, karena hari ini anak- anak ada pelajaran musik, langsung aja nanti masuk di kelas ini."
" Baik Pak, terimakasih banyak ya Pak..!"
" Sama - sama Miss Sofie."
Kepala Sekolah itu pun langsung pergi meninggalkan kelas itu. Sofie pun mulai mengajar.
__ADS_1
Pagi itu, anak - anak itu sangat senang sekali, mereka mendapatkan guru yang baru. Gurunya cantik, rapi dan ramah, itulah yang terucap dari anak - anak kelas VII SMP itu.
Pelajaran pun berlangsung dan semua anak - anak itu menyambutnya dengan baik. Ada salah satu anak yang bernama Sarah, ia langsung sangat tertarik pada Sofie.
" Miss, apakah Miss juga menerima les musik?" Tanya Sarah.
" Ehmm...menerima sih, kalau ada yang mau, nak." Jawab Sofie sambil melemparkan senyum manisnya pada Sarah.
" Saya mau Miss . Mami saya pernah bilang, saya harus les musik dan vocal. Tapi ya datang kerumah saya sih, apakah Miss bisa?" Tanya Sarah lagi.
" Baiklah. Nanti Miss minta alamat kamu ya...!
Rejeki datang bertubi - tubi. Sofie sangat senang sekali. Sekilas ia pun lupa dengan Shane orang yang ia cintai.
****
Rumah mewah dan besar itu begitu sepi, hanya ada Shane dan Bibi Janet. Karena ada Sofie lah, rumah besar itu terkadang tampak ramai, Sofie selalu menyanyi, bermain piano.
Shane melihat kamar Sofie. Biasanya kalau selesai bekerja, Sofie selalu menjahit baju - bajunya yang rusak. Shane juga pergi ke dapur, biasanya juga disana Sofie selalu membuat kue dan memasak sop kesukaan Shane.
Benar - benar terasa sepi sekali. Shane pun jadi sering keluar rumah. Ketika ada Sofie, Shane bisa di hitung berapa kali pergi keluar rumah, karena sebenarnya pun Shane sangat senang melihat Sofie, tapi karena egois Shane tidak pernah memperlihatkan jika dirinya butuh seorang Sofie.
Tak hanya Shane yang merasa kesepian, Bibi Janet pun sangat kesepian sekali. Di usia yang tak muda lagi, ia harus pelan - pelan dan harus berhati - hati dalam membersihkan rumah itu.
Dulu ada Sofie, Bibi Janet hanya menyetrika pakaian dan mengerjakan pekerjaan yang ringan - ringan saja, sekarang semua sudah dikerjakan Bibi tersebut.
Bibi Janet menangis. Ia mengingat semua kenangannya bersama Sofie. Ia tak tahu harus bagaimana jika ia sudah tak bisa bekerja lagi, tak bisa berjalan lagi. Siapa yang akan mengurusnya.
Bibi Janet tidak mempunyai keluarga, hidup menjadi perawan tua selamanya adalah pilihannya. Masa tua nya hanyalah bersama Shane.
__ADS_1
Ia takut kalau Shane menikah, punya istri yang kejam, bagaimana hidupnya nanti. Semua dipikirkan oleh Bibi Janet. Ia selalu menangis.
Shane tahu kegelisahan dan kecemasan Bibi Janet, ia pun meminta pada Agnes agar dapat bersikap baik pada Bibi Janet.
Agnes hanya mengatakan ia dan ia, ga tahu gimana nanti kedepannya. Tapi perasaan Bibi Janet mengatakan jika Agnes bukanlah orang baik.
Agnes sudah semakin rajin datang kerumah itu. Jika tak ada Shane, Agnes selalu memarahi Bibi Janet. Ia selalu mengatakan jika pekerjaan Bibi Janet kurang rapi.
Tidur dirumah itu pun sudah semakin rajin ia lakukan. Agnes selalu memerintah Bibi Janet, berlaku kasar dan suka - sukanya pada Bibi Janet.
Bibi Janet hanya bisa bersabar dan ia tak tahu harus kemana pergi. Sudah hampir sebulan ini, Sofie tak pernah memberikan kabar padanya.
Semakin rindu pada Sofie, Bibi Janet terpaksa harus berbohong pada Shane. Ia mulai pergi mencari Sofie. Ia tak tahu nomor ponsel Sofie. Karena Sofie memang tak memiliki ponsel.
Suatu hari, Bibi Janet sakit. Ia demam tinggi. Shane meminta pada Agnes untuk merawatnya, tapi Agnes tidak mau. Malah Agnes memarahi Bibi Janet dan memaksanya untuk bekerja.
Perlakuan kasar Agnes pun diketahui oleh Shane.
" Salah Bibi Janet apa? kamu kok tega sih marahin Bibi? beliau sudah tua, kasihan dia."
" Sayang, kamu tahu ga sih Bibi Janet itu uda ga bisa lagi kerja. Dia uda tua, sebaiknya kita antarkan aja dia ke panti. Kamu mau, masa tua dia, kamu yang urus? kalau dia ga bisa jalan lagi, kamu mau nuntun dia ke kamar mandi, bersihin muntahnya? mau ga? kalau saya sih, ga mau. Mending saya ga jadi nikah sama kamu, dari pada kerjaan saya ntar ngurusin pembantu kamu itu."
" Nes, Bibi Janet itu uda lama ikut dengan keluarga saya. Waktu saya kecil juga, Bibi Janet lah yang mengurus saya. Jadi saya ga akan kirim Bibi Janet ke panti."
" Jadi maksud kamu, Bibi itu saya yang harus urus, gitu? pliss deh sayang, atau kamu kirim aja wanita tua itu sama si Sofie, mereka kan sama - sama pesuruh kamu."
" Sofie ?"
" Ia, Sofie mantan asisten rumah tangga kamu. Cewek miskin itu. Kan dia sayang sama Bibi Janet. "
__ADS_1
Sejenak Shane terdiam. Ia kembali mengingat nama itu lagi.