" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 78 " Rahasia Terkuak "


__ADS_3

" Saya tahu kamu takut pada Shane kan? Shane begitu berarti dalam hidup mu, Shane banyak menolong mu, menolong keluarga mu, hingga kamu takut untuk mengatakan yang sejujurnya."


" Bukan begitu, Nona !"


" Sudahlah, saya permisi."


Sofie beranjak pergi. Air matanya mengalir, isak tangisnya tak dapat ia tahan. Ia harus pergi tanpa mengetahui siapa pelaku pembunuh kedua orang tuanya.


" Baiklah, saya akan memberitahukannya, Nona !" ucap Kris dengan lantangnya.


Sofie menghentikan langkah kakinya. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap tajam mata Kris.


" Maafkan saya, Nona. Jujur, saya ga bisa memendam ini semua. Yang membunuh kedua orang tua mu adalah Paman mu sendiri, Sammy dan Istrinya."


Seperti disambar petir disiang hari, Sofie begitu terkejut mendengarkan ucapan dari Kris. Jantungnya seakan mau lepas, denyut nadinya seakan mau pecah. Apa yang dikatakan Kris rasanya tidak mungkin. Mendadak ia lemas tak berdaya. Sofie berdiri mematung, air matanya semakin berurai.


" Nona Sofie, Paman mu lah dalang semua ini. Dan saya lah yang telah menculik mu dan membawa mu ke pulau itu. Maafkan saya Nona Sofie, kalau kamu mau, hukumlah saya."


" Kamu bohongkan Kris, ga mungkin Paman saya melakukan ini. Kamu bohongkan?"


" Saya ga bohong, saya mengatakan yang sebenarnya. Saya tahu semua rahasia ini, Paman mu sendiri yang mengatakannya. Paman mu ingin menguasai semua harta Tuan Shane. Sebelum ia menguasainya, ia ingin menyingkirkan mu terlebih dulu, karena kamu penghalang untuk nya. Mereka ga ingin melihat mu bahagia, makanya Paman mu sangat membenci mu."


Sofie menangis dengan histeris.


" Paman mu sangat menginginkan kematian mu, sama seperti kedua orang tua mu. Jadi makam kedua orang tua mu, memang benar adanya, di pulau itu, tapi saya ga tahu dimana letak posisinya."


Sofie masih saja menangis. Ia tak menyangka, Paman nya sendiri tega menghabisi kedua orang tuanya dan juga menginginkan kematian keponakannya sendiri.


" Bagaimana Shane? apakah dia tahu juga?" tanya Sofie


" Ya, Tuan Shane sudah mengetahuinya. Dia ga mau kalau kamu mengetahui semua ini, ia takut kalau kamu akan membalaskan dendam mu, karena Paman mu itu sangatlah berbahaya. Jangan khawatir pada Tuan Shane, ia tak ikut sama sekali hal ini, justru ia mau membantu mu untuk membalaskan dendamnya."


" Trus, selama hampir sebulan Shane pergi menghilang, kamu tahu kemana dia?"


" Waktu penculikan mu di pulau itu, saya di tembak oleh Paman mu. Shane menolong saya. Karena saya koma, dan belum juga sadarkan diri, Shane membawa saya ke USA. Disana, saya mendapatkan pengobatan. Shane membawa saya ke sebuah rumah sakit, supaya saya cepat sembuh dan sadar dari koma, karena saya lah saksi dari semua masalah ini. Shane lah yang menolong saya, karena kebaikannya lah, sampai sekarang saya masih bisa berkumpul dengan anak dan istri saya."


" Trus, apalagi yang kamu ketahui tentang Paman saya?"


" Paman mu juga telah mencuri seluruh senjata milik Tuan Shane."


" Apa? dia mencuri?"


" Ya, Tuan Shane melihatnya dari CCTV. Semua ada buktinya."


Sofie kembali menangis. Ia sangat malu pada dirinya sendiri. Paman yang selama ini sudah dianggap sebagai orang tuanya, tega melakukan perbuatan keji dan tidak terhormat.

__ADS_1


" Baiklah Kris, terimakasih untuk semua informasi yang uda kamu beritahukan. Saya janji, saya ga akan beritahukan ini pada Shane. "


" Ya Nona Sofie. Saya juga minta maaf karena saya uda terlibat dalam masalah ini."


" Ya, saya uda memaafkan mu. Semoga kamu ga akan mengulangi perbuatan mu lagi."


" Ya, saya tidak akan mengulanginya lagi, Nona !"


Sofie pun pergi meninggalkan rumah tersebut. Ia masih saja menangis. Ia tidak percaya akan kejahatan Paman dan Bibi nya.


Melihat Sofie menangis, Kris semakin tidak tega pada wanita itu. Ia pun merasa sangat kasihan.


****


Taxi yang membawa Sofie pun tiba dirumah itu. Sofie menghapus air matanya. Ia tak ingin Shane melihatnya dalam kesedihan.


Shane keluar dan berdiri di depan pintu. Ia melihat kepulangan Sofie.


" Kamu dari mana? kenapa jam segini baru pulang?" tanya Shane.


" Saya ada urusan. "


" Urusan apa?"


Sofie tidak bisa menahan air matanya. Ia pun langsung menangis.


Sofie hanya menggelengkan kepalanya.


" Sofie, lihat saya. Kamu kenapa? apa ada yang berbuat jahat sama kamu?"


Lagi - lagi Sofie menggelengkan kepalanya.


" Trus kamu kenapa menangis?"


Sofie bingung menjawab semua pertanyaan suaminya itu. Ia tak tahu harus berbuat apa, ingin sekali ia marah pada Pamannya itu. Sofie juga ingin memberitahukan pada Shane, kalau ia sudah mengetahui semua rahasia selama ini. Tapi ia sudah berjanji pada Kris, tidak akan memberitahukannya pada suaminya itu. Sofie benar - benar sangat membenci Paman dan Bibinya.


" Sofie, saya paling ga suka melihat orang menangis. Kamu tahu kan itu bukan tipe saya? jadi kalau kamu ga mau memberitahukannya , sebaiknya kamu diam." bentak Shane.


Sofie pun mendadak diam. Ia menghapus air matanya. Shane meninggalkannya sendiri di depan rumah itu.


Sofie pun mengikutinya dari belakang . Bibi Janet melihat kalau istri majikannya itu menangis.


" Sofie? kamu kenapa, nak?" tanya Bibi Janet.


" Ga Bi, saya ga kenapa - napa !"

__ADS_1


" Kamu menangis, kamu punya masalah?"


Sofie mencoba tegar dan menahan tangisnya. Ingin rasanya ia bercerita pada Bibi Janet, tapi ia takut.


" Bi, saya hanya rindu pada orang tua saya, itu aja kok."


Sayup - sayup Shane mendengar penjelasan Sofie. Ia turun dan langsung menemui istrinya itu.


Shane langsung menarik tangan Sofie dan ia langsung mengajak Sofie naik ke atas.


" Lepaskan saya Shane, tangan saya sakit !" ucap Sofie mencoba melepaskan tangannya.


Tapi Shane tidak perduli, ia trus menarik tangan istrinya itu.


" Kamu rindu sama orang tua mu? kamu jangan bohong, kamu jangan membohongi Bibi Janet. Kamu tahu, saya paling ga suka kalau ada yang bohong dirumah ini !"


" Saya ga bohong, saya mengatakan yang sebenarnya!"


" Saya tahu kamu itu seperti apa Sofie. Kamu menyembunyikan sesuatu kan? ayo jawab?"


" Ga, saya ga menyembunyikan sesuatu dari kamu."


" Susah ngomong sama kamu."


Karena Sofie tidak tahan memendamnya, akhirnya ia pun mengatakannya pada suaminya itu.


" Kamu tahu tentang kejahatan Paman saya, tapi kenapa selama ini kamu ga mau memberitahukannya pada saya?"


" Maksud mu?"


" Orang tua saya, kematian mereka ternyata karena ulah Paman saya."


" Kamu tahu dari mana?"


" Ga perlu kamu tahu. Tapi yang jelas, mereka telah membunuh orang tua saya."


" Trus mau kamu apa? membalaskan dendam mu?"


Sofie kembali menangis. Ia sangat terpukul telah kehilangan orang tua yang ia sayangi.


" Saya ga tahu cara membalaskan dendam, Shane !''


" Sofie, bagus kalau kamu uda tahu semuanya. Ya, memang Paman dan Bibi mu yang melakukan ini semua."


" Mereka tega melakukan ini pada saya, hiks..hiks..hiks...!"

__ADS_1


" Itu semua karena Bibi mu, wanita yang uda menghasut Paman mu. Kamu harus sabar melihat sikap Paman mu seperti itu. Saya tahu, kamu itu bukan tipe wanita pendendam, membenci. Tapi kamu bisa membawa masalah ini ke ranah hukum, jika kamu mau."


Sofie menggelengkan kepalanya, banyak yang harus ia pertimbangkan jika ia membawa masalah ini ke ranah hukum.


__ADS_2