
Shane dan Sofie pun tidak bisa berlama - lama di kota S. Dan akhirnya mereka pun kembali ke kota J. Kepulangan mereka kali ini tidak lagi menaiki bus.
Mereka berdua pun tiba di bandara dengan tepat waktu. Shane membantu Sofie membawa koper. Shane selalu memegang tangannya.
Sofie mendadak heran, Shane begitu perhatian sekali. Didalam pesawat pun, tangan mereka berdua selalu berpegangan. Sofie sedikit risih kepada penumpang lain, karena Shane memperlakukan Sofie seperti anak kecil saja.
Akhirnya mereka pun tiba di kota J. Betapa bahagianya Shane, akhirnya ia kembali dengan membawa Sofie pulang.
" Akhirnya kita sampai juga !" ucap Shane dengan perasaan lega.
Sofie hanya tersenyum tipis.
" Kamu pasti lelah. Kita ke apartemen aja !" ucap Shane .
" Ke apartemen?"
" Ia, dirumah ada Kris dan keluarganya. Saya ga mau kamu jadi terganggu ,"
" Saya atau kamu yang terganggu ?" ledek Sofie.
Shane tersenyum
" Kamu mulai jahil ya !" ucap Shane sambil mencubit pipi Sofie.
" Ah..sakit !" rengek Sofie sambil memukul pundak Shane.
" Kita boleh kencan ga?"
" Apa? gila kamu !"
" Hahahaha, becanda kok !"
" Belum bisa sayang !" ucap Sofie sambil tersenyum manis pada Shane.
" Sebentar aja !" rengek Shane.
Sofie menggelengkan kepalanya. Shane pun memesan taxi. Akhirnya taxi itu pun tiba dan mereka pun berlalu.
Tibalah mereka di sebuah apartemen yang sangat mewah. Shane menekan tombol lift, lantai 10 menjadi pilihannya.
Ting...
Pintu lift pun terbuka, mereka telah tiba di lantai 10. Shane terus memegang tangan Sofie. Tak pernah terlepas dari genggamannya. Sofie terus memandangi ruangan yang sangat besar itu.
" Kamu suka?" tanya Shane
Sofie hanya menganggukan kepalanya.
" Sekarang pergi lah mandi, trus kamu istirahat, kamu pasti lelah !" titah Shane.
Sofie hanya menganggukan kepalanya. Shane memesan makanan, dan tak berapa lama makanan pun tiba. Lalu ia mengambil ponselnya. Dan ia pun sibuk dengan ponselnya itu.
Selesai mandi, ia pun menghampiri Shane.
" Kamu ga mandi?" tanya Sofie
" Ntar lagi !"
Sofie duduk di samping Shane.
" Kamu hebat ya!" puji Sofie.
" Hebat apa?"
" Punya segalanya !"
Shane tersenyum
" Saya ga hebat , karena saya uda pernah buat kamu kecewa !"
Sofie pun bengong
" Sofie, saya ga bisa melupakan waktu kita bertemu dulu. Perbuatan saya itu ga bisa di maafkan. Saya sangat menyesal, Sof ! ntah kenapa sampai sekarang, saya belum bisa melupakan kejadian itu."
" Lupakanlah ! semua itu ga perlu diingat - ingat lagi. Saya uda mengikhlaskannya. Lagian, kita uda bersama, ga perlu lagi disesali."
Kedua mata Shane pun berkaca - kaca. Sofie langsung memeluknya.
__ADS_1
" Mungkin itu jalan yang sudah di takdirkan Tuhan untuk kita, harus seperti itulah yang kita jalani. Tapi saya bangga sama kamu, kamu mau bertanggung jawab," ucap Sofie
" Saya ga mau jauh dari kamu !" pinta Shane.
Sofie tersenyum. Ia hanya menganggukan kepalanya.
" Sekarang pergilah mandi !" titah Sofie.
" Kiss dulu !" pinta Shane manja.
" Apa'an sih!"
" Ya uda, saya ga mau mandi kalau ga di kiss,"
Mmuacchhh...
Ciuman mendarat di pipi Shane.
" Sekarang mandi lah !"
" Makasih ya !" ucap Shane.
Sofie hanya bisa tersenyum. Ia pun merapikan kopernya. Ponsel milik Shane pun berdering. Sofie mencoba melihatnya. Ia melihat nama si penelpon, Paman Sammy.
Perasaannya pun semakin khawatir, ia takut kalau Paman Sammy mengajak Shane kembali ke bisnis haramnya.
Shane pun selesai mandi.
" Tadi ponsel mu berdering !"
" Oh ya?"
Shane langsung mengambil ponsel miliknya dan melihat nama si penelpon.
" Paman Sammy !"
" Mau apa dia?"
" Ntahlah. Lupakan aja !"
Masih memakai handuk, dan tiba - tiba saja Shane langsung memeluk Sofie dari belakang.
" Cuma peluk doang kok !"
" Ga mau ah..!"
" Kangen, tau !"
" Ia, saya tahu, tapi kita belum bisa !"
" Kenapa belum bisa?"
" Kamu ga ingat, dulu kita pernah pisah !"
" Itu semua gara - gara kamu, kayak gini kan jadinya !"
Sofie hanya tersenyum
" Ia, itu semua salah saya, saya minta maaf !" ucap Sofie
" Sekali aja dong !"
" Ga ah..,"
" Plis, kamu tega banget sih !" rengek Shane manja.
Shane kembali memeluk Sofie dari belakang. Sofie pun mencoba mendorong tubuh Shane, tapi sayangnya tenaganya tidak terlalu kuat.
Tanpa menunggu lama Shane langsung menyambar bibir milik Sofie. Merasa tidak ada balasan dari Sofie, Shane menghentikannya.
" Payah !" ucap Shane kesal.
Sofie hanya tertawa. Merasa di permainkan, Shane kembali memeluk Sofie. Dan kali ini pelukannya begitu erat, Sofie pun tidak bisa mengelak.
Shane langsung menggendong Sofie, dan membawanya ke tempat tidur.
" Lepaskan Shaneeee !" teriak Sofie
__ADS_1
" Ga, saya ga akan lepasin kamu, kamu uda membuat saya menggila sama kamu !"
" Shaneee, saya mohon lepasin saya !"
Shane tidak mendengarkannya. Shane membaringkan Sofie di atas tempat tidur. Shane mencoba membuka kancing baju milik Sofie, tapi Sofie mencoba menghindar.
" Jangan lakukan itu, Shane !" pinta Sofie.
Shane pun menghentikannya.
" Tapi saya uda...?"
" Ia saya tahu, tapi belum saatnya !"
Sofie memperbaiki kancing baju nya yang telah di buka. Ia tahu kalau mantan suaminya itu sangat merindukan belaian dari nya.
" Sabar !" ucap Sofie sambil tersenyum.
Shane merasa malu.
" Besok kita akan segera menikah !" ucap Shane sambil merapikan handuknya.
Sofie hanya tertawa lepas.
" Pake ketawa lagi !" ucap Shane sambil menuju ke kamar mandi.
Sofie terus saja tersenyum. Terpaksa ia menolak untuk bercinta, karena ia tak mau melakukan perbuatan itu, sebelum mereka sah kembali suami istri.
" Katanya kalau di panggil sayang, kamu suka kan? kita makan yok, lapar !" pinta Sofie
Shane kembali membasahi tubuhnya , karena Sofie terus memanggilnya, akhirnya ia pun keluar dari kamar mandi.
" Kenapa ga pakai baju?" tanya Sofie.
" Males ah..!"
Sofie langsung mengambil baju dari dalam lemari itu, dan memberikannya pada Shane.
" Pakailah. Jelek tau hanya pakai handuk doang !"
Dengan wajah yang murung, Shane mengambil pakaiannya dan kembali masuk ke kamar mandi.
" Nah, gitu kan kelihatan tampannya !" puji Sofie.
" Uda ah ga usah muji mulu, pokoknya besok kita langsung nikah !" ucap Shane rada kesal.
" Hahaha, ia."
" Oh ya, untuk sementara kamu tinggal disini ya !"
" Kenapa ?"
" Kris dan keluarganya ada dirumah, trus kamu juga ga boleh keluar tanpa sepengetahuan saya !"
" Kenapa?"
" Nanti kamu ketemu Dion lagi !"
Sofie mendadak diam.
" Kenapa diam? kamu masih mikiri dia ?"
" Ga, saya ga mikirin dia. Kamu cemburu sama Dion ya ?" ledek Sofie
" Dalam hidup saya ga ada istilah cemburu, "
" Yakin? saya bisa kok nebak pikiran mu, hehehe !"
" Ga usah ketawa, ga ada yang lucu !"
" Kamu kalau marah makin maco ya, kamu tahu ga, kamu itu kelewatan tam...."
Muach....ciuman mendarat di bibir manis Sofie.
Sofie pun kaget karena tiba - tiba Shane menciumnya.
" Ga usah bawel, ribut mulu kamu !" ucap Shane.
__ADS_1
" Maaf, "