" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 31 " Ketahuan "


__ADS_3

Malam pun semakin larut. Akhirnya Dion dan Sofie kembali ke hotel. Ternyata kamar mereka satu lantai.


" Terimakasih ya, kamu uda mau nemani saya satu malam ini. Terimakasih juga buat coklatnya.." Kata Sofie.


" Ya, sama - sama. Masuklah dan istirahatlah." Titah Dion.


Sofie pun masuk ke kamarnya dan Dion masih berdiri mematung didepan kamar Sofie. Ia masih memikirkan Agnes.


..." Agnes, kenapa kamu bisa bohongin saya?apa sih mau kamu?"...


...Gumam Dion...


Dion pun pergi meninggalkan kamar Sofie. Malam itu Dion tak bisa tidur. Ia kembali ke luar hotel.


Mencari udara segar di malam hari, ia pun pergi ke lobi hotel. Disana masih banyak tamu - tamu hotel yang sedang duduk bersantai. Dan akhirnya kecemasan Dion terjawab sudah tentang Agnes.


Ia melihat Agnes dan pria yang disebut - sebut art nya itu kekasihnya. Dion langsung mencari tahu dan benar saja itu adalah Agnes.


..." Pria itu? sepertinya saya pernah melihatnya. Tapi dimana ya? wajahnya ga asing. "...


Dion pun mengingat - ingat wajah pria itu. Dan akhirnya Dion mengingatnya.


..." Ya, pria itu pernah mengunjungi Sofie ketika Sofie sakit. Saya lupa namanya. Ia...ia..ia...pria itu temannya Sofie. "...


Tapi Dion masih bisa menahan amarahnya. Ia tidak mau gegabah.


..." Jadi seperti ini kelakuan kamu, Nes. Dibelakang saya ternyata kamu selingkuh. Baiklah, saya akan beli permainan mu. Lihat saja, apa yang akan saya lakukan."...


Ucap Dion sambil menahan geramnya.


Shane dan Agnes mereka terus saja berkencan sambil tertawa . Mereka sampai lupa waktu. Tidak ada lagi rasa canggung diantara keduanya.


****


Pagi hari, cuaca sangat baik sekali. Sofie belum juga bangun dari tidurnya.


Tapi Dion subuh - subuh sudah bangun dan ia tak sabar ingin memergoki Agnes dan kekasihnya itu.


Dion mencoba menghubungi ponsel Sofie. Ia ingin menceritakan semua kejadian yang ia lihat malam itu.


Dion mengirimkan pesan..


Kring.....


Ponsel Sofie berdering.


" Selamat pagi nona cantik, gimana tidurnya? apakah kamu mimpi indah?"


Sofie membaca pesan tersebut. Dan membalasnya.


" Selamat pagi juga...saya tidur terlelap sekali. Hingga lupa ini sudah jam berapa 🤦"

__ADS_1


Pesan terkirim. Dion membacanya. Dion mengirimkan pesan lagi..


" Buruan mandi, kita turun untuk sarapan. Ada hal yang ingin saya bicarakan sama kamu."


Pesan terkirim, Agnes membacanya.


" Baiklah...!"


Sofie bangun dari tidurnya dan bergegas untuk mandi.


Mereka pun turun untuk sarapan.


" Apa yang ingin kamu bicarakan? katanya penting ?" Tanya Sofie.


" Ia. Ada sesuatu yang mau saya kasih lihat ke kamu. Pasti kamu akan terpukau , atauuuu? kamu akan kaget atau sedih barangkali."


" Apa itu?" Tanya Sofie semakin penasaran.


" Selesai sarapan saya akan kasih lihat ke kamu." Kata Dion.


" Kamu jahat banget sih..buat penasaran orang aja. "


" Hahaha, harus gitu. Itu baru namanya seru, surprise....!"


Sofie pun langsung menghabiskan sarapannya.


" Sarapan saya uda habis, sekarang kasih tahu apa sebenarnya yang terjadi. Jangan buat orang penasaran dong?"


" Oke. Kamu lihat video ini. Happy watching, Sofie..!" Dion tersenyum sambil memberikan ponsel miliknya.


Sofie sangat kaget sekali. Ternyata Shane dan Agnes. Agnes ada di kota ini juga.


" Astaga? kamu dapat video ini dari mana?"


" Tadi malam saya ga bisa tidur. Saya keluar kamar, niat hati mau cari angin malam. Ketika di lobi, saya melihat mereka. Sepintar - pintarnya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepintar - pintarnya Agnes menyembunyikan perselingkuhannya, akhirnya ketahuan juga. Pria itu teman kamu kan? waktu kamu opname, dia datang untuk menjenguk kamu. "


Sofie menangis...


" Dia bukan saja teman saya. Dia juga suami saya."


" Apa? suami kamu ? dia suami kamu?"


" Ia. Namanya Shane Denaro. Dia suami saya."


" Oh my God, kenapa kamu bisa menikah dengan laki - laki bajingan itu? kenapa Sofie?"


" Panjang ceritanya kenapa saya harus menikah dengannya. "


" Trus, kamu bilang kalian datang kesini untuk bulan madu. Dan ternyata? apa yang terjadi Sof? dia bulan madu bersama tunangan saya..."


" Maafkan suami saya, Dion. Mungkin saat ini dia khilaf."

__ADS_1


" Khilaf kamu bilang? Sofie, kamu itu uda dibohongi. Dia ngajak kamu ke kota ini, trus dia juga ngajak Agnes. Kenapa kamu mau dibodohinya?"


" Saya ga tahu kalau dia itu membawa Agnes. Memang ketika kita baru tiba di kota ini, dia pesen dua kamar. Saya juga nanya ke dia, kenapa pesen dua kamar, dia bilang dia ga mau tidur bareng dengan saya. Ya, saya pikir mungkin dia belum bisa menerima saya sebagai istrinya. Saya ga tahu kalau dia ternyata membawa Agnes ke kota ini. " Sofie menangis.


" Kamu cinta sama dia?"


" Untuk apa kamu tanyakan itu?"


" Sof, kalau kamu ga cinta sama dia, untuk apa kamu pertahanin. Lepaskan dia."


" Saya ga mau."


" Kenapa? karena dia orang kaya?"


" Maaf, bukan karena itu."


" Jadi karena apa dong?"


" Dia uda menodai saya."


" Apa?"


" Masa depan saya hancur karena dia. Saya harus kehilangan pekerjaan, saya juga diusir Paman dan Bibi saya. Dulu saya membencinya, tapi setelah bertahun - tahun tinggal bersamanya, rasa sayang itu ada untuknya. "


" Kamu tinggal bersamanya?"


" Ia. Saya bekerja di rumahnya sebagai asisten rumah tangga nya. Saya harus bisa menyambung hidup untuk makan. Karena saya dulu ga ada pekerjaan."


" Sofie, kenapa semua ini bisa terjadi?"


" Karena saya perduli pada Paman saya, saya uda terlalu ikut mencampuri pekerjaan Paman saya.Yang saya dapat, saya jadi kehilangan semuanya. Jadi mau ga mau saya harus terima semua perlakuannya pada saya. Hingga saya jadi istrinya, walaupun ia tak pernah menganggap saya sebagai istrinya, tapi saya tetap menghormatinya. Karena saya yakin suatu saat dia akan berubah menjadi suami yang baik. Jadi, tolong maafkan Shane."


" Ga, Sof. Saya ga bisa. Dia juga uda menghancurkan hubungan saya dengan Agnes. "


Sofie terus saja menangis.


" Jadi gimana rencana kita selanjutnya? apa kita pergoki mereka atau bagaimana?" Tanya Dion.


" Terserah kamu. Kalau kamu masih sayang sama Agnes, silahkan. Ambil kembali dia. Saya ga perduli lagi dengan Shane. Permisi."


" Sofie kamu mau kemana? saya belum selesai bicara."


" Ga ada lagi yang perlu dibicarakan. Semua uda jelas. "


Sofie pergi meninggalkan Dion dan ia kembali ke kamarnya. Sofie terus saja menangis. Ia masih tak menyangka Shane tega berbuat seperti itu padanya.


Shane mengajak Sofie untuk honeymoon tapi ia juga mengajak Agnes ketempat yang sama.


Sofie mulai sadar, Shane tidak akan pernah bisa menerimanya. Shane hanya bisa mempermainkannya.


Selama tinggal di kota ini, Shane sama sekali tak pernah mengajaknya untuk jalan - jalan atau pun untuk pergi makan. Ponselnya juga selalu di nonaktifkan.

__ADS_1


Sofie hanya pergi seorang diri. Untuk mengusir rasa kebosanannya, ia selalu mendatangi tempat para pemain musik jalanan.


Disanalah Sofie selalu menghabiskan waktu liburnya. Karena ia sama sekali tidak tahu harus pergi kemana.


__ADS_2