" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 74 " Makam Di Pulau Kecil "


__ADS_3

Sesuai janji Shane pada istrinya, pagi - pagi sekali, Shane mengajak Sofie pergi ke suatu tempat. Shane tidak memberitahukan nama tempat tersebut.


Shane tidak mau menceritakannya terlebih dahulu. Biarlah, waktu yang dapat menjelaskan.


Pulau kecil, dimana dulu Sofie pernah di tahan disana, karena ulah Pamannya. Pulau yang tidak berpenghuni sama sekali, pulau yang penuh misteri, karena disanalah kedua orang tua Sofie di makam kan.


Paman Sammy lah dalang semua ini. Agar tidak ada yang mengetahui kejadian itu, Paman Sammy membawa kedua orang tua Sofie ke pulau itu.


Semua informasi mengenai kedua orang tua Sofie, Shane mendapatkannya dari Kris. Karena Kris tahu semua rahasia kematian kedua orang tua Sofie.


Paman Sammy sendiri lah yang menceritakan itu pada anak buahnya, dan Kris salah satu orang yang mendengarkan rahasia terbesar itu.


Sudah ada 2 jam perjalanan. Sofie selalu bertanya mau kemana mereka pergi.


Shane hanya tersenyum dan ia selalu fokus karena jalan menuju ke pulau itu sangatlah menyeramkan, kanan kiri jurang yang sangat dalam.


Sofie yang dulunya di sekap di pulau itu, ia sama sekali tak tahu arah jalan itu. Ia mencoba mengingat - ingatnya, tapi Sofie benar - benar tidak mengenali jalanan itu.


Dan tibalah mereka disebuah dermaga kecil. Hanya ada 1 speedboat yang sedang berlabuh di dermaga itu. Dan Speedboat itu sudah di pesan Shane terlebih dahulu.


" Silahkan, Tuan !" ucap pengemudi speedboat itu.


Shane dan Sofie langsung menaiki speedboat itu. Sofie pun langsung ingat tempat itu, tempat dimana dulu ia di bawa oleh para penjahat.


" Apakah kita mau ke pulau kecil itu?" tanya Sofie.


" Ya, kita akan pergi ke pulau itu. Pulau dimana dulu kamu pernah di tahan."


" Kita mau ngapain kesana?"


" Nanti kamu akan tahu, sekarang tenangkan hati dan pikiran mu !"


" Shane, bagaimana saya bisa tenang ?kamu ngajakin saya ke pulau kecil itu, sementara pulau itu ga ada penghuninya sama sekali. Kamu mau ngajak saya liburan? kenapa harus ke pulau kecil itu, saya takut, Shane !"


" Saya ngajakin kamu kesini itu, untuk ziarah."


" Ziarah?"


" Ya, kita akan ziarah ke pulau kecil itu, bukan untuk liburan."


" Ziarah ke makam siapa, Shane ?"


" Nanti akan saya beritahukan, kita ziarah ke makam siapa ."


Sofie semakin tidak tenang. Rasa penasarannya semakin besar, ketika Shane mengatakan akan ziarah. Sangat mustahil sekali, di pulau kecil yang tak berpenghuni ada makam disana.


Sofie selalu mengumpat, ia begitu marah karena begitu teganya orang yang menguburkan seseorang disana.

__ADS_1


Perjalanan pun tiba, sudah ada 3 jam perjalan mereka kepulau kecil itu. Begitu memasuki pulau kecil itu, Sofie sangat ketakutan.


" Kita ga akan masuk kedalam pulau ini, kita akan taburkan bunga - bunga ini di sini aja !" ucap Shane sambil mengeluarkan bunga tabur dari dalam tas ranselnya.


" Kenapa?"


" Saya juga ga tahu dimana letak makam itu."


" Shane, siapa sebenarnya yang dimakamkan disini?"


" Sofie, kalau saya mengatakan ini semua sama kamu, berjanjilah, kamu tidak akan pernah mempunyai rasa dendam pada orang yang telah melakukannya."


" Shane, cepat kasih tahu, siapa yang ada disini !"


" Mereka adalah orang tua mu, sayang !"


" Orang tua saya?"


" Ya, kedua orang tua mu ada disini. Disinilah makam kedua orang tua mu."


" Kamu ga bercanda kan, Shane ?"


" Saya ga bercanda. Selama ini rahasia ini saya tutupi dari kamu. Karena saya pikir, belum waktunya kamu tahu akan hal ini. Sekarang, taburlah bunga - bunga ini, karena saya juga ga tahu dimana letak kedua orang tua mu di makam kan, saya hanya tahu, mereka ada di pulau kecil ini. "


Mendengar penjelasan dari Shane, Sofie menangis dan menjerit sekuat - kuatnya. Sofie masih tidak yakin , kedua orang tua nya ada di pulau ini. Kematian kedua orang tua nya yang diketahui Sofie, adalah karena sakit.


" Sofie, saya mengatakan ini karena ini benar adanya. Disinilah kedua orang tua mu di makam kan !"


" Ga, Shane. Kamu bohong. Ga mungkin Paman saya membawa kedua orang tua saya kesini. Pulau ini ga berpenghuni. Kamu jangan ngada - ngada, Shane !"


" Saya ga ngada - ngada, Sofie. Kematian kedua orang tua mu bukanlah karena sakit, melainkan karena di bunuh."


" Dibunuh?"


" Ya, mereka dibunuh."


" Siapa yang melakukannya? ga mungkin ada yang tega membunuh orang tua saya, mereka itu orang baik."


" Justru karena mereka baik lah, makanya mereka dibunuh."


Sofie semakin menangis . Ia menjerit sekuat - kuatnya.


" Kamu yang sabar, semua ini uda kehendak Tuhan. Sekarang kamu uda tahu, dimana kedua orang tua mu. Doakan mereka, agar mereka bisa tenang disana."


" Gaaaaa....orang tua saya itu ga mati dibunuh, mereka sakit, Shaneeeee....!"


" Kamu tahu dimana letak makam mereka? kamu pernah ga ziarah ke makam mereka? pernah ga Paman mu membawa mu kesana?"

__ADS_1


" Kata Paman, makam mereka di desa. Tapi saya ga tahu desa mana. Saya ga percaya, kalau orang tua saya itu ada disini."


" Terserah kamu. Sekarang taburkan bunga - bunga ini, habis itu kita pulang. "


Sofie bangkit berdiri. Ia menarik kera baju suaminya itu.


" Siapa yang melakukan ini? atau jangan - jangan kamu? kamu yang melakukan ini kan?"


" Kamu menuduh saya?"


" Ya, karena kamu tahu semua tentang orang tua saya. Sedangkan saya, saya sama sekali ga tahu tentang hal ini. Kamu salah satu pembunuh itu kan? ayo jawabbb?? bentak Sofie.


" Ga, saya ga ada hubungannya dengan kematian orang tua mu. "


" Bohong. Kamu bohong. Kenapa kamu tahu semua tentang orang tua saya?"


" Kris. Kris mengetahui semua tentang rahasia ini. "


" Kris, Kris anak buah mu itu kan? dia yang bunuh tapi kamu kan yang menyuruhnya? "


" Saya tidak kenal dengan orang tua mu, Sofie !"


" Jadi kamu kenapa bisa tahu, mereka itu ada disini?"


" Kamu tanyakan aja sama Paman mu, kenapa orang tua mu ada di pulau ini. "


" Paman? Paman Sammy?"


" Ya. Kamu tanyakan , kenapa bisa orang tua mu sampai disini ? Sofie, kamu tahu, saya itu perduli sama kamu. Saya cari tahu kematian kedua orang tua mu itu karena apa ?"


Sofie terus saja menangis. Ia tak menyangka ternyata kedua orang tuanya ada di pulau kecil ini.


Selama ini Sofie tidak pernah kenal dengan kedua orang tuanya. Fhoto nya saja pun Sofie tidak memilikinya. Semua benda yang berkaitan dengan orang tuanya, sama sekali Sofie tidak tahu.


" Sekarang taburkan bunganya !" Shane memberikan bunga tabur itu pada Sofie."


" Saya akan cari makam orang tua saya."


" Kamu jangan gila, ini pulau, walaupun tidak luas tapi kita tidak tahu dimana orang tua mu di makam kan !"


Sofie kembali menangis. Shane mencoba menenangkannya.


" Sofie, sekarang taburkan bunganya."


Sofie memandang suaminya itu. Sofie masih tidak yakin, apakah benar di pulau ini orang tuanya? apakah Shane tidak terlibat dalam hal ini?


Sofie masih belum yakin. Jalan satu - satunya adalah menanyakan hal ini pada Pamannya. Pamannya lah yang tahu dimana orang tua nya di makamkan.

__ADS_1


__ADS_2