(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Terjebak


__ADS_3

Woobar, W Retreat & Spa Bali, Seminyak-Bali.


Ann memperhatikan DJ yang nampak sangat asyik memainkan  Turntable-nya. Segelas coctail yang masih berada di genggamannya tak membuat Ann lantas kalap meminumnya. Ia menyesapnya sedikit demi sedikit, Ann tak ingin mabuk, setidaknya jangan sampai mabuk saat bersama Daren!


"Kenapa bajumu masih utuh? Katanya mau berenang?" tanya Daren heran sembari mengawasi pakaian Ann.


Ann menggeleng cepat. "Nggak jadi. Terlalu banyak bule di sana!" Ann mengawasi kolam renang di tengah pub.


Daren menghela napasnya panjang, ia melirik coctail Ann yang masih utuh. "Mau aku pesankan minuman lain?"


Ann kembali menggeleng, ia fokus mengawasi DJ dengan tatapannya kosong. Besok dia akan pulang dan kembali bertemu dengan Kian, harinya akan kembali sendu dan mellow tiap kali berada di dekat suaminya itu.


"Beb, kita di sini untuk bersenang-senang. Lupakan dia!"


Ann terhenyak, ia melirik Daren dengan kikuk. Darimana Daren tahu bila Ann sedang memikirkan Kian?


"Sejak kemarin aku melihatmu seperti tak nyaman dengan liburan ini. Ada apa, sih? Apa yang sedang kamu pikirkan?" timpal Daren kesal.


"Aku nggak mikirin apa-apa."


"Bohong! Tatapan matamu berkata sebaliknya."


Ann bangkit dari kursi pantai yang ia duduki bersama Daren, ia bosan pada percakapan semacam ini. Dan Ann sedang tidak ingin berdebat.

__ADS_1


Merasa Ann menolaknya, Daren menarik lengan kekasihnya itu dengan cepat sebelum Ann berlalu pergi.


Prang.


Ann tersentak, Daren juga. Beberapa orang yang duduk disekitar Ann dan Daren menoleh dengan kaget saat gelas di tangan Ann terjatuh dan pecah menjadi berkeping-keping.


Tatapan tajam sepasang kekasih yang mulai renggang itu membuat suasana menjadi kaku. Seorang pelayan lantas menghampiri keduanya untuk membersihkan pecahan gelas di kaki Ann. Darah segar mengucur dari jemari kakinya yang tergores pecahan beling itu namun Ann tak mempedulikannya sama sekali. Hatinya jauh lebih sakit sejak mengetahui Kian selalu saja melindungi dan berbaik hati padanya!


"Kamu terluka," desis Daren sembari melepas cekalannya dan menunduk mengawasi luka di kaki Ann.


Ann mendengus kesal, ia membuang muka dan membiarkan Daren membersihkan darahnya dengan bantuan tisu yang diberi oleh pelayan.


"Ayo kita kembali, sepertinya kamu butuh istirahat."


"Oke, ayo kita jalan-jalan." Daren menggamit lengan Ann dan menggandengnya pergi.


Beberapa pasang mata yang menyadari bila lelaki yang baru saja bertengkar itu adalah Daren Thomas, si artis terkenal ibukota, sontak mengambil gambar Ann dan Daren secara diam-diam. Ann yang tengah mengenakan pakaian tipis untuk menutupi bikininya tak sadar bila beberapa jam kemudian ia akan menjadi headline news di berbagai platform gosip selebritis.


Di mobil yang telah disewa oleh Daren selama mereka berlibur, suasana hening membuat keduanya canggung untuk berkomunikasi.


"Apakah kamu menyukainya?" tanya Daren memecah kesunyian.


Ann terhenyak, dadanya bergemuruh lagi. Mengingat Kian selalu membuatnya lemah.

__ADS_1


"Beb ..."


"Hiks ..." air mata Ann tumpah seketika. Ia tak sanggup berkata-kata lagi, hatinya sakit.


Daren menahan napasnya syok, jadi Ann benar-benar telah jatuh cinta pada lelaki itu?? Secepat inikah cintanya berpaling?


Sementara Daren meratapi nasibnya yang malang, tangis Ann semakin terdengar memilukan. Di satu sisi ia menyesali perlakuan buruknya pada Kian, namun di sisi lain Ann tak tega mengakui perasaannya pada Daren. Setelah semua yang mereka lewati berdua, rasanya sangat tragis bila Ann justru menyerah pada perasaannya.


"Maafkan aku, Daren ... maafkan aku."


"Sejak kapan, Beb?"


Ann menggeleng tak tahu, ia sendiri tak paham sejak kapan rasa sayang ini muncul dan tumbuh semakin kuat di dalam hatinya.


"Apa kamu sudah yakin dengan perasaanmu?" tanya Daren lagi, suasana hatinya mendadak suram. "Mengapa kamu tega melakukan ini padaku?"


"Maafkan aku, Daren. Hukumlah aku, pukullah aku, kecamlah aku."


Daren tersenyum masam, ia menolehi Ann yang masih berurai air mata. Hatinya semakin sakit saat menyadari bahwa air mata itu menetes bukan untuknya.


"Kamu harus membayar semua ini, Ann. Kamu harus membayar rasa sakit ini."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2