(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Menghindar


__ADS_3

"Miss? Apa anda mendengarkan saya?"


Ann tersentak, pikirannya yang sedari tadi kosong sontak berusaha untuk kembali fokus saat suara Jessy menyadarkannya dari lamunan.


"Ya, Jess?" Ann menoleh keki pada Sekretarisnya


Jessy nampak menghela napasnya panjang sebelum kemudian kembali mengulang penjelasannya. "Pak Jonathan menunggu ada di ruangannya sekarang."


Ann sontak berdiri, ia meraih ponselnya dan bergegas menuju ruangan Papanya.


"Tapi, Miss. Ada tamu yang menunggu anda di depan."


Langkah Ann terhenti, tamu? Siapa?


"Sejak tadi dia memaksa untuk menemui anda, Miss."


"Siapa, Jess?"


"Tuan Daren, Miss!"


Tekanan darah Ann sontak meninggi. "Suruh dia masuk sekarang!"


Jessy lekas berjalan mendahului Bossnya dan membukakan pintu untuk Daren. Nampak seorang lelaki dandy akhirnya masuk dan tersenyum lega begitu melihat kekasihnya. Daren merentangkan tangannya sembari mendekat ke tempat Ann berdiri mematung, sekilas Ann melirik ke arah Jessy yang terbelalak memperhatikan tingkah teman bosnya.

__ADS_1


"Jessy, kamu bisa keluar sekarang!"


"Oh, eh, baik, Miss!" Jessy berbalik dan menutup pintu ruangan Ann dengan seribu satu pertanyaan. Jadi gosip yang beredar di televisi itu benar?


Langkah Daren yang tadi sempat terhenti karena Ann memerintahkan Sekretarisnya keluar, mulai mengayun kembali dan memeluk tubuh Annastasia yang sangat ia sayangi. Pelukan hangat yang entah mengapa justru membuat Ann merasa aneh dan tak nyaman.


Mendapati respon Ann yang dingin sontak membuat Daren mengurai peluknya dan mengawasi kekasihnya dengan heran.


"Apa kamu sedang sibuk, Beb?" tanya Daren merasa bersalah.


Ann menggeleng lemah, ia tersenyum kikuk dan menarik Daren untuk duduk di sofa. Bila beberapa bulan yang lalu Daren datang kemari seperti ini, Ann pasti akan sangat bahagia karena ia tak perlu lagi sembunyi-sembunyi, namun sekarang justru ia tak nyaman saat Daren tiba-tiba muncul di kantornya seperti ini.


"Ada apa nih sampe kamu bela-belain datang kemari?" tanya Ann mengalihkan topik.


Ann terbelalak, liburan? Hanya berdua dengan Daren?


"T-tapi ..."


"Ah, ayolah! Aku sudah menunggu momen ini sekian lama, kita sudah bebas mau ke manapun tanpa takut netizen!"


"Tapi statusku masih istri orang!"


"Kita bisa memikirkan hal itu nanti, Beb! Yang penting berangkat saja dulu." Daren bersikeras untuk berangkat.

__ADS_1


Ann kehabisan kata-kata. Di satu sisi ia ingin menghindar dari Kian untuk sementara waktu tapi di sisi lain ia khawatir karena Kian masih belum sembuh benar.


"Beb, gimana?"


"Kapan kita berangkat??"


Dan satu jam kemudian, Ann sudah berada di lift yang sedang bergerak menuju penthousenya di lantai teratas gedung. Ann sudah memutuskan untuk berangkat sore ini untuk menghindari Kian selama beberapa hari kedepan.


Tting.


Pintu lift terbuka, Ann bergegas keluar. Langkahnya terhenti saat melihat Bik Sri tengah membersihkan meja makan, sepertinya Kian baru saja menyelesaikan makan siangnya.


"Non Ann mau makan siang?" tanya Bik Sri saat menyadari Nona mudanya sedang mengawasinya.


Ann menggeleng cepat. "Apa Kian sudah makan?"


"Baruuu saja selesai makan, Non."


Ann mengangguk, ia berbalik dan lekas melangkah menuju kamarnya di lantai atas. Ia harus segera packing sebelum Kian keluar dari kamar.


"Non Ann mau ke mana?" Bik Yati mengawasi Ann yang turun dari kamarnya dengan membawa koper besar.


"Saya ada kerjaan di Bali selama tiga hari, Bik. Tolong sampaikan sama Kian kalo nanti dia sudah bangun, ya!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2