
Tadinya Ann pikir bila club malam adalah tempat bagi para wanita putus asa sepertinya mencari hiburan. Ann pikir orang-orang yang saat ini seruangan dengannya adalah mereka yang sedang memiliki masalah. Ann berharap bisa melupakan rasa kecewa, marah, dendam dan sakit hatinya di tempat ini. Namun nyatanya, saat seseorang tiba-tiba menyapanya, harapan Ann musnah seketika.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu membuntutiku?" selidik Ann emosi. Ia harus sedikit meninggikan suaranya saat mengobrol di ruangan bising ini.
Cinta tertawa, ia ikut duduk di kursi bar di sebelah Ann. "Membuntutimu? Hahaha ..." tawanya semakin keras.
Ann mendengus kesal melihat wanita di depannya ini menertawainya.
"Maaf saja ya Nona CEO, aku punya banyak hal penting yang harus dilakukan dibanding harus membuang waktuku dengan membuntutimu!" cibir Cinta terkekeh.
Ann menggeram dalam hati, rupanya Cinta lebih bar-bar dari yang ia pikir.
"Lalu kenapa kamu masih di sini? Pergilah! Jangan menggangguku."
"Waah, kamu galak sekali! Pantas saja Kian nggak betah tinggal denganmu!" ledek Cinta sekali lagi.
Dada Ann seperti ditusuk jarum saat Cinta menyebut nama Kian. Sosok yang sekuat tenaga ingin Ann lupakan dari ingatannya mendadak disebut lagi.
__ADS_1
"Stev, buatkan satu minuman untukku!" Cinta melambaikan tangan pada Bartender yang tadi melayani Ann.
Melihat gelagat Cinta, Ann semakin curiga bila perempuan ini sudah sering berada di tempat durjana ini. Ann mendengus, untuk apa ia memikirkan wanita siluman ini! Tujuannya kemari adalah untuk healing, bukan mengurusi orang tak penting. Ann meraih gelasnya dan menyesap minumannya sedikit. Rasa manis bercampur sedikit pahit, getir dan sedikit asam membuat Ann bergidik. Ia tak sadar bila sedari tadi Cinta memperhatikan gerak-geriknya.
"Kamu baru pertama kali datang ke tempat ini?" tanya Cinta, ia hafal betul mana newbie dan mana pro.
"Sok tau! Aku sudah sering nongkrong di tempat seperti ini. Aku lulusan Universitas luar negeri!"
"Oh ya?" tukas Cinta terbelalak. "Tapi sayangnya ijazah luar negerimu tidak bisa menunjukkan seberapa hebatnya kamu di sini!"
"Maksudmu?" Ann menolehi Cinta jengkel.
Ann kembali mendengus. Ia meraih gelas miliknya dan mengenggamnya dengan erat.
Cinta ikut menggenggam gelas minuman miliknya. "Pertama, goyangkan dulu gelasmu, Ann. Lalu teguk dia sampai habis dalam sekali teguk," jelas Cinta sembari memberi contoh dan langsung mempraktekkannya.
Hanya dalam hitungan tiga detik, minuman di gelas besar itu tandas tak bersisa. Ann menganga takjub melihat Cinta ternyata benar-benar wanita siluman yang liar! Tanpa sadar ia bertepuk tangan untuk mengapresiasi bakat wanita siluman tersebut.
__ADS_1
"Cobalah! You gonna loveeee it!"
Ann mengangguk, ia menggoyangkan gelas miliknya dan tanpa babibu langsung meneguk isi minuman di gelasnya. Rasa manis dengan sedikit pahit dengan sensasi soda yang meletup-letup di kerongkongannya membuat Ann memejamkan mata. Ia harus bisa lebih baik dari Cinta!
Ctak.
"Give me more!" pinta Ann sembari menyodorkan gelasnya pada Bartender sekali lagi.
Cinta tertawa dan balik bertepuk tangan. Ia ikut menyodorkan kembali gelasnya pada Steven untuk di-refill.
"Kita adu kuat, are you ready, Miss CEO?" tantang Cinta sembari mengerlingkan mata pada Ann.
Sejenak Ann teringat pada momen di lift kala Cinta mengerling pada Kian. Ia menarik napasnya dalam, ia tak boleh kalah dari Cinta.
"Oke, siapa takut! Let's do it! Aku yang akan mentraktir semua minumanmu!"
...****************...
__ADS_1
Bestie, ada yang sudah mampir di karya baru otor yang berjudul "Suami Pengganti"??
Yuk, buruan mampir dan ramein juga!