
Di dalam kamar bernuansa putih dan biru itu, Kian mematung sembari menatap pantulan wajahnya di cermin. Sudah hampir 10 menit ia memandangi bibirnya yang baru satu jam yang lalu berciuman dengan bibir Ann.
Kian menyentuh bibirnya yang masih terkatup rapat itu dengan perasaan berbunga-bunga. Ann mengatakan bila mencintainya, lantas menciumnya. Seperti mimpi, Kian seolah masih tak percaya dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Apakah Ann benar-benar mencintainya atau hanya berpura-pura agar mereka tak jadi bercerai dan status warisan Ann aman? Kian menghembuskan napasnya panjang, semakin ia ingin jatuh cinta, semakin nyata pula perbedaan di antara dirinya dan Ann.
Drttt ... drttt ...
Kian terlonjak kaget, ia merogoh ponselnya yang ia simpan di saku celananya.
Annastasia is calling ...
Kian mengernyitkan keningnya heran, ia mengangkat telefon itu cepat. Padahal mereka tinggal di satu rumah yang sama, mengapa harus menelefon?
"Ya, Ann?" sapa Kian.
"Hmmm, Kian. Apa nanti malam kamu akan datang ke acara temanmu itu?"
Kian terhenyak, benar! Kian hampir lupa, padahal seharusnya ia segera membeli kado untuk Roy dan Rey!
"Tentu, Ann. Apa kamu mau ikut?" tanya Kian ragu.
"Sure! Aku akan ikut. Jam berapa kita berangkat?"
Kian berpikir sejenak. "Bagaimana kalo jam delapan, aku masih mau membeli kado untuk si kembar."
"Okey!"
Hening, Kian terdiam untuk beberapa saat. Begitupula dengan Ann, suasana menjadi kikuk dan kaku.
__ADS_1
"Baiklah. Sampai nanti!" Ann menutup sambungan telefon dengan cepat.
Tit.
Kian menurunkan ponselnya dengan perlahan, seutas senyuman tersungging di bibirnya. Kenapa mendadak ia jadi sangat sungkan mengobrol dengan Ann?
Padahal satu jam yang lalu mereka masih berciuman dengan mesra. Seolah tembok kokoh yang membentengi keduanya runtuh saat itu juga ketika dua bibir mereka menyatu dan saling berpagut.
Sekali lagi, Kian mengusap bibirnya dengan penuh perasaan. Rasa manis dari bibir Ann masih menempel, rasa yang baru kali ini Kian rasakan. Tapi tunggu, sepertinya Kian harus banyak belajar tentang teknik berciuman. Tadi dia sedikit payah saat Ann dengan lihainya membuat Kian kewalahan. Kian menghela napasnya berat. Dasar cupu!
Jam delapan malam.
Kian sudah menyiapkan dua kado untuk Roy dan Rey. Sembari menunggu Ann turun, Kian merapikan kemejanya sekali lagi. Arm sling yang menyangga lengannya cukup mengganggu penampilan Kian, ia tak sabar ingin segera melepas arm sling itu agar bisa memeluk Ann dengan leluasa saat mereka berjalan berdampingan.
Memeluk?
Suara langkah yang menuruni tangga membuat Kian menoleh. Ia menunggu dengan tak sabar. Semoga penampilan Ann tak aneh-aneh lagi malam ini. Terlebih ini cuma acara makan malam biasa yang tak formal. Namun rupanya, harapan Kian pupus saat melihat paha putih nan mulus itu tersingkap setiap kali Ann melangkahkan kakinya. Belum lagi belahan dada itu nampak sangat menggoda iman hingga tanpa sadar Kian menelan salivanya.
Ann tersenyum malu saat Kian tak berkedip menatapnya. Ia sudah mengira bila Kian pasti akan terpesona melihat penampilannya yang sangat anggun dan elegan. Ann menghabiskan waktu tiga jam untuk memilih gaun terbaik yang akan ia kenakan malam ini, dan pilihannya jatuh pada dress pink dengan sedikit belahan di paha dan tali-tali seksi di punggung. Melihat Kian yang tak bergerak dan masih menatapnya, akhirnya Ann memberanikan diri memutar tubuhnya agar Kian bisa melihat penampilannya lebih jelas.
"Bagaimana?" tanya Ann penasaran sembari mengerling manja, mencoba menirukan gaya perempuan tadi siang.
Setelah hampir pingsan karena syok, akhirnya Kian menghembuskan napas panjang. Ia memijat keningnya yang tiba-tiba berdenyut pening setelah melihat tubuh molek Ann seolah melambai-lambai menggodanya.
"Bisakah kamu ganti pakaianmu, Ann?"
Ann terbelalak. "Apa??"
__ADS_1
"Tolong ganti pakaianmu, kita tidak sedang menghadiri pesta sekss. Kita hanya makan malam, Ann."
"T-tapi ..." Ann menunduk memperhatikan gaunnya indahnya yang terancam di eliminasi. "Ini gaun terbaik yang aku punya, Kian! Aku nggak mau ganti!" Tangan Ann bersedekap jengkel.
"Kita akan menghadiri makan malam di acara ulang tahun anak-anak, Ann. Pakaianmu terlalu berlebihan. Tidak bisakah kamu berpenampilan biasa saja?"
"Nggak mau!"
"Kenapa tidak mau?"
"Karena aku nggak mau jadi yang biasa-biasa saja, Kian! Aku mau jadi yang luar biasa!"
Kian menghela napasnya sekali lagi dengan sedikit frustasi. Sepertinya perdebatan kali ini akan berjalan dengan alot. Ann cemburu pada Cinta, dia tak ingin tersaingi olehnya.
"Kita tidak akan berangkat kalo kamu tidak mau mengganti pakaianmu."
Ann mendengus mendengar ultimatum Kian. Dengan cemberut, ia berbalik sembari kembali tertatih naik ke lantai dua. Awas saja kalo nanti Kian nemprotesnya lagi! Ann akan datang telanjang sekalian!!
...****************...
...Credit pict : Instagram...
Jelas aja sama Kian disuruh ganti, Ann! Bukannya datang ke acara ulang tahun, yang ada malah Kian bawa kamu ke ranjang 🤣🤣
Btw, Bestie. Yang bertanyea-tanyea kenapa otor Up-nya semakin berkurang?
__ADS_1
Jawabannya adalah karena sebentar lagi cerita ini akan masuk ke konflik puncak dan setelah itu tamat. Jadi mohon bersabar ya, Bestieku Zeyeng!