(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Sebelum Mengenalmu


__ADS_3

Setelah semalaman tak bisa tidur dengan nyenyak gara-gara berselisih dengan Ann, akhirnya Kian memutuskan untuk mengirim chat pada wanita itu. Ia tak ingin berpisah secepat ini, setidaknya tidak dalam waktu dekat ini. Ia belum siap kehilangan kasih sayang dari Jonathan. Setidaknya Kian juga akan berusaha mendapatkan hati Ann meski ia sadar diri bahwa hal itu bukanlah perkara yang mudah.


Pesan itu telah terbaca, namun tak ada balasan dari Ann hingga akhirnya Kian terlelap sambil tetap menggenggam ponsel di tangannya. Namun hingga pagi datang, pesan itu tak kunjung terbalas. Akhirnya Kian memutuskan untuk melampiaskan rasa galaunya di hari minggu dengan bersih-bersih, siapa tahu Ann nanti juga akan turun untuk membantu.


Akan tetapi, yang terjadi kemudian sungguh di luar ekspektasi. Melihat lelaki itu muncul di rumah mereka membuat amarah Kian kembali meletup-letup dengan sempurna. Ann semakin menorehkan luka baru di hatinya yang telah penuh dengan sayatan.


Sepeninggal Ann dan Daren, Kian melepas dan membuang baju yang ia kenakan ke tempat sampah. Ia pun kemudian melanjutkan bersih-bersih hingga peluh keringat membanjiri sekujur tubuh. Setidaknya emosinya bisa menguap lewat keringat. Setelah seluruh ruangan lantai bawah bersih, Kian naik ke lantai dua dan membersihkan seluruh ruangan di sana kecuali kamar Ann. Kian akan tetap patuh pada perjanjian mereka untuk tidak masuk ke dalam area privasi. Meskipun naik ke lantai dua merupakan pelanggaran, namun Ann tak akan peduli, bukan?

__ADS_1


Sambil bersenandung, Kian lantas turun ke lantai satu dengan menenteng vacuum portable yang menjadi senjatanya seharian ini. Perutnya mulai keroncongan, saat Kian mengawasi jam dinding di atas tivi, barulah ia sadar bila jam sarapan dan makan siangnya telah lewat. Emosi ternyata membuat tubuhnya memproduksi tenaga ekstra. Kian mendekat ke kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan dari sana.


Satu jam kemudian, seporsi nasi goreng dengan telur mata sapi sudah ia nikmati sambil memperhatikan pemandangan kota dari balkon. Ia membiarkan tivi di living room menyala agar rumahnya tak sepi. Acara Talk Show yang menyiarkan tentang pentingnya mendaftarkan kontak darurat di ponsel menyita perhatian Kian. Ia menajamkan telinganya untuk mendengar penjelasan narasumber yang mengatakan bila kontak darurat adalah petunjuk utama yang akan dicari oleh paramedis apabila terjadi sesuatu pada pemilik ponsel semisal kecelakaan atau pingsan di tempat umum.


Kian termanggu untuk sesaat, ia tak pernah terpikir untuk mendaftarkan kontak darurat di ponselnya. Toh, ia tak memiliki siapapun yang mungkin akan khawatir dengan keadannya apabila terjadi musibah. Kian tersenyum kecut dan kembali melahap nasi goreng yang tersisa separuh porsi di piringnya. Bahkan mungkin kecelakaan dan langsung mati lebih baik, agar ia tak perlu merepotkan siapapun.


Menjelang sore, Kian memutuskan kembali masuk ke dalam rumah dan mandi. Sepertinya berendam air hangat di bathtub akan menyenangkan. Kian belum pernah sekalipun mencobanya sejak tinggal di rumah ini. Berbeda dengan Ann yang selalu menyempatkan diri untuk berendam setidaknya dua hari sekali untuk relaksasi.

__ADS_1


Dan ternyata berendam air hangat mampu meredakan ketegangan saraf yang sedari pagi Kian rasakan. Sesekali ia berelaksasi untuk mengembalikan ritme jantung kembali ke normal.


Sebelum mengenal Ann, Kian adalah manusia paling sabar di dunia. Seandainya ada rekor manusia tersabar, mungkin Kianlah orang yang pantas menyandang status itu. Namun segalanya mulai berubah ketika ia harus berurusan dengan wanita yang selalu menguji dan menggoyahkan hatinya. Annastasia, istri yang juga musuh bebuyutannya. Kian seolah berubah menjadi sosok lain bila berhadapan dengannya, emosinya naik turun dengan drastis bahkan hanya dalam hitungan detik.


Beginikah rasanya melibatkan diri ke dalam pusaran rumit kehidupan orang kaya? Bila bukan karena menuruti wasiat Nenek Sofia, mungkin hidup Kian masih tenang dan damai saat ini.


Setelah dirasa cukup lama berendam dan menenangkan pikiran, Kian bangkit dari bathtub dan memutar balik tuas kran agar air yang memenuhi bathtub dapat tersedot dan terbuang secara otomatis.

__ADS_1


Dengan hanya mengenakan bathrobe, Kian keluar dari kamar mandi dan melangkah santai menuju lemari pakaiannya. Ia menarik T-shirt dan celana training lantas mengenakannya dengan cekatan. Mungkin baiknya ia tidur saja untuk menghabiskan waktu. Ia ingin esok segera datang agar bisa kembali sibuk dengan pekerjaan seperti di hari normal biasanya.


...****************...


__ADS_2