(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Newbie


__ADS_3

Kian tiba di sebuah gedung pencakar langit dengan mengendarai taksi 30 menit kemudian. Beruntung dia masih bisa mendapatkan taksi di jam malam seperti ini, bila tidak, mungkin Kian akan berjalan kaki menempuh jarak 2 kilometer. Begitu turun dari taksi, Kian segera mengeluarkan ponsel dari saku sweaternya dan menghubungi nomor Cinta. Terdengar nada sambung untuk beberapa saat.


"Halo, Mas Kian sudah sampe?"


Kian menghembuskan napasnya lelah. "Iya, ini sudah di parkiran."


"Aku di lobi, cepatlah kemari!"


Tit.


Napas kelelahan itu kembali terhembus dari hidung Kian yang mancung, ia lekas berlari menuju lobi yang dimaksud oleh Cinta. Sejak berpisah dengan Ann, jam tidur Kian menjadi kacau. Ia baru bisa tidur menjelang jam 3 dan selalu bangun saat toko bakery buka di jam 8. Sangat tidak sehat, tapi entah mengapa Kian seolah tak terusik dengan kebiasaan barunya.


"Mas Kian!"


Kian menoleh saat langkahnya baru saja masuk ke dalam lobi. Jantungnya sontak berhenti berdetak saat ia melihat Cinta tengah duduk bersama wanita yang selalu Kian rindukan diam-diam. Annastasia sudah teler dan bersandar di pundak Cinta.


"Apa yang kamu lakukan padanya?" tanya Kian syok. Baru pertama kali ini Kian melihat Ann teler karena mabuk.


Cinta mengedikkan bahunya. "Aku nggak melakukan apapun. Dia sendiri yang datang ke tempat nongkrongku dan menerima tantanganku untuk adu kuat minum. Eh baru dua gelas dia dah teler!"

__ADS_1


Kian menggeleng tak percaya, ia melepas jaket sweaternya dan menutupi paha Ann yang terbuka dengan menggunakan sweater itu.


"You still love her, right?" ejek Cinta terkekeh saat melihat perhatian Kian pada Ann.


Kian tak menyahut, ia memijat keningnya yang mulai berdenyut pusing. "Lalu sekarang bagaimana?" tanyanya bingung.


"Bagaimana apanya? Mas Kian kan masih suaminya, bawa dong dia pulang!" gerutu Cinta gemas dengan kepolosan Kian.


"Aku naik taksi, lagipula kasurku sempit!"


"Yasudah kalo gitu kita tinggalkan saja dia di sini!" Cinta meraih tas-nya dan menggeser kepala Ann yang bersandar di bahunya.


"Tidak! Jangan, Ta!" tolak Kian tak setuju.


"Ya sudah, biar aku bawa dia pulang ke penthouse!" putus Kian akhirnya.


Melihat raut wajah Kian yang merona, Cinta mengulum senyum. Ia menyerahkan tas Ann pada Kian.


"Nih! Kontak mobilnya pasti ada di dalam tas ini. Pulanglah kalian berdua. Aku masih mau ajeb-ajeb sebentar."

__ADS_1


Cinta berdiri setelah Kian menerima tas Ann. Dengan santainya dia pergi tanpa menoleh lagi.


"Ta," panggil Kian cepat sebelum Cinta memencet tombol lift. "Terima kasih sudah menjaga Ann," timpalnya begitu Cinta menoleh.


Cinta tersenyum dan mengerlingkan mata sembari mengacungkan jempolnya. "Pergilah kalian berdua! Selesaikan semuanya dengan kepala dingin."


Kian mengangguk cepat. Ia mengawasi Ann setelah Cinta masuk ke dalam lift. Entahlah Kian tak paham dengan apa yang ia rasakan saat ini. Melihat Ann lagi setelah sekian lama mereka berpisah tak ayal membuat Kian merasa lega sekaligus sedih. Lukanya seolah terkoyak lagi. Namun melihat kondisi Ann yang teler membuat Kian merasa iba, sepertinya Ann sudah tak kuat menanggung bebannya hingga harus melampiaskannya pada minuman.


Drrrrt ...


Ponsel Kian kembali bergetar, ia memperhatikan layarnya dan muncul pesan dari Cinta.


[Dia masih newbie, Mas Kian. Jangan tinggalkan dia sendirian setelah mabuk, dia pasti akan hang over berat besok pagi.]


...****************...


Uhuyyy, siapa nih yang udah mampir ke cerita terbaru otor?


Nantinya semua karya yang telah otor buat akan saling bertautan dengan cerita yang lain, jadi jangan sampai ketinggalan ceritanya, ya!

__ADS_1



Btw, karena ini udah hari senin, yuk jangan lupa vote karya otor! Karena vote hanya diberikan seminggu sekali oleh NT jadi maksimalkan sebaik-baiknya untuk mendukung karya favorit kalian, Bestie!


__ADS_2