(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Kesendirianku


__ADS_3

- Menikmati sunset di Jungmun Beach with Hubby -


- Finally satu whistlist tercapai tahun ini. Datang ke Camellia Hill with my beloved one -


- Romantic dinner with super romantic guy -


- Night view at my room, rasanya nggak pengen pulang! -


Daren melempar ponselnya ke atas ranjang dengan napas menderu. Foto-foto Ann selama berada di Jeju memenuhi layar ponsel itu. Daren baru saja mengaktifkan ponselnya setelah hampir seminggu lebih menghindarinya. Beberapa hari sebelum Ann menikah, Daren sudah menonaktifkan ponsel miliknya karena tak ingin melihat berita pernikahan yang pasti akan diliput banyak media.


Daren tak sanggup. Meski pernikahan itu palsu dan hanya terjalin hingga Ann resmi dinyatakan sebagai pewaris tunggal PT. Winata Group, namun Daren tak sanggup melihat wanita yang paling ia cintai bersanding dengan lelaki lain di pelaminan.


Dan sekarang, setelah Daren perlahan menata hatinya lagi. Foto-foto yang Ann pamerkan di media sosial kembali menusukkan belati yang tajam ke palung hatinya. Untuk beberapa saat, Daren hanya terdiam sambil merasakan hembusan napasnya yang naik turun karena terbakar api cemburu.


Jadi Ann berbulan madu ke Jeju, huh?! Tempat yang sangat ingin ia kunjungi akhirnya bisa didatangi, bersama suaminya!


Padahal Daren sudah berencana untuk mengajak Ann berlibur ke sana setelah bonus royalti film di bayar. Tapi ternyata wanita itu telah lebih dulu pergi ke sana.


Daren tersenyum masam. Tiga tahun perjalanan cintanya dengan Ann tak pernah mudah, terlebih setelah ia memutuskan untuk masuk ke dunia selebritis. Daren harus bertahan dengan cemoohan ketika masih berada di awal-awal karier, bersabar dengan gunjingan ketika kini ia sudah berada di atas. Dan saat semua telah berhasil ia dapatkan, justru Ann pergi meninggalkannya.


Ponsel yang tergeletak di ranjang Daren berbunyi, ia menoleh sekilas.


Diki is calling ...


"Halo."


"Akhirnya, tadinya aku sudah berniat untuk membelikanmu ponsel kalo sampai hari ini nomermu tak aktif!"


Daren tersenyum kecut.


"Jangan lupa nanti jam 12 ada wawancara di Stasiun radio Gen FM, Darl!"


"Iya. Kamu sudah membacakan jadwalku semalam. Aku tidak akan lupa, Diki!"

__ADS_1


"Baguslah. Takutnya penyakit linglungmu kambuh seperti beberapa hari yang lalu. Take pagi tapi kamu datangnya siang!"


"Hahaha ... maaf, kekeliruanku!"


"Ya sudah. Cepatlah mandi dan bersiap-siap. Satu jam lagi aku menjemputmu."


"Oke. Bye."


Daren meletakkan ponselnya di meja nakas lantas berdiri dan melangkah ke kamar mandi. Menyibukkan diri pasti akan membuat perasaannya membaik.


Beberapa jam setelahnya. Daren sudah berada di sebuah Stasiun radio yang cukup terkenal di ibukota.


"Wawancaranya tentang apa ini?" tanya Daren sambil melangkah cepat ke studio tempat ia akan di wawancarai.


"Cuma tentang perjalanan kariermu saja, kok! Cepatlah, mereka sudah menunggumu."


Daren mempercepat langkahnya dan sedikit berlari agar cepat sampai di studio. Diki mengikuti di belakang.


Usai berbasa-basi dengan penyiar radio yang menjadi pewawancaranya sebentar, Daren bersiap-siap dan memasang headphone dibantu oleh Diki. Ia pun memposisikan Microphone agar pas berada di dekat mulutnya.


3 ... 2 ... 1.


"Halo, balik lagi bersama saya Tania di Sound of Your Feeling, Gen People! Selama satu jam ke depan saya akan menemani siang kalian yang panas cetar membahana ini tentunya bersama bintang tamu yang sudah saya kasi bocoran kemarin. Hayooo, siapa yang tebakannya bener?!" Penyiar bernama Tania itu mulai cuap-cuap dengan lihainya.


"Yak, bagi yang menebak dengan benar, saya akan kasi hadiah, nih! Tapi hadiahnya ambil sendiri ke bintang tamunya, ya, hehehe. Yuk, nggak perlu berlama-lama lagi, bintang tamu Sound of Your Feeling kali ini adalah, Daren Thomas! Yeaaay ... " Tania bertepuk tangan dengan heboh hingga Daren sedikit terkejut.


"Selamat siang, Mas Daren! Eh, saya panggil Mas atau Kak, ya?"


"Panggil Mas juga boleh. Selamat siang semuanya!" sahut Daren.


"Kalo manggil Yang, boleh nggak, nih?" goda Tania.


Daren tertawa. "Yang Maha Esa atau Eyang kakung?"

__ADS_1


"Ah, Ayang Daren bisa aja, nih! Hahaha ... maaf ya, Nice People, yang ngefans banget sama Ayang Daren. Ijinkan saya satu jam ini saja manggil Mas Daren dengan sebutan Ayang, biar lebih deket gitu, hehe ... Tapi nggak ada yang cemburu kan, Yang, kalo aku manggil Ayang Daren?"


"Nggak ada! Haha ..." sahut Daren cepat sambil tertawa. Tania sedikit membuat suasana hatinya terhibur dengan ocehannya yang menghibur.


"Baiklah, serius nih, Yang. Kalo boleh tahu, awal pertama kali Ayang Daren memutuskan terjun ceileh, terjun kaya lompat dari ketinggian aja! Terjun ke dunia selebritis nih apa yang memotivasi?"


"Awalnya sih, karena emang dari kecil udah seneng tampil kali, ya. Terus karena saya memang aktif di dunia foto model, saya selalu denger tuh ada casting film ini, film itu. Saya sering ikut, meski awalnya cuma jadi figuran tapi feelnya dapet gitu! Saya seneng jadi center of point."


"Widih, center of point. Berat, nih! Betewe Yang, ada nggak pengalaman buruk kamu sama fans selama menjalani kehidupan sebagai aktor yang lagi naik daun, nih! Yang terberat deh! Boleh dong dibagi ke kita para fans setiamu."


Daren tersenyum dan menarik nafasnya sejenak. "Pengalaman buruk, ya? Hmmm, let me think. Oh iya, pas saya syuting film terakhir tuh, ada ibu-ibu yang nyamperin saya dan bilang gini, 'Oh, jadi ini Daren Thomas yang katanya ganteng. Dih, percuma ganteng kalo bookingan tante-tante!' Hahaha ..."


"Oh, iya. Aku sempet denger tuh gosip itu, Yang! Katanya Daren Thomas simpenan tante-tante yang paling kaya se-Indonesia! Hahaha ..." Tania tertawa renyah.


"Nah itu, makanya sampai fans pun akhirnya pada mencibir kalo ketemu saya. Heran, deh! Emangnya tantenya siapa yang mau sama saya?" Daren terkekeh.


"Tapi kalo beneran ada emangnya Ayang mau?"


"Hahaha ... yang perawan masih banyak!"


"Nah, betul itu. Aku salah satunya, Yang! Perawan beranak tiga, hahaha ..." seloroh Tania tertawa.


Daren jadi ikut tertawa mendengar lelucon itu.


"Betewe, Yang. Ada nggak sosok seseorang yang sampai saat ini menemin kamu dari nol selain orang tua kamu. Sahabat, pacar atau tante-tante itu tadi mungkin? Hahaha ..."


"Hahaha ... Ada nggak yaaaa?" goda Daren terkekeh. "Hmmm, ada seseorang yang sejak awal saya memutuskan untuk serius di dunia aktor, dia selalu mendukung saya."


"Pacar, yah?"


"Hahaha, mau tahu aja atau mau tahu bangetttt?"


"Ahhh, Ayang, ah! Bikin penasaran aja. Hahaha ... tapi biar yang lain juga ikutan penasaran, saya mau puterin lagu kesukaan Ayang Daren dulu, nih. Judulnya My Boo from Usher feat Aleysia Key. Selamat mendengarkan, Nice People!" Tania mengklik mouse di tangan kanannya dan perlahan lagu itu pun di putar.

__ADS_1


Daren menarik napasnya berat. Lagu ini sering ia putar di mobil bila sedang bersama Ann. Beberapa kali saat mereka berciuman. Ahhh, ia mulai rindu.


********************


__ADS_2