(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Aroma Keringat yang Menggairahkan


__ADS_3

"Katakan Kian, apa yang harus aku lakukan? Kamu butuh sesuatu? Aku ambilkan minum, ya?"


Kian menggeleng cepat. Tidak ada obat atau apapun yang bisa menghentikan panic attack ini, ia akan pulih dengan sendirinya nanti saat pikiran Kian sudah tenang. Namun bagaimana caranya ia bisa tenang bila Ann sedang duduk di hadapannya dengan tatapan penuh kekhawatiran? Bahkan Ann melihat kelemahan yang selama ini Kian sembunyikan rapat-rapat pada siapapun!


Perlahan Ann merentangkan kedua tangannya dan memeluk Kian. Tubuh yang sedang meringkuk gemetaran itu seketika mengejang kaku untuk sesaat. Dengan lembut, Ann mengusap-usap punggung bidang Kian yang hangat. Ia membenamkan kepala lelaki itu tepat di dadanya, di antara gundukan di dadanya.

__ADS_1


Kian yang tak menyangka akan mendapat perlakuan hangat dari Ann hanya bisa membeku. Belaian telapak tangan mungil yang naik turun di punggungnya, secara tak langsung membuat ritme nafasnya mulai teratur. Debaran di dadanya mulai tenang. Wangi tubuh Ann yang tercium oleh indranya seolah membius alam bawah sadar Kian, mengirim sinyal ke otaknya untuk menurunkan tekanan darah yang sempat tinggi dan membuat sekujur tubuhnya gemetaran. Kian mulai tenang, ia mulai mengantuk. Lagi.


Saat tubuh yang tadinya kaku itu mulai rileks di pelukannya, Ann menunduk untuk melihat ekspresi Kian. Terdengar suara dengkuran halus dari lelaki yang kini menyandarkan kepalanya di antara payudaraa montok itu. Ann menghembuskan nafasnya lega. Ia menoleh pada jam dinding di atas meja kerja. Jam 4 dini hari.


Perlahan-lahan, Ann mendorong tubuh Kian dan merebahkan kepalanya di bantal. Tubuh mungil Ann berada sepenuhnya di atas tubuh besar Kian. Hembusan nafas hangat dan aroma keringat Kian entah mengapa membuat Ann merasakan sesuatu yang aneh di dalam dadanya. Biasanya ia paling jijik dengan bau keringat orang, namun kali ini berbeda. Aroma perfum yang maskulin bercampur keringat, Ann baru tahu ada aroma yang menggairrahkan seperti ini. Ann menelan salivanya tanpa ia sadari.

__ADS_1


Ann masih bisa melihat dengan jelas bulu mata Kian yang pendek namun lebat, hidung yang tinggi, bibir yang mungil dan seksi, rahang yang kaku dan tegas, tanpa sadar Ann mengangkat tangannya dan menyentuh wajah yang sedang terpejam itu. Menyusuri cekungan mata, hidung dan berakhir di bibir yang berwarna merah muda. Hembusan nafas hangat Kian membuat tangan Ann tak ingin beranjak dari bibir itu. Bagaimana bisa wajah ini begitu sempurna namun terlihat biasa saja di mata Ann? Ke mana saja ia selama ini hingga tak menyadari bila Kian memiliki hidung dan bibir yang sangat seksi. Ann melenguh saat sesuatu yang hangat seperti membasahi bagian bawah tubuhnya. Tidak, tidak mungkin ia menginginkan Kian secepat ini!!


Bukankah ia sudah meminta Kian untuk menjauh?


Mengapa justru kini malah Ann yang ingin mendekat?

__ADS_1


Pasti otaknya telah terinfeksi oleh aroma keringat Kian tadi! Bukankah selama ini Ann selalu benci aroma tubuh orang!? Bahkan pada Daren pun, Ann selalu mewanti-wanti agar kekasihnya itu memakai parfum saat sedang bersamanya, semata-mata demi Ann yang benci aroma alami tubuh. Ia benci! Tapi sekarang malah ketagihan pada aroma tubuh Kian ... apakah ia sudah mulai gila??


***************************


__ADS_2