(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Melindungiku Lagi?


__ADS_3

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.


Daren memasang sunglasessnya sembari tetap menggandeng tangan Ann sejak mereka turun dari pesawat.


"Kenakan sunglasess-mu, Ann!" perintah Daren saat menyadari sedari tadi wajah Ann terekspos.


Ann menurut, ia menarik sunglasess yang ia sematkan di belahan kemejanya dan lekas mengenakannya. Ia melirik Daren yang berjalan cepat di sisinya, sesekali Daren menunduk saat melewati kerumunan orang.


Dua jam kemudian setelah makan malam, mereka berdua tiba di private cottage di daerah Uluwatu. Ann setuju untuk liburan bersama di Bali dengan satu syarat, mereka tidur di kamar terpisah. Daren menyetujuinya dan memesan private cottage dengan dua kamar.


"Aku lelah sekali, Beb. Aku langsung ke kamarku, ya! Aku mau istirahat." Ann meraih koper miliknya yang dibawa oleh Daren dan melenggang pergi.


Daren menghela napas berat. "Baiklah. Kita jalan-jalan besok pagi saja ya! Istirahatlah dulu sekarang."


Ann menoleh dan tersenyum. Ia memilih kamar yang berhadapan langsung dengan kolam renang, sepertinya berendam malam begini akan sangat menyenangkan. Apadaya tubuhnya sangat lelah, Ann ingin tidur.


Usai membersihkan wajahnya dari sisa make up, mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, Ann lantas naik ke atas tempat tidur sembari membawa ponselnya yang sedari tadi ia non-aktifkan.


Pop up notifikasi dari 35 panggilan tak terjawab membuat keningnya berkerut. Siapa yang menelefonnya sebanyak ini? Kian, kah?


Ann memencet pop up itu dan barisan huruf di layar ponsel membuat jantungnya sontak berhenti berdetak. PAPA ANGRY BIRD.

__ADS_1


Tidak! Tidak ...


Apakah Kian mengadu pada Papanya?


Kian bahkan tak menelefonnya sama sekali!


Ann mendengus kesal. Padahal baru kemarin malam Kian memintanya untuk membuka hati, baru kemarin malam Kian mengakui bila ia mulai jatuh hati pada Ann, tapi kenyataannya apa?? Bahkan Kian tak memgkhawatirkannya sama sekali!


Drttt ... drrrtttt ...


Ann yang sedang memaki Kian sontak melempar ponselnya ke tempat tidur karena terkejut benda itu tiba-tiba bergetar.


Papa Angry Bird is calling ...


"Halo, Pa."


"Apa kamu sangat menikmati liburanmu dengan Kian? Kenapa susah sekali menelefon kalian berdua!"


Ann terhenyak, dengan Kian?? Jadi Papanya tak tahu bila Ann pergi bersama Daren??


"I-iya, Pa. Kami baru sampai dua jam yang lalu. Maaf."

__ADS_1


"Hahaha ... baguslah! Segera buatkan cucu yang lucu dan menggemaskan untuk Kakek tua ini. Papa tidak sabar ingin segera menimang cucu dari kalian berdua!"


Ann menggigit bibirnya dengan kalut. "Iya, Pa. Jangan khawatir."


"Apakah kondisi tangan Kian sudah membaik? Jangan biarkan dia terlalu banyak bergerak, Ann. Ingatkan Kian untuk berhati-hati!" perintah Jonathan.


"Iya, nanti Ann sampaikan sama Kian. Papa kok belum tidur jam segini?"


"Mana bisa Papa tidur kalo belum tahu kabar dari kalian. Tadi Papa telefon Kian dan dia bilang kalo kalian berdua sudah ada di Bandara. Makanya Papa jadi khawatir kalo belum mendengar suara salah satu di antara kalian!"


Ann menghembuskan napasnya lega. Sekali lagi Kian menyelamatkannya. "Ini kan sudah tahu, jadi Papa buruan istirahat gih! Jangan tidur malem-malem!"


"Baiklah. Kalian juga segeralah istirahat. Kian pasti sangat lelah. Sampaikan salam Papa padanya."


"Ehem, oke, Pa."


Tit.


Tanpa Ann sadari, sekali lagi Kian melindunginya di depan Papanya. Dan kenyataan itu membuatnya semakin takut, kenapa Kian selalu saja berhasil membuat Ann semakin jatuh pada pesona dan kebaikannya! Harusnya Kian laporkan saja keadaan yang sesungguhnya, harusnya Kian katakan pada Papanya bila Ann pergi berdua dengan Daren ke Bali. Jadi dengan begitu Ann punya alasan untuk membenci Kian.


Dengan sedih, Ann menatap layar ponsel yang masih berada di genggamannya. Tunggu, ada satu pesan yang masuk dan belum terbaca olehnya. Dengan penasaran Ann membuka pesan itu. Pesan dari Kian.

__ADS_1


[Selamat berlibur, Ann. Semoga kamu bisa mewujudkan keinginan Papa untuk memiliki cucu sepulang dari sana. Tak apa, Ann. Aku akan menunggumu pulang, dan kita akan selesaikan semuanya baik-baik.]


...****************...


__ADS_2