(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Membuka Mata di Sampingmu


__ADS_3

Membuka mata dan melihat wajah Ann tertidur dengan pulas adalah rutinitas yang sempat Kian nikmati ketika berada di Jeju Island beberapa hari yang lalu. Dan kini, terbangun di penthouse dengan pemandangan itu lagi membuat Kian tak ingin bangun, ia masih ingin menikmati kecantikan natural wajah yang sedang terlelap itu lebih lama.


Entah apa yang Ann lakukan semalam di kamar ini, Kian masih tak paham. Bagaimana bisa Ann tiba-tiba muncul dan menenangkannya yang sedang dilanda panic attack. Bukankah semalam pintu kamar telah terkunci rapat? Lantas bagaimana Ann bisa masuk?


Berbagai pertanyaan di benak Kian meronta-ronta butuh jawaban. Tapi tak mungkin ia punya keberanian untuk bertanya langsung pada Ann. Kejadian semalam telah membuatnya malu. Ia tak lagi punya muka untuk bertemu. Belum lagi pertengkaran mereka yang cukup menyakitkan bagi Kian, membuatnya tak ingin lagi berinteraksi dengan Ann mulai hari ini.

__ADS_1


Dengan berat hati, Kian akhirnya beranjak duduk dengan sangat perlahan. Khawatir gerakan sedikit saja bisa membangunkan Ann yang sedang terbuai dalam mimpi. Ia turun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Semalam ia tak sempat mandi karena tertidur usai menelefon Jonathan. Dan membayangkan Ann memeluknya yang basah oleh keringat bercampur bau seragam kerja, tubuh Kian mendadak panas. Betapa memalukan!


Usai mandi, Ann ternyata masih belum bangun. Kian tak tega membangunkan dan memilih untuk membiarkan wanita itu tetap terlelap di ranjangnya. Toh Ann adalah Boss di perusahan Papanya, jadi tak ada salahnya bila ia datang terlambat ke kantornya sendiri, bukan??


Jam setengah tujuh, Kian sudah rapi mengenakan seragam kerjanya, ia lantas keluar dari kamar tanpa menimbulkan suara. Ia akan berangkat kerja lebih awal untuk menghindari Ann. Terlebih ia harus mengompres matanya dengan es batu lebih dulu agar sembabnya hilang. Tak mungkin Kian tiba di kantor dengan mata bengkak, apalagi setelah kemarin ada kejadian menyakitkan itu, bisa-bisa ia semakin dipergunjingkan!

__ADS_1


Sambil menempelkan es batu itu di kedua matanya, Kian mencoba mencari solusi agar ia tak perlu terlalu sering bertemu Ann di rumah ini. Hawa dingin dari balok es membuat pikiran Kian sedikit terbuka, bila ingin menghindar maka ia harus pergi dari rumah ini. Tapi hal itu tidak mungkin ia lakukan, Jonathan bisa marah besar.


Bila tak bisa meninggalkan rumah, berarti ia harus pergi atau bersembunyi saat Ann berada di rumah. Tapi, bagaimana caranya?


Kian mendesah lelah. Balok es itu sudah meleleh seluruhnya dan membasahi wajah Kian. Ia menarik selembar tisu di meja lantas mengeringkan wajah. Dia akan memikirkan hal itu sambil lalu, untuk saat ini biarkan ia bersembunyi atau menghindar saja sementara waktu.

__ADS_1


Dengan langkah lebar, Kian berjalan menuju lift. Namun langkahnya terhenti saat dari sudut matanya, ia melihat sekumpulan kunci tergeletak di meja sideboard. Kian mendekat dan mengangkat kunci-kunci duplikat itu sambil menahan senyum. Jadi Ann semalam sengaja menyelinap masuk ke dalam kamarnya dan mematikan lampu?


Kian memasukkan kunci-kunci itu ke dalam laci dan lekas berbalik. Ia harus segera berangkat sebelum Ann bangun.


__ADS_2