(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Jangan Pergi Dulu


__ADS_3

Isi pesan chat Kian tempo hari seolah menjadi pertanda, dan Ann terlambat menyadari bila pesan itu bisa jadi adalah cara Kian berpamitan padanya.


"Jangan pergi dulu," lirih Ann seraya mengusap tetesan air mata yang menggenang di pelupuk mata dan mengaburkan jarak pandangnya.


Dengan kecepatan ekstra, akhirnya Ann tiba di Rumah Sakit tak sampai sepuluh menit. Beruntungnya Kian dibawa ke Rumah Sakit yang dekat dengan kantor dan rumahnya. Itulah nilai plus tinggal di pusat kota. Ann lekas beringsut keluar dengan menenteng tasnya dan mengunci otomatis mobilnya sembari berlari. Menggunaakan heels 10 cm membuat laju berlarinya tak bisa maksimal. Ia beberapa kali harus berhenti untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.


Di lorong menuju IGD, sudah ada dua orang pria berseragam polisi dan wanita yang memangku seorang bocah perempuan. Ann menghentikan larinya dan menghampiri polisi itu.


"Bagaimana keadaan suami saya, Pak!?" cecar Ann panik begitu sampai di depan Polisi tadi.


"Oh, anda Ibu Annastasia?" tanya Polisi tadi memastikan.


Ann mengangguk cepat seraya mengatur napasnya yang kembang kempis. "Suami saya bagaimana? Apa saya bisa melihat dia sekarang?"


"Pak Kiandro sedang tangani oleh Dokter, kita tunggu saja."


"Bagaimana suami saya bisa kecelakaan? Siapa yang menabrak?" rutuk Ann emosi.

__ADS_1


Dua Polisi tadi menunduk bersamaan lantas menoleh pada wanita yang duduk di kursi tunggu dengan penampilan berantakan dan air mata berderai. Ann ikut mengawasi wanita itu dengan bingung.


"Pak Kiandro berniat menyelamatkan Putra dari Ibu itu," Polisi yang lebih muda menunjuk wanita tadi. "Dan tertabrak oleh mobil yang melintas."


"Apa!?" seru Ann tak percaya. Bagaimana mungkin Kian bertingkah konyol seperti itu dan mengorbankan dirinya sendiri?!


"Putra Ibu itu juga masih di observasi di dalam, semoga tidak ada luka yang serius."


Ann menoleh pada wanita yang duduk tak jauh darinya dan menatap nanar padanya. Bila sampai Kian tak bisa di selamatkan, jangan harap wanita itu bisa hidup tenang!!


"Ann, Pak. Panggil saya Ann, bukan Anas!"


"Oh, maaf. Baik, Bu Ann." Polisi muda itu mengangguk sopan dan mempersilahkan Ann duduk.


Sambil membuang muka, Ann duduk berhadapan dengan wanita itu dan menatap tajam padanya. Seolah sadar sedang di perhatikan oleh Ann, wanita itu menunduk tak berani beradu tatap.


Ponsel di dalam tas Ann berdering, ia lekas merogohnya dan terpaku menatap nama yang muncul di layar.

__ADS_1


Love is calling ...


"Keluarga Kiandro apa sudah datang?"


Ann tersentak dan menoleh cepat ke arah pintu. Seorang Dokter berdiri di sana bersama dua orang Polisi tadi. Ann lekas berdiri.


"Saya istrinya, Dok! Bagaimana keadaan suami saya?"


"Pak Kiandro mengalami Fraktur klavikula dan cidera pada kepalanya. Kami baru saja selesai melakukan CT scan dan rontgen. Mohon Ibu tandatangan dan mengonfirmasi sebagai wali karena kami akan segera melakukan tindakan operasi," ucap Dokter itu memberi penjelasan.


Ann mengangguk cepat. "Baik. Saya akan tandatangan. Lakukan yang terbaik untuk suami saya, Dok. Selamatkan dia! Berikan pelayanan yang terbaik dan termahal sekalipun."


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, Bu. Mari ikut dengan saya." Dokter tadi kembali masuk ke dalam ruang IGD.


Ann menyeka air mata yang kembali menetes dan membasahi pipinya, ia lantas mengikuti Dokter itu masuk ke ruang IGD dengan perasaan hancur.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2