(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Petaka Hati


__ADS_3

Sementara itu, di tempat berbeda. Kian baru saja selesai makan siang dan bersiap kembali ke Studio 3 untuk melanjutkan tugasnya. Ada 4 acara taping yang harus ia rekam hari ini. Dua di antaranya sudah selesai sebelum makan siang tadi. Dan kini tersisa dua taping lagi sebelum nanti ia bisa pulang dan melanjutkan hobi memasaknya di rumah.


Kian tersenyum membayangkan si mungil Ann yang pasti akan lahap memakan masakan buatannya. Meski bertubuh kurus, namun Ann memiliki selera makan yang luar biasa. Ia bisa makan dengan lahap bahkan di saat moodnya sedang jelek. Kian belum tentu bisa demikian. Sewaktu di Jeju Island, Ann bahkan menghabiskan beberapa makanan yang tidak Kian habiskan. Berkebalikan dengan pasangan lain yang justru pihak lelaki lah yang lebih sering menghabiskan sisa makanan wanitanya.


Tiba di studio 3, beberapa orang sudah bersiap di stage. Host dan Co-host serta band pun sudah standby di posisi masing-masing. Kian menghampiri Dimas, campers yang hari ini bertugas bersamanya.


"Mas Kian, baru balik? Mentang-mentang, ya!" sindir Dimas terkekeh.


Kian tersenyum ragu. "Mentang-mentang apa?"


"Mentang-mentang ada someone spesial!"


Kian tergugu. Someone spesial? Siapa?


Dimas menunjuk stage di mana orang-orang mulai diberi pengarahan oleh sutradara dan produser.


Tunggu dulu, bukankah itu Ann??


Kian merasakan sekujur tubuhnya menghangat saat melihat wanita yang sejak tadi ia pikirkan ternyata berada di kantornya. Tapi, apa yang dilakukan Ann di tempat ini? Bukankah saat ini ia sedang syuting acara Reality Show, bukan acara enterpreneur!


Kian memperhatikan seseorang yang sedang duduk dan berbincang dengan Host. Seorang artis lelaki, Kian tak tahu siapa. Sepertinya dia adalah bintang tamu yang mengisi acara The Path kali ini. Tapi, apa yang Ann lakukan di tempat ini masih jadi misteri.


"Oke. All crew stand by! Host, band, stand by. Camera, lighting, stand by!"


Tadinya Kian hendak menghampiri Ann di stage namun sutradara yang juga program director mulai meneriakkan aba-aba untuk persiapan. Mau tak mau, Kian akhirnya menghampiri kamera satu tempatnya menjalankan tugas dan memasang headphone di kepalanya.


"Camera one, stand by ... Ready, in one two three. Action!"


Kian menyorot Host yang mulai menyapa pemirsa dengan hangat. Ia memperhatikan hasil tangkapan layarnya di monitor kecil di atas kamera.


"Dannn inilah bintang tamu kita pada siang hari ini, kita sambut Daren Thomas!"


Suara musik band yang menggelegar mengagetkan Kian yang terpaku di belakang kamera. Bersamaan dengan itu, seorang lelaki muncul dari balik pintu yang berada di stage.

__ADS_1


Entah mengapa perasaan Kian mulai tak nyaman, ia baru ingat bila Ann pernah bercerita tentang sosok mantannya yang bernama Daren. Apakah yang dia maksud adalah Daren Thomas? Dan apa karena itu Ann sekarang berada di studio?


"Camera 2, take!"


Aba-aba dari sutradara di telinganya membuat Kian bisa sedikit bernafas lega. Ia menyaksikan Daren Thomas langsung dengan mata kepalanya sendiri. Tatapan tajam Kian padanya seolah ingin mencari tahu seperti apa sosok yang selama ini sangat dipuja oleh istrinya.


Sebagai seorang aktor, penampilan Daren sangatlah fashionable dan berkharisma. Sangat jauh bila dibanding dengan Kian yang apa adanya, bahkan mungkin cenderung cuek dengan penampilan.


"Camera 2 stand by ... camera 1 take!"


Kian menghela napas dan kembali menyorot Daren.


"Nah, kita semua pasti juga penasaran nih sama rumor yang belakangan ini merebak tentang sosok wanita penyemangat di belakang kesuksesan seorang Daren Thomas. Tapi, hanya The Path yang bisa mendatangkan wanita itu pertama kali loh, Pemirsa! Mau tahu seperti siapa sih sosok wanita itu? Makanya jangan ke mana-mana, kita akan kembali dan menghadirkan wanita penyemangat aktor kesayangan kita sebentar lagi!"


Gelegar musik dari Band pengiring membuyarkan fokus Kian pada layar monitor. Ia menghembuskan napasnya yang mulai menderu tanpa alasan jelas. Wanita penyemangat?? Tunggu dulu ...


"Yok, camera 1 standby. Camera 2 take!"


"Well well well, Melinda dan Daren Thomas here! Woo ..." riuh tepuk tangan dan musik dari Band terdengar saat acara dimulai kembali.


"Seperti yang tadi sudah saya janjikan. Kita akan datangkan sosok wanita penyemangat Daren Thomas di sini. Daren, are you ready?" Melinda menoleh pada Daren yang duduk tak jauh darinya.


"Sure!" sahut Daren seraya tersenyum lebar.


"Oh yeah, kita sambut si cantik Annastasia!!"


Suara musik yang menghentak di studio 3 ternyata kalah saing dengan suara dentuman di dalam dada Kian yang semakin menderu ketika sosok Ann muncul dari belakang pintu yang tadi di lewati oleh Daren. Kian membuang muka jengah. Rahangnya mengeras seiring dengan langkah kaki Ann yang kemudian berhenti di samping Daren.


Ann terlihat begitu anggun dan cantik, masih dengan setelan blazer yang tadi pagi ia kenakan. Sibuk meeting dan pulang malam, huh? Nyatanya dia malah jadi bintang tamu di acara yang direkam oleh suaminya sendiri! Kian berdecak marah di dalam hati.


"Selamat datang cantik, duuuh, cantik banget sih kamu, ih!" Melinda menyalami Ann dan mempersilahkan duduk.


Ann beringsut duduk di sebelah Daren, sedikit berjarak namun Kian bisa melihat dengan jelas kaki mereka menempel satu sama lain. Kian tersenyum kecut.

__ADS_1


"Sabar, Bro!" hibur Dimas sambil mengelus dadanya dari belakang kamera 2.


Kian tersenyum, berusaha menutupi gelisah yang entah mengapa menghinggapi hatinya.


"Annastasia, saya manggilnya siapa, nih? Ann atau Tasya?"


"Ann, panggil saja Ann!" suara Ann terdengar jelas di headphone yang Kian kenakan.


"Sudah berapa lama kenal Daren?"


"Tiga tahun lebih, ya?" Ann menoleh pada Daren.


"Iya, tiga tahun lebih. Desember besok empat tahun!"


"Wah, sampai hafal loh sama anniversarynya! Hahaha ... kalian ini sahabatan apa pacaran sebenernya, huh?" goda Melinda dengan genit.


Ann tertawa dan menatap lurus ke depan. Ia sedikit gugup karena ini adalah pengalaman pertama baginya berada di depan kamera.


"Sahabat, sejauh ini masih sahabat. Nggak tahu nanti, ya kan, Ann?" Daren menoleh pada Ann yang terpaku menatap ke depan.


"Hmmm, yakin nih sahabat?" goda Melinda lagi seraya mengerling pada Ann.


"Ann?" Daren menepuk lengan Ann yang melamun.


Tidak, Ann tidak melamun. Pandangannya terkunci pada sosok yang tak pernah ia sangka akan berada di tempat yang sama. Kian. Ya, Kian sedang menatapnya tajam di sebelah kamera yang menyorot padanya. Tanpa sadar Ann menelan saliva. Seketika arahan dari sutradara sebelum acara dimulai tadi buyar.


"Ann?"


"Cut!"


***********************


Jangan lupa klik jempol dan favoritnya, Bestie ❤️

__ADS_1


__ADS_2