(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA
Kontak Darurat


__ADS_3

Saat melihat Kian keluar dari lift tanpa menghiraukannya, Ann mendengus marah sambil mengangkat jari tengahnya ke arah lelaki yang telah sampai di pintu lobi itu.


Sambil berdecak kesal, Ann keluar dari lift yang menurunkannya di basement. Memangnya dia patung, Kian bertingkah seolah Ann tak kasat mata! Padahal Ann hanya ingin melihat lelaki aneh tersenyum. That's it!


Jlep.


Ann menutup pintu mobil dengan keras. Ia mulai menyalakan mesin dan menginjak pedal gas perlahan. Begitu keluar dari parkiran basement dan hendak masuk ke bahu jalan, beberapa mobil mulai menghalangi dan tak bergerak sama sekali. Ann memperhatikan pusat kemacetan yang berasal dari lampu merah, beberapa orang nampak tengah berkerumun, apakah sedang terjadi kecelakaan lalu lintas??


Ann bersandar dan menghembuskan napasnya lelah. Belum juga sampai di kantor namun seluruh tubuhnya terasa tak bertenaga, apa karena ia tak sarapan? Semalam ia tak sempat makan apapun sepulang dari rumah Papanya karena terlalu larut, kamar Kian pun sudah gelap.


Perlahan mobil-mobil yang menghalangi jalan mulai bergerak maju, Ann mengoper gigi persneling dan menginjak pedal gas. Ia harus segera menyusup sebelum mobil-mobil lain menghalangi jalannya lagi. Tepat di lampu merah, Ann mencoba memperhatikan kerumunan orang yang masih memenuhi jalanan. Seorang anak lelaki nampak menangis di gendongan polisi yang lantas masuk ke dalam mobil ambulans.


Wiu ... wiu... wiu ...


Bunyi sirine ambulans yang melaju cepat menembus kemacetan terdengar memekakkan telinga hingga membuat Ann sedikit bergidik ngeri. Ia benci suara sirine ambulans, bunyi itu selalu mengingatkan Ann pada film-film horor.

__ADS_1


Tak lama, mobil-mobil yang sempat macet dan berhenti itu mulai melaju perlahan. Ann pun kembali fokus pada kemudi hingga ia sampai di kantor lima belas menit kemudian. Ann mematikan mesin dan memeriksa barang-barang bawaan di dalam tas kerjanya. Tablet, ponsel, dan notebook, setelah memastikan semua lengkap Ann pun membuka pintu mobil dan keluar.


Belum sempat Ann menutup pintu, ponselnya berdering di dalam tas. Ann lebih dulu menutup pintu dan mengeluarkan ponsel dari dalam tas.


Kian is calling ...


Ann mengernyitkan kening dengan heran, tumben?


"Halo."


Deg. Ann terkesiap.


"Iya betul, maaf ini siapa? Kenapa ponsel suami saya bisa di—"


"Pak Kiandro mengalami kecelakaan dan saat ini sedang dalam keadaan kritis. Apa Ibu bisa segera datang untuk mengonfirmasi dan —"

__ADS_1


"Pak, jangan becanda, ya! Tadi suami saya berangkat dari rumah bareng sama saya!"


"Maaf, Bu. Kami hanya menjalankan prosedur karena alamat yang tertera di KTP tidak valid. Kami menghubungi nomor Ibu karena nomor ini terdaftar di kontak darurat," terang suara di ujung sana lugas.


Ann menahan nafasnya panik, ia bersandar pada body mobil karena saat ini seluruh tubuhnya terasa lemas. "Dia di Rumah Sakit mana, Pak?!" cecar Ann sambil bergegas membuka kembali pintu mobilnya.


"Rumah Sakit Grand Internasional. Kami tunggu kedatangann Ibu secepatnya di IGD."


"Oke baik, sepuluh menit lagi saya sampai!" putus Ann sebelum kemudian melempar ponsel dan tasnya ke kursi penumpang di sebelah dan menstarter mesin mobil.


Di tengah kepanikan yang melanda, Ann berusaha tetap fokus pada kemudi. Pikirannya berkecamuk akan banyak hal, namun yang lebih ia rasakan adalah penyesalan.


"Bertahanlah, Kian," tangis Ann sedih.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2