21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 10


__ADS_3

Hari sudah hampir siang , Ashalina sudah merasa perutnya sangat lapar .karna tadi pagi ia hanya memakan Mie instan saja . Ingin memasak makanan , tapi stok makanan sudah habis sama sekali .


" Apa aku beli bahan makanan pake duitku aja dulu ya ? , tapi disinikan hitungannya dollar , bisa langsung ludes duitku . Tapi aku sudah lapar banget , beras habis lagi . bisa mati aku kalo tidak makan sampai malam . aku beli roti aja kali ya ?. Ya ! , aku beli roti aja . " Batin Ashalina ,


mengambil dompetnya lalu berjalan keluar kamar menuju arah pintu keluar . saat Ashalina ingin membuka pintu , tiba tiba pintu terbuka dari luar .


" Dukk ! "


" Aw ! " Ashalina memegangi kening dan hidungnya yang sempat kejedot pintu .


" Ngapain kamu di balik pintu ? "


" Saya mau keluar beli makanan Mr ! , saya sudah lapar banget , persediaan makanan sudah tidak ada sama sekali Mr ! ,"


" Oh ! " Sambil memberikan kantong plastik yang berisi makanan ketangan Ashalina . " siapkan di meja makan , saya juga ingin makan ." perintah Mr Ze , melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya .


" Baik Mr Ze ," merasa lega , Ashalina tidak jadi mengeluarkan duitnya untuk membeli makanan di luar . Dan segera berjalan ke arah meja makan dan langsung menyiapkan makanan untuk Mr Ze .


Tak lama kemudian Mr Ze pun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang lebih santai . Dengan memakai baju kaos putih polos dipadukan dengan celana jens panjang berwarna donker . Berjalan ke arah meja makan dan langsung duduk . Dan langsung di ikuti Ashalina duduk berseberangan di depan Mr Ze .


Melihat Mr Ze mulai memakan makanan yang di depannya , barulah Ashalina memakan makanannya juga .


Karna sangking kelaparannya Ashalina pun makan dengan lahapnya . Tanpa ia sadari , Mr Ze terus memperhatikannya dari tadi .


" Makanannya enak banget Mr Ze , pasti harga nya mahal . Tapi Mr Ze , gajiku nanti jangan di potong ya ! . Aku mau bekerja kesini , agar aku bisa cepat melunasi pinjamanku ." cerocos Ashalina , berbicara dengan mulut penuh makanan .


" Berapa semua jumlah pinjamanmu ? "


" dua puluh juta rupiah plus bunga 17% Mr ," jawab Ashalina , dengan susah payah ia menelan makanan dimulutnya .


" Cepat habiskan makananmu , setelah itu bersihkan dirimu dan ganti pakaianmu , ikut aku ," ujar Mr Ze .


" Kemana Mr ? "

__ADS_1


" Lakukan saja apa yang kuperintahkan ."


" Siapa tau Mr Ze mau menjualku ," balas Ashalina .


" Hei gadis bodoh ! , kalau saya mampu membelimu 10M , buat apa saya menjualmu ? ."


" Oh iya ! lupa ! ," ucap Ashalina polos , lalu menyuapkan makanan lagi ke mulutnya "Mr Ze ! , beberapa hari ini aku lihat Mr Ze tidak pernah lagi bawa tante tante girang pulang ke apartemen ? , udah taubat ? ," tanya Ashalina penasaran .


" Sekarang aku hanya menginginkan tubuhmu ! ," Tandas Mr Ze


Ashalina langsung menghentikan kunyahannya mengarahkan tatapannya ke arah Mr Ze yang membalas menatapnya ." Apa semua wanita itu sama menurut pandangan Mr Ze ? ," tanya Ashalina tanpa melepas netranya dari majikannya itu .


" Tidak ! , tapi aku menginginkan tubuhmu ," berjalan mendekati Ashalina memasang wajah seperti ingin memangsa .


" Aku tidak mau ! ," Ashalina langsung ngacir masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu rapat rapat , Lalu menyandarkan tubuhnya di daun pintu . " apa pikirannya tidak bisa lepas dari yang namanya wanita ?," tanya Ashalina dalam hati .


"saya tunggu 30 menit , kalau kamu juga belum selesai bersiap !! , saya akan menjalankan proyek 10M kita !! ," ujar Mr Ze dari luar kamar lalu mengulum senyumnya .


Dengan buru buru Ashalina langsung masuk ke dalam kamar mandi , mandi secepat kilat , Ashalina sangat takut dengan ancaman proyek 10M yang menguntungkan dan sekaligus merugikannya itu . selesai mandi Ashalina pun langsung keluar dan langsung memakai pakaian ganti , kemudian memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan lipstik di bibirnya . Setelah selesai buru buru Ashalina mengambil tas kecilnya yag berisi dompet dan HP , lalu keluar kamar .


" Ma..mau bawa aku kemana Mr ? ." Ashalina gugup , pikiran pikiran buruk langsung menguasai kepalanya . Ashalina takut , Mr Ze memperkaosnya lalu membunuhnya dan membuangnya ke laut .


" Ikut aku ! ," memutar tubuhnya berbicara seperti memerintah .


" Ta..tapi Mr ! , bilang dulu mau kemana ? ."


Tak ingin menjawab , Mr Ze berjalan mendekati Ashalina yang masih berdiri di depan pintu kamarnya , lalu menarik tangan Ashalina membawanya keluar dari dalam apartemen , masuk kedalam lif membawaya turun kelantai dasar .


" Mau bawa aku kemana Mr ? ,"


" Diamlah ! ," terus menarik tangan ashalina sampai memasukkannya kedalam mobil miliknya . mendudukkan Ashalina di kursi penumpang samping kemudi . lalu memutari bagian depan mobilnya , setelah membuka pintu disamping kemudi , Mr Ze langsung masuk dan melajukan kendaraannya keluar dari parkiran .


Di dalam mobil Ashalina hanya diam saja menatap keluar kaca disampingnya menatap pemandangan kota Singapur . Ia masih kawatir , entah kemana majikannya itu membawanya .

__ADS_1


" Turun ! " suara itu membuyarkan lamunan Ashalina , mengarahkan pandangannya ke arah pria yang duduk disebelahnya . lalu memutar pandangannya melihat ke arah luar mobil .


" Ini dimana Mr Ze ? ," tanya Ashalina melihat mereka sudah berada di sebuah lokasi parkiran .Di arahkannya lagi pandangannya ke arah lain , diliahatnya dari jarak yang tidak terlalu jauh tempat yang ingin dia kunjungi . wajahnya langsung berbinar dan langsung membuka pintu disampingnya berlari ke arah patung singa yang selalu menyemprotkan air liur itu .


melompat lompat kegirangan sampai ia lupa kalau kakinya masih sakit .


" Aw ! " ringis Ashalina , tiba tiba kakinya keram . membungkukkan badannya sambil memijit kakinya yang sakit .


" Jangan melompat lompat kakimu belum sembuh total ," di angkatnya tubuh ashalina , dibawanya berjalan kembali ke arah mobilnya .


" Mr Ze ! ," kaget Ashalina , melihat Mr Ze menggendongnya ." A..aku masih bisa jalan ," ucap Ashalina gugup , meronta untuk turun , ia malu karna dilihatin orang yang ada disekitar kawasan patung yang berlambangkan Negara Singapur itu .


" Diam atau ku jatuhkan ! ." Ashalina langsung membeku tak bergerak .


setelah membuka pintu mobilnya , Mr Ze langsung mendudukkan Ashalina di bangku penumpang belakang dan ikut masuk kedalamnya .


" Mr Ze mau apa ? ," Ashalina takut karna Mr Ze duduk disampingnya .


" Diam ! ," lalu di ambilnya kaki Ashalina dibawanya ke pangkuannya .


" Gak usah Mr , biar aku aja yang pijit ," cegah Ashalina , merasa tidak enak hati melihat majikannya memijit kakinya . Ditariknya kakinya dari pangkuan Mr Ze yang langsung ditaham oleh Mr Ze .


Akhirnya Ashalina diam saja , netranya tidak putus memandang wajah Mr Ze yang terlihat sangat tampan , ia heran melihat Mr Ze yang bersikap manis kepadanya .


" Masih sakit ? ," suara lembut bak angin surga itu membuyarkan lamunan Ashalina .


" Su..sudah tidak lagi Mr."


" Saya tau kalau wajah saya tampan , kamu boleh memandanginya sepuasmu ," mendekatkan wajahnya ke wajah Ashalina , lefleks Ashalina memundurkan badannya sampai mentok ke pintu mobil disampingnya .


Ashalina memejamkan matanya karna Mr Ze terus mendekatkan wajahnya , sampai kecupan panjang itu mendarat dikeningnya , membuta Ashalina terlonjak kaget .


" Mr Ze ! ." membuka matanya setelah Mr Ze melepas kecupannya . Jantungnya sudah seperti lari maraton karna mendapat kecupan dari majikan tampannya itu.

__ADS_1


Mr ze mengembangkan senyumnya sambil Di acak acaknya ujung kepala Ashalina " yuk !," ditariknya tangan Ashaina untuk keluar dari dalam mobil .


__ADS_2