
"Nduk..! makan dulu ! , sudah sudah seharian kamu belum makan !" ucap wanita paru baya itu menyentuh bahu Tika .
"Tika gak selera makan Bukde !" jawab Tika yang lagi duduk di pinggir tempat tidur menghadap jendela .
"Sedikit saja ! nati kamu bisa sakit !" bujuknya .
Tika mengusap air matanya yang mengalir di pipinya . Ia tidak menyangka rumah tangganya akan hancur seketika .
"Sabar..Nduk..!"
Tika memeluk Bukde nya , menangis terisak ." Aku rindu anak anakku Bukde !" ucap Tika Istri dari pamannya itu pun menghela napasnya , sambil mengusap usap punggung Tika dari belakang .
"Tenangkanlan pikiranmu Nduk..!, setelah itu kembalilah kepada anak anakmu ! mereka pasti mencarimu , masalah hubunganmu dengan suami mu bicarakan baik baik, kasihan anak anakmu !, lari tidak akan menyelesaikan masalah !" ucapnya lembut .Tika hanya bisa menangis .
"Ayo ! kamu harus makan !" ajaknya , Tika pun berhenti menangis lalu menghapus air matanya , menganggukkan kepalanya , ia tidak boleh merepotkan orang .
.
.
Mobil yang membawa Salma dan Rico pun sudah sampai di depan rumah Yudhi , mereka pun turun, lalu berjalan ke arah pintu masuk .
"Assalamu alaikum !" sahut Salma .
"Walaikum salam !" jawab Ayah Yudhi yang menjaga si kembar di ruang tamu .
"Tante Calma...!"
Kedua bocah menggemaskan itu langsung berlari ke arah Salma dan memeluk kakinya .
"Mama hiyang.. ! , Mama gak puyang.." adu Daanish sambil menangis , bibirnya di tekuk kebawah .
"Iya Tante ! , Mama hiyang..." sambung Daniyal juga menangis .
Salma pun menurunkan badannya , menarik anak kembar itu kesamping kiri dan kanannya . "Mama gak hilang sayang ! , Mama pasti pulang , jangan menangis ya !" ucap Salma menitihkan air mata , mencium pipi keponakannya itu bergantian .
"Mau Mama..!" tangis kedua bocah itu lagi dengan berurai air mata.
"Iya sayang !, tapi Daanish dan Daniyal jangan menangis lagi ya ! . Biar Mamanya cepat pulang !" bujuk Salma .
__ADS_1
"Mama... !!!" Tangis kedua bocah itu lagi bersamaan.
"Iya sayang ! Mama sebentar lagi pulang !"bujuk Salma lagi .
"Mama.....!!!"
Yusuf yang berada di gendongan Rico pun terbangun , karena mendengar kebisingan , mengarahkan pandangannya ke arah si kembar , bingung melihatnya kenapa menangis . Rico pun mendekatkan Yusuf kepada si kembar .
"Abang Daansh ! Daniyal ! main sama Yusuf ya ! , sebentar lagi Mama pulang ! . Ayo beli jajan sama Om ! mau ?" bujuk Rico, di rangkulnya Daanish dan Daniyal ke dalam pelukannya , kasihan melihat kedua bocah yang kehilangan induk itu .
"Abang Yudhi mana Pak ?" tanya Salma kepada Ayah Yudhi .
"Di kamarnya ,menangis dari semalam , tidak kalah dengan si kembar !" jawab Ayah Yudhi .
"Apa si kembar sudah makan Pak ?" tanya Salma lagi .
Ayah Yudhi menghela napasnya ," mereka gak mau makan , Sudah gak tau lagi cara membujuknya , mereka tadi hanya makan jajanan kue sedikit . Mereka hanya menangis trus mencari Mamanya!" jawab Ayah Yudhi , terlihat putus asa .
Di lantai dua
"Ayo buka mulutmu Yud !, kamu harus makan !"ucap Ibunya Yudhi , mendekatkan sendok yang berisi nasi beserta lauk pauk ke bibir Yudhi .
Ibunya Yudhi mendesah , Ia sudah tidak tau lagi bagaimana menenangkan Yudhi yang sudah entah berapa kali menangis dari semalam .
"Kalau kamu gak makan ! kamu bisa sakit Yud ! , bagaimana kamu bisa mencari Tika dan mengurus si kembar !, belum lagi anakmu yang berada di perut Normala ! . Sebentar lagi kamu akan memiliki empat anak , ayo makan , jangan cengeng !" bujuk Ibunya Yudhi .
Benar yang di katakan Ibunya , perlahan Yudhi pun membuka mulutnya , menerima suapan dari Ibunya , mengunyahnya perlahan . Mengingat akan menceraikan Normala , jantung Yudhi langsung berdegub sangat kencang , hatinya bergetar . Sangat sulit rasanya ia mengucapkan kata cerai dari mulutnya , tenggorokannya terasa seperti tercekat . Meski hatinya sudah bulat untuk memilih Tika . Yudhi merasa menjadi pria brengsek jika harus mencampakkan wanita yang mengandung anak anaknya itu . Tapi kehilangan Tika , Yudhi merasa Dunianya seperti kiamat .
.
.
Setelah tiga jam mengurung diri di salah satu kamar hotel .Pasangan suami istri yang selalu seperti pengantin baru itu , akhirnya keluar dari dalam kamar , setelah berhasil menjinakkan belalai Mr Ze yang sempat memgamuk . wajah mereka nampak lelah tapi terlihat ada kelegaan , dan terlihat segar karna baru selesai mandi . Mr Ze merangkul Ashalina berjalan melintasi lorong hotel membawanya masuk ke dalam lif , untuk turun ke lantai bawah . Karna mereka harus pulang ke rumah , karna ada putri mereka yang menunggu .
"Kok Acha merasa seperti wanita bayaran yang di bawa ke hotel untuk melayani om om ya ?" ucap Ashalina , karna hanya mereka berdua yang ada di dalam lif .
"Kamu adalah wanita bayaran kakak seumur hidup Baby !" jawab Mr Ze tersenyum , mengecup kening Ashalina dari samping , Ashalina mengerucutkan bibirnya .
"Kakak gak sabaran aja !, begini boking hotel mahal mahal , cuma dipake tiga jam aja . Duitnya 'kan sayang ! , bagus duitnya di tabung !"ucap Ashalina .
__ADS_1
"Istriku ini perhitungan banget sih !" gemas , Mr Ze menarik hidung Ashalina . Istrinya itu selalu saja memperhitungkan segalanya , untuk mengeluarkan duit . Meski duit suaminya banyak ! , tapi Ashalina tidak suka menghambur hamburkan duit . Entah sudah berapa Milliyar duit di tabungannya . Karna duit yang di transfer Mr Ze ke rekening pribadinya tidak penah ia sentuh . Biar pun begitu , Mr Ze setiap bulan selalu menambah jumlah saldonya .
Belajar dari pengalaman , roda tidak selalu berada di atas . Mr Ze yang pernah hampir bangkrut , Ashalina jadi berpikir , untuk menyediakan payung sebelum hujan . Ashalina tidak mengganggu gugat tabungannya itu , untuk anak anak mereka kelak .
"Ya harus dong Kak !" balas Ashalina .
"Gak boleh pelit ! ntar kuburannya sempit !" ucap Mr Ze . Ashalina memutar bola matanya malas . Entah sudah berapa kali Mr Ze membawanya ke hotel hanya untuk menuntaskan birahinya . Menurut Ashalina itu hanya membuang buang duit saja , karna di rumah mereka bisa melakukannya . Suminya itu aja yang tidak sabaran kalau sudah ke pengen .
"Kak ! kita ke rumah Yudhi dulu , Acha kawatir sama si kembar" ujar Ashaina , setelah masuk ke dalam mobil duduk di kursi samping kemudi .
"Iya sayang !" balas Mr Ze , melajikan kenderaanya keluar dari parkiran hotel .
"Bantu cari Tika lah Kak !" ucap Ashalina .
"Sudah ! , menurut informasi dari orang suruhan kakak , dia mendarat di Surabaya ! . Di sana dia masih sempat menarik uang dengan jumlah yang banyak melalui atm . Dari situ , jejaknya hilang sulit untuk dideteksi . Apa Tika punya keluarga di sana atau teman ?. Mungkin bisa minta alamat lengkapnya !" tanya Mr Ze .
"Setau Acha memang Ibunya memang orang jawa . Tapi mereka sudah tidak pernah berkunjung kesana , mungkin sudah puluhan Tahun , terakhir Tika dari sana katanya waktu masih SD . Karna disana hanya tinggal istri pamannya." jawab Ashalina .Mr Ze hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya , terlihat seperti berpikir .
Sampai di kediaman Yudhi , Mr Ze langsung memarkirkan kenderaannya . Mereka keluar dari mobil, berjalan ke arah pintu masuk rumah Yudhi dan Tika yang terbuka . Di dalam ruang tamu ada Salma dan Rico , si kembar dan Ayah Yudhi .
"Assalamu alaikum !" ucap Ashalina dan Mr Ze bersmaan , sambil melangkah masuk tanpa di persilahkan .
"Walaikum salam !"
Melihat Daanish dan Daniyal menangis sampai cigukan di gendongan Kakeknya . Ashalina merasa kasihan , ia pun melangkahkan kakinya mendekati Ayah Yudhi yang nampak kelelahan dan fruatasi . Mengambil Daniyal dari gendongan Ayah Yudhi .
"Ayo sama tante yuk ! , kasihan kakek harus gendong kalian berdua !" ucap Ashalina .
"Huaa......! Mama....!" tangis Daniyal pecah lagi .
"Kakak ! gendong Daanish ! , kasihan paman , sepertinya sudah kelelahan !" ucap Ashalina kepada Mr Ze . Segera , Mr Ze pun mengambil Daanish dari gendongan kakeknya .
"Huaaaaa......! Mama....! , Mama hiyang Om ! , Mama gak puyang....!" tangis Daanish pecah .
"Ssstttt......!, Mamanya pasti pulang , jangan menangis lagi ya !" bujuk Mr Ze , mengusap usap kepala Daanish , sambil menggoyang goyangkan tubuhnya .
.
.
__ADS_1