21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 50


__ADS_3

Mr Ze langsung mengambil kain yang memenuhi mulut Ashalina . Yudhi , ia membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Ashalina .


" Maafkan kakak sudah gagal menjagamu Baby ! " lirih Mr Ze , menciumi seluruh wajah Ashalina sambil menangis , hatinya sakit melihat gadisnya begitu memprihatinkan . kemudian mengangakat tubuh lemah tak berdaya Ashalina , menggendongnya keluar dari gudang, membawanya masuk ke dalam mobil miliknya , duduk di kursi penumpang belakang memeluk Ashalina di atas pangkuannya .


" Baby ! "


" Kakak ! aku takut ! , jangan tinggalkan aku sendiri kak ! " ucap Ashalina lemah .


" Iya sayang ! , kakak tidak akan membiarkanmu sendiri lagi ! , maafkan kakak sudah lalai menjagamu ! " balas Mr Ze ." minum dulu Baby ! , kamu pasti haus ! " ucap Mr Ze , mengambil botol air minum yang selalu di sedia di dalam mobil . Setelah membuka tutup botolnya , Mr Ze pun meminumkannya kepada Ashalina secara perlahan .


" Trimakasih Pak Polisi ! atas bantuannya ! " ucap Yudhi kepada tiga orang polisi yang tertinggal .


" Sama sama ! , itu sudah menjadi kewajiban kami ! " balas salah satu polisi .


" Kalau begitu ! saya permisi Pak ! " sekali lagi terima kasih ! " ucap Yudhi lagi pamit undur diri .


" Silahkan Pak ! ."


Yudhi pun langsung meninggalkan ketiga polisi itu , berjalan masuk ke dalam mobil Mr Ze , duduk di kursi kemudi .


" Bagaimana keadaan Asha ? , " Tanya Yudhi . Menolehkan kepalanya ke belakang .


" Seperti yang kamu lihat , dia lemah tak berdaya . Sepertinya seharian ini mereka tidak memberinya makan dan minum sama sekali "


" Sha ! " panggil Yudhi prihatin .


" Jalankan mobilnya Yud ! , kita bawa dia kerumah sakit " suruh Mr Ze .


Yudhi menganggukkan kepalaya , kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan langsung melajukannya menuju Rumah Sakit .


Sampai di Rumah Sakit , Mr Ze langsung membawa Ashalina masuk ke ruang UGD .


" Dok ! , tolong istri saya Dok ! " ucap Mr Ze , meletakkan tubuh Ashalina di atas brankar .


" Istri Bapak kenapa ? " tanya seorang Dokter yang bertugas di UGD . Mr Ze pun langsung menceritakan kejadian yang menimpa istrinya .


" Mohon tunggu di luar Pak ! , kami akan memeriksa istri Bapak ! " ujar Dokter itu kepada Mr Ze .


" Baik Dok ! " Mr Ze mengusap kepala Ashalina sebelum ia keluar ." Baby ! , kakak keluar dulu ! ."


" Bagaimana keadaan Asha ? " tanya Yudhi , duduk menunggu di depan ruang UGD .


" Lagi di periksa Dokter ! " jawab Mr Ze , mendudukkan tubuhnya di samping Yudhi .


" Apa yang akan kamu lakukan kepada kedua orang yang sudah menyekap Ashalina ? " tanya Yudhi .


Mr Ze menghela napasnya , apa memang yang bisa ia lakukan . Bukankah dia sudah menyerahkannya kepada polisi . Biarkan hukum berjalan sesuai aturannya . Tidak mungkin ia harus membunuh kedua orang yang sudah menyekap istrinya , itu akan merugikan dirinya sendiri nantinya .


" Saya sudah menyerahkannya kepada polisi . biarkan polisi yang memberi mereka hukuman . Sekarang yang lebih penting memikirkan keselamatan Ashalina ke depannya ." jawab Mr Ze .

__ADS_1


Pintu ruang UGD pun tebuka , Mr Ze dan Yudhi refleks menoleh dan langsung berdiri .


" Keluarga dari Ashalina ? " seru seorang perawat .


" Saya Suster ! " Mr Ze melangkahka kakinya mendekati perawat yang memanggilnya .


" Silahkan masuk Pak ! , Dokter ingin berbicara " ucap perawat itu .


" Trimakasih suster ! " balas Mr Ze , kemudian masuk mengikuti perawat itu dari belakang .


" Silahkan duduk Pak ! " ucap perawat itu lagi , menyuruh Mr Ze , duduk di kursi berhadapan dengan Dokter yang memeriksa Ashalina .


" Trimakasih ! " Mr Ze langsung mendudukkan tubuhnya . " Bagaimana keadaan istri saya Dok ! " tanya Mr Ze langsung .


" Istri anda dan kandungannya tidak apa apa . Ia hanya lapar dan mengalami dehidrasi saja , luka di tangannya juga tidak parah . kami sudah membersihkannya dan memberinya obat ." jelas Dokter wanita yang terlihat sudah tidak muda lagi itu .


" Tadi apa Dok ? , kandungan ? " Mr Ze mengerutkan keningnya .


Dokter itu pun menajamkan tatapannya ke arah Mr Ze ." Apa Bapak tidak tau kalau istri Bapak lagi hamil ? "


" Hamil ??? "


Mr Ze belum ngeh apa yang sudah di sampaikan Dokter .


" Iya ! , istri Bapak sekarang lagi hamil ! " ulang Dokter itu lagi .


" Benaran Dok ! istri saya lagi hamil ? " Mr Ze memajukan sedikit tubuhnya ke arah Dokter yang duduk berseberangan dengannya . Tidak percaya dengan apa yang ia dengar .


Mr Ze menaikkan kedua sudut bibirnya membentuk senyuman ." Alhamdulillah...! " ucapnya , mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya .


" Istri Bapak akan segera di pindahkan ke ruanga perawatan , silahkan tunggu disana ! " ucap Dokter itu lagi .


" Trimakasih Dok " sambil tersenyum Mr Ze menjabat tangan Dokter yang telah memeriksa istrinya .


" Sama sama ! "


Setelah melepas jabatan tangannya , Mr Ze langsung mendekati Ashalina yang terbaring di atas brankar .


" Baby ! , apa kamu dengar tadi apa yang barusan di katakan Dokter ? , Kamu hamil Baby ! , kita akan segera punya anak ! " Mr Ze menangis haru , diciumnya kening gadis kecil kesayangannya itu , sambil satu tangannya di letakkannya di atas perut Ashalina , sungguh ia sangat bahagia mendengar wanita yang begitu sangat dicintainya itu mengandung anaknya .


Ashalina menganggukkan kepalanya lemah sambil tersenyum .


" Pak ! , kami akan mengantar istri Bapak ke ruang perawatan , silahkan tunggu disana Pak ! " ucap Salah satu perawat wanita kepada Mr Ze .


" Baik suster ! " balas Mr Ze " Baby ! kakak tunggu di ruang perawatan ya ! ." Mr Ze memcium kening Ashalina kembali sebelum ia melangkahkan kakinya keluar .


" Yud ! , istriku hamil ! , Achaku hamil ! , aku akan punya anak ! , aku akan jadi Ayah Yud ! . " ucap Mr Ze menangis memeluk Yudhi .


" Benaran ? " tanpa Sadar Yudhi membalas pelukan Mr Ze . Ia ikut bahagia mendengar kehamilan wanita yang pernah dicintainya itu .

__ADS_1


" Iya Yud ! , Aku akan jadi Ayah Yud ! " ucap Mr Ze , tangisnya pecah . Entah kenapa dia mendadak menjadi cengeng .


Mendengar suara roda brankar Ashalina di di dorong keluar dari ruang UGD . Mr Ze dan Yudhi pun melepas pelukan mereka , mengarahkan pandangan mereka ke arah Ashalina yang terbaring di atas brankar yang di dorong .


Mr Ze menghapus air matanya , tersenyum , kemudian melangkahkan kakinya menyusul Ashalina ke kamar perawatan di ikuti Yudhi .


Sampai di ruang perawatan , Mr Ze langsung naik ke atas ranjang rumah sakit , berbaring di samping Ashalina , memeluk Ashalina dengan erat , tidak menghiraukan perawat yang mengantar Ashalina masih ada di ruangan perawatan itu ." Baby ! " ucapnya menangis .


" Kakak ! , kenapa menangis ? "


" Kakak bahagia Baby ! , kakak akan jadi Ayah ! " jawab Mr Ze , tangisnya pecah lagi .


Yudhi yang kesal melihat Mr Ze mengabaikannya pun , ikut menaik ke atas brangkar , berbaring di sebelah tangan Ashalina yang di infus . Kemudian mencium pipi Ashalina .


" Yudhi ! " ucap Ashalina lemah .


Mr Ze langsung mendongankkan kepalanya , di lihatnya Yudhi sudah ikut berbaring di atas tempat tidur . Ashalina sudah seperti terjepit di tengah tengah mereka .


" Hei budak ! , turun kau ! " galak Mr Ze . mendorong Yudhi sampai terjatuh dari atas tempat tidur .


" Aw ! " keluh Yudhi , karna sikunya terbentur ke lantai .


" Hei ! Mr Ze sialan ! , tadi saja kau menangis nangis memelukku ! , sekarang kau malah melemparku ! " kesal Yudhi .


" Itu ada sofa ! , kenapa harus ikut naik kesini ! , nanti anakku kejepit bagaimana ? Hah ! "


" Dasar suami istri sama saja ! , tiba ada maunya , ngomong manis banget . kalau kenginginannya sudah dapat , nguhh ! ." Sungut Yudhi sembari berjalan ke arah sofa sambil mengusap usap sikunya yang sakit menjatuhkan tubuhnya , berbaring di sofa .


" Kakak ! aku lapar ! " ucap Ashalina .


" pengen makan apa Baby ?, biar kakak belikan !" tanya Mr Ze lembut .


" Mau makan nasi kak ! "


" Yudhi..! " panggil Mr Ze .


" Gak ! , kau aja yang beli sana ! " tolak Yudhi .


" Anggap saja ini kamu lagi traning jadi asisten ! , sana cepat belikan istriku makanan " perintah Mr Ze .


" Ini sudah hampir dini hari ! , sudah tidak ada lagi jual nasi yang buka , orang sudah pada tidur semua , aku juga sudah ngantuk dan capek ! " omel Yudhi .


"Biasanya angkringan pinggir jalan jam segini masih ada yang buka . cepat sana cari sampai dapat ! " perintah Mr Ze lagi .


" Gak ! "


" Satu motor gede ! "


Yudhi langsung sumiringah , menolehkan pandangannya ke arah suami istri berpelukan itu ." Baiklah ! yang mulia raja ! , perintah anda akan hamba laksanakan ."

__ADS_1


Yudhi langsung bangkit dari atas sofa , berjalan keluar dari ruang perawatan .


__ADS_2