
"Hai nyonya Ashalin !"
Ashalina langsung memgalihkan tatapannya ke arah sumber suara yang menyapanya .
"Hai juga !" balas Ashalina tersenyum ramah .
"Kenapa kamu pergi tadi saat saya bercakap dengan Mr Ze ?, apa itu artinya kamu cemburu ?" Tanya Normala , melipat kedua tangannya di depan dada , terlihat seperti meremehkan Ashalina .
"Cepat katakan ! apa mau mu ?" Ashalina yang tadi berpura pura tersenyum ramah , kini berubah menjadi siluman , siap mengeluarkan taring .
"Saya akan rebut Mr Ze dari kau !." Normala menyinggungkan senyum liciknya .
"Silahkan saja !, kalau kau berhasil !" geram Ashalina , mengeraskan rahangnya .
"Saya sudah mendapatkannya !" ucap Normala lagi , menyeringai lebar .
Ashalina meletakkan makanan di tangannya di atas meja .Tanpa aba aba langsung dijambak rambut Normala."Dasar jalang !!!" pekik Ashalina .
"Aw ! sakit Nona..!! , saya hanya bergurau Nona , saya tak serius ! , tolong lepas rambut saya Nona !." Normala memegangi rambutnya yang di tarik Ashalina .
"Sekarang kau bilang bergurau ! , tadi kau terlihat seperti menantang !" Ashalina berbicara dengan mengeraskan rahangnya .
"Saya tidak sungguhan Nona !" ucap Normala lagi .
"Kau pikir aku percaya begitu saja !!" Ashalina semakit menarik rambut Normala kuat .
"Baby ! apa yang kamu lakukan ? " tiba tiba Mr Ze datang setelah ia berputar putar mencari Ashalina sampai ke toilet .
"Mau menghabisi wanita jalang ini !, wanita seperti ini harus di musnahkan dari muka Bumi ini !"
"Tolong saya Mr Ze ! , ternyata istrimu ini sangat garang !"
"Baby ! lepaskan rambutnya !" Mr Ze mendekati istrinya , berusaha melepas tangan Ashalina dari rambut Normala ."Baby !, lepas rambutnya sayang !, nanti rambutnya bisa rontok semua !"
"Kakak membelanya ?" kemarahan Ashalina semakin bertambah , ia pun semakin menarik kuat rambut Normala .
"Aw !!!" ringis Normala
"Gak sayang..! Kakak tidak membelanya ! , kasihan dia kesakitan " jawab Mr Ze .
"Kakak bohong !"
"Ze ! ada apa ? , kenapa Nona Ashalin menganiaya adik saya ?" karna mendengar ribut ribut , Jefry pun mendatangi kerumunan , kemudian membantu adiknya supaya lepas dari cengkraman Ashalina .
"Saya juga tidak tau !, tanyakan saja sama adikmu !" jawab Mr Ze , yang kewalahan meredakan emosi kuda poninya yang lagi ngamuk .
"Mala !, apa yang kau lakukan ? , kenapa Nona Ashalin sampai marah sama kamu ?."
"Mala hanya bercanda Bang ! , tapi Nona Ashalin langsung marah , menjambak rambutku !"
"Apa yang kamu katakan padanya ?" tanya Jefry
"Mau merebut Mr Ze dari Nona Ashalin !" jawab Mala .
Jefry menggelengkan kepalanya , melihat kejahilan adik perempuannya ." Tanggung resikonya !"
"Nona Ashalin ampun ! , saya hanya bercanda !" ucap Normala , kedua tangannya memegang tangan Ashalina , berusaha melepaskannya dari rambutnya .
"Lepas ya sayang ! , dia itu adiknya Jefry !, dia hanya bercanda sayang !" bujuk Mr Ze Memeluk Ashalina .Dia itu jelek , kakak tidak menyukai gadis berkulit coklat " ucap Mr Ze lagi , supaya kemarahan si kuda poni mereda .
__ADS_1
"Iya Nona Ashalina , saya hanya bercanda ! , saya tidak menyukai pria bermata sipit !" balas Normala mengejek Mr Ze .
"Lapas ya sayang !" bujuk Mr Ze lagi .
Perlahan Ashalina pun melepas kedua tangannya dari rambut Normala . Mr Ze langsung membawa Ashalina ke tempat yang lebih sunyi . mendudukkan Ashalina di kursi kemudian memberinya minum . Mr Ze menarik Ashalina ke dalam pelukannya , mengusap usap punggung Ashalina , yang dadanya naik turun karna kecapean mengeluarkan energi .
Begitu juga dengan Jefry , ia membawa adiknya Normala mengikuti Mr Ze dan Ashalina .
"Bagaimana rasanya ?, sakit !" tanya Jefry kepada adik perempuannya yang suka jahil .
"Saya hanya niat menggodanya , ternyata dia benaran marah !" ucap Normala , mengerucutkan bibirnya , sambil merapikan rambutnya yang berantakan .
"Istri mana yang tidak marah , kalau ada perempuan lain yang ingin merebut suaminya . bercandamu sangat keterlaluan Mala !, Nona Ashalin lagi hamil, bagaiman tadi jika terjadi apa apa sama dia !" ujar Jefry lagi .
"Saya tidak tau !, saya pikir Nona Ashalin tidak segalak itu !" jawab Normala .
"Minta maaflah kepada Nona Ashalin !" suruh Jefry . Normala menganggukkan kepalanya .
"Hai Nona Ashalin ! saya minta maaf !, saya tadi hanya niat menggoda .Saya tak serius dengan cakap saya Nona !" Normala mengulurkan tangannya minta maaf .
"Maafkan adik saya Nona ! , dia memang sangat hoby menjahili orang " sambung Jefry , membantu adiknya minta maaf .
Ashalina yang berada di pelukan Mr Ze pun , menoleh ke arah Normala .
"Dia namanya Normala sayang ! , adiknya Jefry . Maafin dia ya ! , dia hanya bercanda sayang !. bujuk Mr Ze lembut .di usapnya rambut Ashalina dari belakang .
Ashalina menganggukkan kepalanya pelan , perlahan di angkatnya sebelah tangannya menerima uluran tangan Normala , gadis yang usianya tiga Tahun lebih muda darinya .
"Nama saya Normala Nona !, Adiknya Bang Jefry , sekretaris dari Bang Rico !" tersenyum ramah Normala memperkenalkan diri .
"Tadi kau memanggilku Nyonya ! , sekarang Nona !" ujar Ashalina , bibirnya masih dimajuin seperti paruh donal bebek .
"Maafin istri saya juga , mungkin sudah membuat rambutmu rontok !" ucap Mr Ze, tersenyum .
"Bukan hanya rontok saja , rasanya kulit kepala saya juga hampir lepas " balas Normala , mengerucutkan bibirnya .
"Salah sendiri !"ucap Mr Ze ."Makanya jangan coba coba bermain main dengan istri saya !". ucap Mr Ze lagi . Sudah tau dengan kegarangan Ashalina sejak kecil .
Normala pun mengerucutkan bibirnya , lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada satu meja dengan Mr Ze dan Ashalina begitu juga dengan Jefry .
"Ashalina kenapa Mr Ze ?" tanya Tika .
Melihat Ashalina ribut dengan Normala dari atas pelaminan , kedua pasang pengantin itu pun turun dari atas pelaminan , menghampiri Ashalina , Mr Ze , Jefry dan Normala .
"Ada yang membangunkan singa tidurnya !" jawab Mr Ze .
"Hei Laila Canggung !, apa yang kau lakukan sama Asha ?" tanya Yudhi kepada Normala .
"Nama saya Normala bukan Laila Canggung !" kesal Normala mengerucutkan bibirnya , sering kali Yudhi memanggilnya Laila Canggung .
"Sama saja !" balas Yudhi ."pasti kamu mengerjainnya 'kan !" tuduh Yudhi .
"Saya hanya bercanda !, Nona Ashalina langsung marah menjambak rambutku !"
"Makanya jangan macam macam sama siluman kera sakti betina yang lagi bunting ." Yudhi yang sudah sering kena jambakan si siluman betina , sudah tau bagaimana rasa sakitnya .
"Enak saja ngatain istri saya siluman kera sakti !" kesal Mr Ze , melempar Yudhi dengan tisu .
"Istrimu itu wajahnya saja yang cantik , tapi sifatnya.. , buwhh ! bar bar minta ampun !" ucap Yudhi .
__ADS_1
"Sana kalian kembali ke tempat kalian !, ngapain kalian datang kesini ?" usir Mr Ze , mengibaskan tangannya .
"Kami bosan disana menjadi pajangan !" jawab Yudhi . mendudukkan tubuhnya di kursi kosong , dan membiarkan istrinya berdiri .
"Yudhi ! kamu gak ada perhatiannya sama istrimu ! .Belum juga sehari kita menikah kamu sudah cuek !" protes Tika jemberut .
"Maaf Bebeb ! Abang lupa !" Yudhi berdiri dari kursi yang ia duduki , mengecup bibir Tika kilas , kemudian membantu Tika duduk , dan mengambil kursi kosong dari meja sebelah untuknya .
"Yudhi ! satu lagi untuk Rosma !" perintah Tika .
"Oh ! saya lupa ! , Maaf ya Makbun !" Yudhi pun mengambil satu kursi lagi untuk sahabat istrinya itu , dan membantu Rosma untuk duduk ,karna melihat Rosma yang kesusahan untuk bergerak , dan tidak ada suami yang membantunya , Yudhi merasa kasihan .
"Trimakasih Yud !" Rosma tersenyum tipis dengan pipi cabinya .
Rico , suami yang super perhatian , dari tadi ia sudah menyuruh Salma duduk , mereka pun duduk berdampingan .
"Kakak ! pengen makan !" manja Ashalina .
" Mau makan apa Baby ! biar kakak ambilin !" Mr Ze mengecup ngecup ujung kepala gadis manjanya .
"Tadi di meja sana , Acha ada nampak sempol ,ada ikan goreng tepung , ada sayur capcai , ada sop buah , ada ayam kecap , ada puding ! ada.. "
"Tunggu disini biar kakak ambilin !" potong Mr Ze , mendengar rentetan nama makanan yang disebut Ashalina yang hampir semua yang tersaji di meja , Mr Ze langsung berdiri berjalan ke meja prasmanan .
" Bebeb juga apa ingin makan ? " tanya Yudhi kepada sang istri . Tika menganggukkan kepalanya .
"Mau makan apa ?" tanya Yudhi lagi , berdiri dari tempat duduknya .
"Kalau ada goreng udang sam cumi !" jawab Tika .
"Baiklah istriku sayang !" balas Yudhi , melangkah pergi .
"Dek Salma juga ingin makan ?" tanya Rico, si pria kalem bersuara lembut itu .
"Iya Bang !" jawab Salma
"Dek Salma pengen makan apa ?"
"Yang penting jangan makanan laut Bang !" Rico yang sudah tau kalau Salma tidak menyukai hewan laut pun menganggukkan kepalanya , dan berlalu pergi .
"Mala juga nak makan Bang !, apa Abang tak ingin ambilin buat Mala !"
Toyoran pun langsung mendarat di kepala Normala ."Ambil sendiri !" ucapnya kepada adik gesreknya itu .
"Abang tak ada romantisnya , pantas saja tak laku !" ucap Normala . Gak tau saja dia , kalau Abangnya itu seorang kasanova . Normala pun berdiri dari tempat duduknya , tinggallah Jefry dan keempat wanita di meja itu .
Rosma menundukkan kepalanya , air matanya sudah mengenag di pelupuk matanya , mungkin sekali kedip saja sudah tumpah . Mengingat nasibnya yang malang , lagi hamil tidak ada suami yang perhatian . Melihat para sahabatnya diperhatikan suami masing masing, hati Rosma terasa sedih , ia juga ingin ada suami yang perhatian padanya .
"Apa Nona Rosma ingin makan juga ?, saya akan ambilkan !" tawar Jefry . Merasa kasian kepada bumil yang menunduk dengan raut wajah sedih .
Sontak Ashalina , Tika dan Salma mengalihkan tatapan mereka kepada Rosma . Mereka hampir saja lupa kepada sahabat mereka yang tidak memiliki pasangan itu .
Rosma yang kaget karna ada seorang pria menawarkan jasa, pun menggelengkan kepalanya " gak usah Mr !"
"Tak apa ! "
Rosma menggelengkan kepalanya lagi .
Ashalina yang duduk di samping Rosma pun mengusap bahu sahabatnya itu ." Gak apa apa Ros !"
__ADS_1
"Nona Ingin makan apa ?" tanya Jefry, tau kalau Rosma merasa sungkan . Jefry berdiri dari tempat duduknya . Tidak mendapat jawaban , Jefry pun melangkahkan kakinya ke arah meja penyajian makanan . Mungkin dia akan mengambil semua jenis makanan .