21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bonus 1


__ADS_3

Almira memarkirkan mobilnya di depan pos security perusahaan Mr Ze , karna gerbangnya tertutup . Almira pun mengeluarkan handphon dari dalam tas kecilnya , untuk menghubungi Jefry , mengatakan kalau ia sudah sampai di depan gerbang .


"Abang ! Almira dah sampai di depan gerbang " ucap Almira setelah Jefry menerima sambungan telephonnya .


"Masuk je !" balas Jefry


"Gerbangnya tertutup , security nya pun takde nampak !" ucap Almira .


"Tunggu sebentar , Abang akan telephon security yang jaga buat buka gerbang untuk istri Abang . Nanti masuk je lewat pintu kaca , di situ ada lif , naik aja ke lantai tiga ,Abang tunggu ! oke !"


"Iya Bang !" Almira pun mematikan sambungan telephonnya .


Tak lama kemudian , terlihat seorang security membuka gerbang . Almira pun menjalankan kenderaannya dengan kecepatan rendah . Almira menurunkan kaca jendelanya .


"Selamat siang Pak !" sapa Almira ramah .


"Selamat siang juga Cik !" balas security yang membuka gerbang untuk Almira .


Almira pun memarkirkan mobilnya di parkiran mobil , tepat di samping mobil Jefry , kemudian keluar dari dalam mobil dengan membawa rantang berbahan plastik .


Seperti yang di katakan Jefry tadi , Almira pun masuk gedung kantor perusahaan lewat pintu kaca yang tidak jauh dari ia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam lif .


"Abang !"


Almira tersenyum melihat Jefry berdiri menunggunya di depan lif yang juga merekahkan senyumnya . melangkahkan kakinya keluar dari dalam lif yang langsung di sambut Jefry dengan mendaratkan kecupan di keningnya .


"Yuk keruangan Abang " Jefry melingkarkan sebelah tangannya ke pinggang bagian belakang Almira , menuntunnya berjalan .


"Dari wanginya , Abang yakin masakan istri Abang ini pasti sedap" ucap Jefry , setelah mereka duduk di sofa yang berada di ruangan Jefry. Saat Almira membuka kotak makanan yang ia bawa ."Tapi sekarang Abang ingin memakan makanan pembuka sebelum Abang menyantap makanan ini !" Jefry tersenyum mesum ke arah Almira .


"Tapi Almira takde bawa makanan pembuka Bang !" balas Almira polos .


tanpa aba aba Jefry pun langsung mencium bibir Almira .


"Ck ck ck ck ...!!!"


Jefry langsung melepas pagutannya dari bibir Almira mendengar tamu tak di undang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu , membuat Jefry kesal .


" Hei budak ! , sana kau keluar !, saya nak bercinta dengan istri saya !." usir Jefry kepada Yudhi .


Yudhi tidak peduli melihat Almira yang sudah menunduk malu , melihat makanan di atas meja sofa terhidang , ia pun mendudukkan bokongnya di sofa berseberangan dengan Jefry dan Almira .


"Wah sepertinya enak nih makanan !" Yudhi langsung mengambil garpu yang di bawa Almira , dan langsung menusuk satu potong ayam goreng mentega dari dalam kotak makan , langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Yud ! , sepertinya kau cari mati ?" Jefry berbicara dengan merapatkan giginya . Ia sendiri belum mencicipi masakan istrinya , Yudhi dengan lancang memakannya terlebih dahulu .


"Bukan ! , aku cari makanan kesini !" jawab Yudhi santai .


" Sudah Bang ! , ini makanan kan banyak , tak apalah bagi sikit buat Yudhi . Tadi saya juga sengaja masaknya agak banyak supaya bisa berbagi dengan kawan kawan Abang !" ucap Almira , satu tangannya mengusap punggung Jefry dari belakang .


"Tapi Abang tak ingin berbagi makanan sama budak ni !" dengus Jefry .


"Makcik ! masakanmu sedaaap sangat !" Puji Yudhi , memasukkan lagi potongan ayam goreng ke mulutnya , menghiraukan Jefry yang mengeram kesal kepadanya .


Tiba tiba pintu ruangan Jefry di ketuk dari luar lagi . Tanpa menunggu jawaban Jefry , pintu itu pun terbuka membuat Jefry semakin tambah kesal melihat siapa yang datang .


"Papa..!"


"Papa..!"


"Om..!"


"Om..!"


Seru ke empat bocah kurcaci yang menggemaskan dan menyebalkan yang datang bersama Rico itu , berlari ke arah Yudhi . Yudhi langsung meletakkan sendok di tangannya , merentangkan tangannya menangkap ke empat tubuh bocah itu , memeluknya sekaligus dan menciumi pipinya bergantian .


Tubuh Jefry langsung melemah , tubuhnya seolah terasa tak bertulang lagi . Melihat bocah bocah kecil itu masuk keruangannya . Ke empat bocah itu sudah di pastikan akan mengobrak abrik ruangannya .


"Coping !" jawab kedua bocah itu barengan .


"Kalian sudah makan ?"


"Beyum !" jawab Daanish dan Daniyal barengan .


"Yud ! ini buat makan siang mereka , kasi mereka makan dulu . saya harus menyiapkan berkas buat rapat nanti ." Rico meletakkan kotak makan untuk ke empat bocah itu di atas meja , dan langsung bergegas keluar tanpa menunggu jawaban Yudhi .


Yudhi menghela napasnya , kesal dengan kelakuan istrinya yang belum memberi kedua anaknya makan siang , padahal sudah hampit lewat jam makan siang .


"Zahla sama Yusuf sudah makan ?" tanya Yudhi lagi kepada sepupu sepupu anaknya itu .


"Beyum Om !" jawab Zahra


Kalau Yusuf , ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum manis .


"Mama kalian juga soping ?" Yusuf dan Zahra pun sama sama menganggukkan kepalanya .


"Bukannya Ayah Zahla sudah pulang ?" tanya Yudhi lagi .

__ADS_1


"Ayah bobo di apaltemen " jawab Zahra .


"Yud ! , bawa ke empat bocah ini keruanganmu " Jefry berkata dengan merapatkan giginya , membayangkan apa yang akan terjadi .


"Abang..!" tegur Almira .


"Ruanganku sempit , mereka lebih nyaman disini " balas Yudhi tanpa melihat ke arah Jefry. Yudhi membuka kotak bekal ke empat bocah itu , lalu mengajak Daanish , Daniyal , Zahra dan Yusuf makan .Dan menyuapi ke empat bocah itu bergantian .


Dan benar saja , ke empat bocah itu makan sambil berlari lari . Sesekali menyemburkan nasi dari mulut mereka membuat berserakan di lantai .


"Daanish ! Daniyal ! Zahla ! makanannya jangan di sembur !" tegur Yudhi . ketiga bocah super aktif itu langsung berlari dan menyembur makanan di mulut mereka setelah menerima suapan dari Yudhi . Namun ketiga bocah itu seolah olah tidak mendengarnya .


Yusuf , anak dari Rico dan Salma , hanya dia yang makan dengan enteng tanpa bertingkah . pembawaannya persis seperti kedua orang tuanya . Tidak banyak ngomong dan tidak banyak tingkah .


" Yud ! kamu bersihin nanti ruanganku ini " Jefry tidak terima , malihat lantai ruangannya berserakan dengan makanan .


Yudhi hanya mencebikkan bibirnya menanggapi perkataan Jefry .


"Zahla ! jangan mainin pintu , nanti tangannya bisa kejepit !" seru Yudhi , meletakkan kotak makanan di tangannya di atas meja .Berdiri dari tempat duduknya , berlari ke arah Zahra .Lalu mengangkat bocah jelmaan Mr Ze dan Ashalina itu membawanya duduk ke sofa , mengapit tubuh Zahra dengan kakinya .


"Yepas Om ! , Zahla mau main !" Zahra meronta agar lepas dari kuncian Yudhi .


"Zahla makan dulu yang benar !" ucap Yudhi .


"Zahla kenyang !"


"Hua...atit...!" jerit Daniyal , menangis dengan mulut terbuka lebar .


"Daniyal kenapa sayang ?" tanpa menurunkan Zahra dari kendongannya . Yudhi berlari ke arah Daniyal .


"Digigit Anish !" adu Daniyal meunjukkan tangannya yang di gigit kembarannya Daanish .


Menurunkan Zahra dari gendongannya , Yudhi pun mengangkat tubuh Daniyal ke pangkuannya ,lalu mengusap usap bekas gigitan Daanish .


"Daanish ! kenapa Adiknya digigit ?" tanya Yudhi kepada Anak kembar sulungnya yang berdiri di depannya .


Bocah kecil itu pun hanya diam dengan wajah tanpa dosanya .


"Daanish ?" suara Yudhi agak kencang , membuat Daanish terlonjak dan langsung menangis , membuat Yudhi frustasi .


Mereka semua sibuk memperhatikan Daanish dan Daniyal , tanpa mereka ketahui , Yusuf si pendiam sudah sampai di balik meja Jefry , entah apa yang kerjakannya , terlihat dia sibuk membuka laci meja kerja Jefry dan mengeluarkan semua isinnya . Dan..


Prank !!

__ADS_1


"Ya ampun Yusuf..! " seru Jefry


__ADS_2