
" Samawa ya Cha ! "
" Trimakasih Naz ! , aku pikir kamu tidak datang ? " balas Ashalina , membalas pelukan sahabatnya .
" Aku 'kan sudah bilang pasti datang ! " ucap Nazwa .
" Ayo salam Bundanya " ucap Armed kepada Fais .
" Ini ukan unda Ayah ! " balas Fais , ia tidak mengenali Ashlina lagi .
" Ini Bunda sayang ! , sini gandong sama bunda ! " Ashalina mengambil Fais dari gendongan Armed .
" Benalan ini Unda ? , antik anget ! " ucap Fais , menyentuh wajah Ashalina yang dilapisi Make up .
" Selamat Mr Ze ! " ucap Nazwa , menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya . ia tak ingin bersentuhan kulit dengan pria bajingan yang sudah merenggut kehormatannya itu .
" Trimakasih ! " balas Mr Ze ." boleh saya gendong Fais ? " ucapnya lagi .
" Silahkan ! " balas Nazwa .
Mr Ze pun langsung mengambil Fais dari gendongan Ashalina , langsung mencium kedua pipi gembul hasil perbuatannya itu .
" Ini om anteng kemalinkan ? " tanya Fais polos .
" Iya ! , ini om ! , " balas Mr Ze , diciumnya lagi pipi Fais . entah kenapa ? , ia begitu sangat senang mengetahui kalau dia punya anak . ia langsung menyanyangi Fais . Tak terasa cairan bening keluar dari sudut matanya . Seperti ada penyesalan , ia merasa sudah menelantarkan anaknya sendiri . Ia mengingat bagaimana sengsaranya ia saat tinggal dengan Ayah tirinya suami kedua Momy Zeni , ia sempat kawatir Darah dagingnya itu mengalami hal serupa dengannya . Tapi Mr Ze meresa lega , setelah melihat Fais baik baik saja bersama Ayah sambungnya Armed .
Mr Ze juga berpikir , bagaimana kalau senandainya banyak bekas wanitanya hamil dan ternyata melahirkan anaknya ? . Bagaimana nasib semua anak anaknya itu ? , apakah seberuntung Fais . bagaimana kalau Ibunya membuangnya ketempat sampah ? , atau membunuhnya ? . Mr Ze sangat menyesali dosa dosanya itu sekarang .
" Samawa ya Cha ! " ucap Armed , menyalam tangan Ashalina .
" Trimakasih ! " balas Ashalina . tersenyum ramah , menerima uluran tangan sahabatnya itu .
" Boleh Fais memanggilku Papa ? " tanya Mr Ze tiba tiba kepada Nazwa .
" Jangan ! " tolak Nazwa cepat .
Ashalina dan Armed langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah Mr Ze dan Nazwa bergantian .
" Nazwa ! aku sadar ! kesalahanku tidak mudah dimaafkan .."
" Jangan sekarang Mr Ze ! , Fais belum bisa memahami itu semua , Tunggu dia besar dulu " potong Nazwa . Bagaimana pun Nazwa ingin menolak kenyataan , tapi begitulah kenyataannya . kalau pria yang berdiri di depannya itu adalah Ayah biologis dari anaknya .
" Baiklah ! " pasrah Mr Ze .
__ADS_1
" Kamu tidak apa apa sayang ? " tanya Armed , mengusap bahu Nazwa .
" Aku tidak apa apa ! " jawab Nazwa .
Armed pun mengarahkan tatapannya ke arah Mr Ze . " Aku tidak akan melarang kamu menyayangi Fais . tapi semua aku serahkan kepada Nazwa , Dia yang berjuang mengandung dan melahirkan Fais " ucap Armed kepada Mr Ze .
" Trimakasih sudah menerima anakku ! " balas Mr Ze .
" Semenjak aku menikahi Ibunya , aku adalah Ayahnya , dan selamanya akan menjadi Ayahnya " ujar Armed .
Dam !!
Seperti dipukul godam panas , betapa sakitnya hati Mr Ze mendengar penuturan Armed . Menyesali dosanya , ia tidak bisa memiliki darah dagingnya sendiri .
Ashalina pun mengusap punggung Mr Ze dari belakang . Apa yang bisa Ashalina perbuat , jika memang suaminyalah yang melakukan kesalahan , karna tidak bertanggung jawab menikahi Nazwa , setelah ia merenggut kesucian gadis itu .
" Fais ! , mau gak berfoto sama bunda ? " tanya Ashalina kepada Fais , untuk mencairkan suasana yang terasa canggung .
" Mau mau mau Bunda ! " girang Fais .
" Boleh ya Naz ? Armed ? " tanya Ashalina lagi . Nazwa pun menganggukkan kepalanya , tersenyum masam .
" Kalian juga harus ikut photo sama kami ! , kalian adalah sahabatku , masa kalian gak Photo sama aku " ucap Ashalina lagi . di tariknya Tangan Nazwa supaya berdiri di sampingnya . Dan Fais dibiarkannya berada di gendongan Mr Ze . Armed berdiri di samping Mr Ze .
" Sabar ya kak Zeyn ! , mereka berdua adalah orang yang baik ! . Suatu saat nanti mereka pasti mengijinkan kakak dekat dengan Fais . ini hanya masalah waktu ." ucap Ashalina , untuk menguatkan suaminya .
" Trimakasih Baby ! , kakak sangat bersyukur Tuhan mempertemukan kita . Kamu sudah menyelamatkan kakak dari lembah Dosa " balas Mr Ze . Diambilnya satu tangan Ashalina , di dekatkannya kebibirnya , lalu dikecupnya .
Hari sudah semakin malam , para tamu undangan sudah tidak tidak rame lagi . Kini giliran Sahabat Ashalina , Rosma Tika Yudhi Renti dan suaminya yang mengucapkan selamat kepada mereka .
Sampai di atas pelaminan , Yudhi langsung memeluk Ashalina menangis .
" Hei ! lepas ! , tidak boleh memeluk istriku ! " protes Mr Ze , berusaha melepas pelukan Yudhi dan Ashalina .
" Aku sudah minta ijin kepada tante Jeni , katanya boleh ! , paman Hasan dan tante Ratih juga mengijinkannya " ucap Yudha , menglihkan tatapannya ke arah Mr Ze , tanpa melepas pelukannya kepada Ashalina .
" Gak ada ! , cuma aku yang boleh memeluknya . Dia hanya milikku seorang aja !" Ditariknya tubuh Ashalina , agar pelukan mereka terlepas .
" Yud ! , jangan kamu main drama dramaan disini . Dramamu dengan Ashalina sudah tamat " ujar Renti yang berdiri di belakangnya .
" Tapi aku belum ikhlas ! " balas Yudhi , melepas pelukannya , kemudian menghapus air matanya sendiri .
" Sudah ada Tika yang menggantikan , kenapa kamu belum juga ikhlas ? "
__ADS_1
" Tetap saja Tika sama Asha beda ! " jawab Yudhi .
" Ya iya lah kami beda ! kami kan bukan anak kembar ! " tukas Tika .
Mereka pun berfoto setelah mereka mengucapkan selamat kepada Ashalina dan suaminya , barulah mereka turun dari atas pelaminan .
" Kak Zeyn ! , aku sudah capek banget , ini acara masih lama gak ? , Aku sudah tidak sanggup lagi " keluh Ashalina .
Ia sudah benar benar kecapean , menggelar pesta hampir tiga hari tiga malam , membuatnya kurang istirahat . Belum lagi kepalanya sudah sakit karna menahan beratnya sunting yang dikenakan di kepalanya dari siang sampai sore tadi , saat mereka mengenakan baju pakaian adat sumatra barat , yang beratnya entah berapa kilo .
( Sunting \= mahkota yang dipakai pengantin wanita )
" Ya sudah ! , Ayok kita istirahat saja . sepertinya para tamu juga sudah mulai sunyi " balas Mr Ze .
Belum sempat mereka melangkah , tubuh Ashalina melemah pandangannya tiba tiba gelap , hampir jatuh kalau saja Mr Ze tidak langsung menangkapnya .
" Baby ! "
" Ashalina kenapa Ze ? "
Momy Jeni langsung berlari ke arah pelaminan melihat menantunya pingsan . Di ikuti langsung oleh Ibu Ratih .
" Dia pingsan Mom ! , sepertinya dia kecapen " jawab Mr Ze . menggendong tubuh Ashalina .
" Sana bawa dia istirahat ke kamar kalian . biar kami yang mengurus tamu tamu disini " Ujar Momy Jeni .
" Iya Mom ! , kami istirahat duluan Mom ! , Mak ! " pamit Mr Ze . kepada Momy dan mertuanya .
Sampai di dalam kamar pengantin mereka . Mr Ze langsung meletakkan Tubuh Ashalina dengan hati hati di atas tempat tidur .
" Baby ! " panggil Mr Ze , di tepuk tepuknya pipi Ashalina . namun Ashalina tidak mau bangun .
Mr Ze pun mencari minyak kayu putih di koper baju mereka , setelah menemukannya , ia pun langsung mengoleskannya ke hidung Ashalina .
" Baby ! , bangun sayang ! " sambil di pijat pijatnya tangan Ashalina .
" Sakit... ! " Ashalina menarik tangannya , karna Mr Ze memencet celah jari jempol dan telunjuknya kuat .
" Kamu sudah sadar Baby ! , kakak kawatir sama kamu Sayang ! ." Mr Ze merasa lega , Ashalina langsung sadar .
" Kenapa kakak memencet tanganku kuat sekali ? "
" Maaf Baby ! , kakak tidak sengaja , kaka terlalu kawatir ." mengambil tangan Ashalina yang terasa sakit , lalu menciuminya .
__ADS_1
" Kena kau kak Zeyn ! , kalau aku tidak pura pura pingsan . kamu pasti tidak akan membiarkanku istirahat malam ini . Seminggu ini kakak benar benar tidak membiarkanku istirahat dengan tenang . Maaf kakaku sayang ! , aku mau bobo cantik malam ini ." Batin Ashalina , setan istri durhakanya menyeringai di dalam hatinya .