21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 75


__ADS_3

Setelah pesanan mereka semua datang , mereka pun memakan makanan mereka dengan lahap dari piring masing masing .Kecuali Ibu Hesti yang menahan emosi menaruh curiga kepada putrinya Salma , tapi ia harus menahannya .


Salma memakan lahap ikan bakar berukuran jumbonya tanpa nasi , rasanya sangat enak di lidahnya .


"Dek Salma gak makan nasi ?" tanya Rico


"Gak Bang !, nanti ikannya gak habis !" jawab Salma .


Rico mengangguk tersenyum , ingin rasanya ia mengusap kepala gadis yang tertutup hijab itu . Tapi ia harus menahan tangannya , karna Salma sudah memberi peraturan , tidak boleh bersentuhan sebelum pernikahan .


Pasangan aneh Tika dan Yudhi , Tika makan dengan wajah cemberutnya , karna Yudhi terus terusan mencomot cumi dan udang goreng tepung miliknya .


"Jangan makan banyak banyak Bebeb !, ntar tensimu bisa naik !" kata Yudhi saat tangannya mencomot cumi dan udang goreng milik Tika , dimasukkannya ke dalam mulutnya .


"Yud ! , kamu hanya mentingin perutmu sendiri !" ujar Tika .


Yudhi terkekeh , lalu di ambilnya satu udang goreng , disuapkannya ke mulut Tika ."Ulu ulu ulu !!! , merajuk calon istri Abang ! " goda Yudhi .


"Au ah !" Tika memanyunkan bibirnya .


Yudhi pun menyendokkan sup ikan tenggiri dari mangkoknya ke piring Tika ."Nih Abang ganti , calon istri abang jangan merajuk lagi !."Satu tangan Yudhi mengacak acak ujung kepala Tika , gemas melihat kekasihnya yang lebih tua darinya itu .


Ashalina , Dari tadi ia hanya membuka tutup mulutnya , dan mengunyah makanan yang di suapkan Mr Ze ke mulutnya dengan malas . Karna Mr Ze tidak memperbolehkannya menyentuh kepiting yang cangkaknya pasti keras dan memiliki duri duri di kakinya , kalau tidak hati hati bisa membuat tangan terluka .


"Kakak ! Acha pengen makan sendiri !" rengek Ashalina manja .


"Tidak !"


"Mr Ze !"


Kalau panggilan itu sudah keluar , itu berarti kekesalan Ashalina sudah sampai di ubun ubun .


"Menurut atau kakak cium disini !"bisik Mr Ze


Ancaman mematikan , membuat Ashalina tidak bisa membantah . Karna mantan majikannya itu , tidak pernah main main dengan yang dia ucapkan ,sungguh menyebalkan ! .


Ashalina memanyunkan bibirnya , pasrah , ia tidak bisa menikmati saos kepiting yang sangat menggiurkan dengan hikmat.


"Ze..! Biarkan Acha makan sendiri !, dia tidak bisa menikmati makanannya kalau disuapi . Jangan kau terus memperlakukannya seperti anak kecil ." ujar Momy Jeni melihat Ashalina cemberut .


Wajah Ashalina langsung berbinar , Ah ! mertua kesayangannya itu memang sangat pengertian .


"Tidak Mom !, nanti tangannya bisa luka , Zeyn tidak mau itu terjadi ." kekeh Mr Ze .


"Dulu aja kau buat dia jadi pembantumu , sekarang kau terlalu berlebihan memperlakukannya !" cibir Momy Jeni .


"Iya Momy !, dulu kakak Zeyn tega menyiksaku , gak memberiku makan ." Ashalina ikut menambahi .

__ADS_1


"Jangan fitnah deh Baby !"


"Kakak Zeyn juga dulu pernah membiarkan Acha jatuh di dapur , sampai Acha pingsan dan kaki Acha keseleo Momy !" adu Ashalina membeberkan sikap Mr Ze .


"Baby !" tegur Mr Ze, tanpa permisi , dikecupnya pipi Ashalina ."Kalau kamu masih banyak bicara , kakak cium bibirmu disini !" bisiknya di telinga Ashalina . Di kecupnya lagi pipi Ashalina "nurut sama kakak !" bisiknya lagi .


Momy Jeni menggelengkan kepalanya , melihat anaknya yang sering berlebihan memperlakukan Ashalina .


"Mr Ze sialan , menyebalkan !" gumam Ashalina .


Kini mereka sudah Sampai di kediaman keluarga El Mahfudz , Ibu Hesti langsung menampar wajah Salma tanpa aba aba dan bertanya dulu , sampai membuat Salma terjatuh kelantai ,membuat mereka semua terlonjak kaget .


Plakk !!!


Brukk !!!


"Salma !" Rico langsung mendekati Salma yang terjatuh ke lantai , membantu Salma berdiri .


"Ibu..!" lirih Salma memegangi pipinya yang terasa panas .


"Ibu bukan orang bodoh untuk kamu bodohi Salma !. Mengaku sama Ibu !, apa yang kamu sembunyikan ?." tanya Ibu Hesti , berbicara dengan merapatkan giginya .


Salma tidak menjawab , ia hanya bisa menangis sambil memegangi pipinya .


"Mengaku Salma !!! , kamu lagi hamil 'kan !!?" Suara Ibu Hesti menggelegar . Tentulah seorang Ibu tau dengan perubahan dari sifat sikap putrinya . Dari Salma yang mendadak ingin menikah , Salma yang tidak menyukai makanan asem , dan Salma yang tidak suka makanan laut , membuat Ibu Hesti curiga dengan putrinya .


Salma terlonjak kaget bagaikan di sambar petir di siang bolong dengan tuduhan Ibunya . Ia sendiri tidak tau , apakah ia hamil atau tidak . Kenapa Ibunya menuduhnya hamil .


"Ibu kecewa sama kamu Salma ! , Ibu tidak menyangka kamu berbuat seperti itu ." Ibu Hesti memegangi dadanya yang tiba tiba terasa sakit .


"Ibu !" Tika langsung mendekati Ibunya , membawanya berjalan ke arah sofa , kemudian mendudukkannya .


"Ibu !, Saya yang salah Bu !, Salma tidak salah Bu ! , jangan marah kepada Salma Bu !, Saya yang sudah memaksanya Bu ! Marahi saja saya Bu !" aku Rico berjalan mendekati Ibu Hesti , berlutud di depannya .


Plakk !!!


Ibu Hesti mendaratkan tamparan yang sangat keras di wajah Rico ." Seenaknya kau menodai putriku !!!" bentak Ibu Hesti .


"Tenangkan diri Ibu !" ucap Tika kepada Ibunya .


"Ayo kira pergi dari sini ! , besok kalian berdua harus pulang bersama Ibu !" ujar Ibu Hesti .


"Ibu..! " Salma berlari mendekati Ibunya , ikut berlutud di depan Ibunya .


"Aw !" ringis Salma memegangi perutnya . tiba tiba ia merasa perutnya sakit .


"Dek Salma kenapa ?" tanya Rico .

__ADS_1


"Perutku tiba tiba sakit Bang !" pandangan Salma pun memudar , kemudian pingsan tak sadarkan diri .


"Dek Salma !" Rico langsug memangku Salma , menepuk nepuk pipi Salma , sambil memanggil manggilnya .


"Jangan menyentuh putriku !!!" kemarahan Ibu Hesti tidak surut , meski melihat Salma pingsan .


"Ibu ! , tenangkan diri Ibu ! , nanti penyakit Ibu bisa kumat . ucap Tika lembut kepada Ibunya .


"Kamu juga !!! , kenapa tidak menjaga adikmu dengan baik !!! Hah !!! ." Bentak Ibu Hesti kepada Tika putri sulungnya .


"Bu Hesti , tenangkanlah dirimu ! , semua bisa dibicarakan baik baik . Maafkan kesalahan anakku , Aku yang salah disini , tidak mendidik anakku dengan baik ! ." ucap Momy Jeni .


Terdengar menohok ke telinga Mr Ze , dengan pangakuan Momy nya yang mengaku gagal mendidik anaknya . Padahal Anaknyalah yang salah , dan berbuat dosa , orang tua tidak tau apa apa dengan apa yang dilakukan anaknya di luar sana , Tapi tetap kesalahan seorang anak akan menjadi kesalahan orang tua mendidik anaknya .


"Rico bawa Salma ke Rumah Sakit " suruh Momy Jeni .


"Iya Momy !" jawab Rico , mengangkat tubuh Salma , membawanya keluar rumah , di ikuti Mr Ze dan Ashalina .


Momy Jeni mendudukkan tubuhnya di sofa di samping Ibu Hesti ."Saya minta maaf dengan kesalahan yang diperbuat anak saya . Disini anak saya Ricolah yang bersalah , Salma tidak bersalah . Rico sangat mencintai Salma , Tapi ia melakukan cara yang salah untuk mendapatkan Salma ." ucap Momy Jeni , yang selalu berbicara lembut kepada siapa pun .


"Kenapa kalian menutupinya dariku ?"


"Kedua putrimu kawatir dengan kesehatanmu , mereka sangat menyayangimu" jawab Momy Jeni .


"Iya Bu !, kami tidak mau Ibu kenapa kenapa !" sambung Tika .


Ibu Hesti menangis "Ibu sudah gagal menjadi Ibu yang baik untuk kalian ! , sudah gagal mendidik kalian !" ucapnya .


"Maafkan Tika Bu ! , Tika gagal menjaga Salma , Tika gagal menjadi anak yang baik !. ucap Tika memeluk Ibunya .


"Ibulah yang salah !" Tika menggelengkan kepalanya .


"Sekarang ayo kita ke Rumah Sakit menyusul mereka , Sekalian Bu Hesti periksa kesehatan " ajak Momy Jeni , berdiri dari tempat duduknya , di ikuti Tika dan Ibu Hesti . "Yud ! ayo ke Rumah Sakit !" perintah Momy Jeni kepada Yudhi , yang hanya diam dari tadi .


Tanpa menjawab , Yudhi pun berdiri dari tempat duduknya lesehan di lantai , mengikuti ketiga wanita beda usia itu keluar dari rumah .


Setelah sampai di Rumah Sakit , mereka langsung menemui Salma di ruang perawatannya .


"Bagaimana keadaan Salma Ric ?" tanya Ibu Jeni .


Rico menangis , di pengangnya tangan Salma yang ditusuk jarum infus , terus di kecup kecupnya . Ia tidak peduli lagi dengan larangan Salma yang tidak boleh bersentuhan kulit dengannya. biarkan dia yang menanggung dosanya , rasa kawatir dan sedih lebih menguasai dirinya .


Sedih karna kehilangan anaknya yang belum jelas pasti kehadirannya ia ketahui , karna selama dua minggu ini Rico hanya curiga dari cerita Yudhi tentang Salma yang sering meminta buah yang asem asem , sehingga Rico sering menitipkan buah kepada Yudhi untuk Salam , kalau ia tidak sempat mengunjungi Slama . Karna belum sampai sebulan , ia menyentuh Salma , mereka tidak mengeceknya , apakah Salma benaran hamil atau tidak . Kawatir karna Salma dari tadi belum sadar .


"Salma keguguran Mom !" Lirih Rico , mengalihkan pandangannya sebentar ke arah Momy Jeni .


Momy Jeni menghela napasnya , tidak bisa berkata apa apa . Di usapnya bahu Rico , supaya lebih kuat dan tabah .

__ADS_1


Ibu Hesti terdiam mematung , menyesal sudah menampar putrinya kuat , sampai merenggut nyawa janim yang tak berdosa dari rahim putrinya . Anak itu tidak berdosa , kenapa dia yang menanggung akibatnya .


"Maaf !" ucapan Ibu Hesti penuh penyesalan , karna tidak bisa mengontrol emosi .Ibu Hesti pun berjalan mendekati putrinya Salma yang terbaring lemah belum sadarkan diri dari tadi . Di usapnya kepala putri bungsunya yang selalu menuruti perkataannya itu .


__ADS_2