
Yudhi terbangun , ia sudah berada di sebuah kamar hotel . Ia mendudukkan tubuhnya sambil memijat keningnya karna kepalanya yang terasa pusing . Lalu di lihatnya Normala duduk meringkuk di samping tempat tidur sambil menangis .
Yudhi mengernyitkan keningnya ,mengingat ingat apa yang sudah terjadi .Terakhir Yudhi memgingat mereka berada di cafee dan ia merasa kepalanya pusing , setelah itu ia tidak ingat apa apa lagi .
"Apa yang sudah terjadi ?" tanya Yudhi melihat tubuhnya sudah tidak memakai apa apa .
Normala mengangkat kepalanya dari atas lututnya ." Kamu sudah merenggut kesucianku Yud !" jawab Tika tanpa menoleh ke arah Yudhi .
Yudhi menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya .
"Kenapa kamu membawaku kesini ?" tanya Yudhi , menurut Yudhi , seharusnya Normala membawanya pulang ke rumah Rico atau Jefry , bukan ke hotel . Karna Normala sendiri tau , jika Yudhi tidak pulang dari Singapur , Yudhi akan menginap di apartemen Rico atau Jefry .
"Tempat ini yang paling dekat dari cafee !" jawab Normala .
"Kamu menjebakku Normala !" geram Yudhi .
"Aku tidak menjebakmu Yud ! , kamu pikir aku senang ? kesucianku hilang begitu saja ?, Hah !!!" bentak Normala tiba tiba .
"Seharusnya kamu tidak membawaku kesini !!!" balas Yudhi membentak Normala .
"Aku tidak menjebakmu Yud !! , kamu salah menuduhku !! . akulah yang korban Yud !!, kenapa kamu memarahiku ! , aku yang dirugikan disini !!" marah Normala dengan linangan air mata .
"Aku sudah memiliki istri dan anak , jangan harap aku akan menikahimu ! . Dasar kau wanita menjijikkan !" maki Yudhi turun dari ranjang , berjalan masuk ke kamar mandi .
"Kalau kamu tidak mau bertanggung jawab !! , aku akan memenjarakanmu Yud ! . Kamu berada di Negaraku ! , aku bisa melakukan apa saja Yud ! . Jika kamu masih ingin bisa berjumpa dengan anak dan istrimu , kamu harus menikahiku Yud !." ancam Normala . Membuat langkah Yudhi terhenti kemudian memutar tubuhnya ke arah Normala , menatap Normala dengan kemarahan .
"Aku tidak menjebakmu Yud !" tangis isak Normala .
Yudhi menggeleng gelengkan kepalanya , tidak percaya . Yudhi pun masuk ke dalam kamar madi .
Esok harinya , Jefry mendatangi Yudhi keruangannya dan langsung melayangkan tinju ke wajah Yudhi .
"Apa yang kamu lakukan kepada adikku Yud ?..Bukankah kita sudah menjadi sahabat Yud ! , bukankah kita sudah menjadi saudara ?. Kenapa kamu melakukan itu kepada adikku ?."Jefry memukuli Yudhi membabi buta .
__ADS_1
"Jef ! apa yang kamu lakukan ?" Rico yang mendengar suara ribut ribut langsung mendatangi mereka .
"Yudhi sudah menodai Normala !"jawab Jefry .
Rico terdiam memandang Yudhi yang sudah babak belur . Langsung terlintas di ingatannya saat ia menodai Salma dulu , untuk mendapatkan Salma . Apa alasan Yudhi melakukan itu ?,pikir Rico .
Rico pun membantu Yudhi berdiri , membawanya duduk ke sofa yang ada di ruangan Yudhi .
"Bicarakan baik baik Jef ! , bisa saja terjadi kesalah pahaman . Jangan hanya mendengarkan dari satu pihak .Dengarkan juga penjelasan Yudhi" ujar Rico .
"Penjelasan apa lagi , dia menyuruh salah satu karyawan cafee untuk memasukkan obat sialan ke minuman Normala . Pelayan cafee disana ada yang melihatnya" jelas Jefry .
"Astagfirullahal 'azim !" gumam Yudhi , sungguh kejam fitnah yang menimpanya .
"Bisa saja ada yang memfitnahnya Jef ! , apa kamu sudah menyelidiki cctv disana ?" tanya Rico , ia tidak percaya Yudhi melakukan itu .
"Apa menurutmu ! apa Normala berbohong Ric ?. Kamu sendiri juga sudah mengenal adikku !" balas Jefry , lebih percaya kepada adiknya ."Kalau kamu tidak bertanggung jawab Yud ! , aku sendiri yang menjebloskanmu ke penjara !" ancam Jefry langsung keluar dari ruangan Yudhi .
"Jefry masih terbawa emosi , tenangkanlah dirimu ! . Sembuhkan dulu lukamu , baru kamu pulang ke Batam . Aku percaya sama kamu Yud ! , kamu tidak melakukan hal murahan seperti itu . Mungkin bisa saja ada yang menjebakmu dan Normala" ucap Rico , memukul pelan bahu Yudhi .
Rico menganggukkan kepalanya , kemudian keluar dari ruangan Yudhi . Sampai di dalam ruangannya , Rico pun menelephon seseorang untuk menyelidiki cafee tempat Yudhi dan Normala maeting kemarin . Rico sangat yakin , ada yang tidak beres . Rico juga memberitahu Mr Ze lewat telephon , permasalahan Yudhi dan Normala , karna Mr Ze tidak datang bekerja sudah dua hari . Mr Ze tidak tau apa yang terjadi .
Tiga hari mereka melakukan penyelidikan , namun tidak mendapatkan hasil apa apa dari cafee itu . Mulai dari cctv , ataupun karyawan cafee . Yudhi tetap berada di pihak yang salah , Yudhi tidak bisa membela diri , karna tuduhan dari salah satu karyawan cafee yang mengaku melihat Yudhi menyuruh salah satu temannya memasukkan obat ke minuman Normala , Padahal dia sendirilah yang di jebak .
"Yud ! , aku gak mau tau ! , kamu harus menikahi Normala , memberi dia status . Jika kamu tidak mau ! , aku sendiri yang akan membawa ini ke jalur hukum" ucap Jefry , mendatangi Yudhi keruangannya .
Mr Ze dan Rico hanya diam saja , tidak bisa membela Yudhi , Karna kesaksian dari karyawan cafee yang menguatkan ,Yudhilah yang bersalah .
Yudhi memandang Jefry dengan tatapan kebencian . Yudhi benar benar sakit hati sudah di fitnah secara menjijikkan oleh kakak beradik itu . Rasanya Yudhi ingin berhenti bekerja dari perusahaan Mr Ze saat itu juga . Tapi memgingat tanggung jawabnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya , Yudhi harus tetap bertahan demi masa depan anak dan istrinya . Biarlah dia yang menelan pil pahit itu sendiri . Yang penting baginya , kebahagiaan anak dan istrinya .
"Baiklah ! aku akan menikahi Normala , aku hanya bisa menikahinya secara sirih . Aku hanya bisa memberinya status , tapi tidak bisa memperlakukannya sebagai istri . Dan satu lagi , jika Normala hamil , anak itu akan menjadi milikku , dia tidak boleh menyentuhnya sama sekali" ucap Yudhi mengeraskan rahangnya . Kemudian keluar dari ruangannya meninggalkan Mr Ze , Rico dan Jefry .
Pernikahan pun terjadi , tapi semenjak Normala sah menjadi istrinya , Yudhi tidak pernah mengunjinginya , mereka hanya bertemu di kantor , itupun hanya bertatapan saja , tidak ada bertegur sapa . Malah Yudhi menatap Normala dengan tatapan kebencian . Sampai dinyatakan Normala hamil , Yudhi baru mauengunjunginya ke apartemen Normala sesekali , itu pun hanya sekedar mengantarkan kebutuha asupan gizi yang ada di rahim Normala dan untuk menemani Normala periksa ke Dokter .
__ADS_1
***
Malam ini adalah giliran Yudhi tinggal bersama Normala, setelah tiga hari ia bersama Tika di Batam . Ini untuk pertama kalinya Yudhi menginap di apartemen milik Normala .
Yudhi membuka pintu apartemen Normala , melangkahkan kakinya masuk sambil mengucap salam . Masih berat rasanya bagi Yudhi untuk membagi dirinya dengan dua orang wanita . Apa lagi Yudhi sangatlah mencintai istrinya Tika , hatinya ikut sakit , membayangkan perasaan Tika harus rela berbagi suami . Tapi Yudhi harus melakukan itu demi anak anak yang di kandung Normala . Bisa saja Yudhi mengambil keputusan awal , menceraikan Normala setelah anak anak mereka lahir . Tapi bagaimana dengan kehidupan anak anak mereka ke depannya tanpa di asuh ibu kandungnya . Mengingat Normala juga melakukannya karna di ancam , Yudhi mencoba untuk berdamai dengan keadaan , menerima takdir mempunyai istri dua .Tentu itu karna masukan dari Tika istri tercintanya .
Setelah menjawab salam dari Yudhi , Normala menundukkan pandangannya , ia tidak berani menatap Yudhi sama sekali , yang selalu menatapnya dengan tatapan kembencian .
Yudhi melangkahkan kakinya mendekati Normala yang berdiri di ruang tamu . Ia terlihat baru keluar dari kamarnya sehabis mandi sore .
"Lihat aku Normala !" ucap Yudhi .
Perlahan Normala mengakat kepalanya ,memberanikan diri melihat wajah Yudhi .
"Aku tidak akan bisa menjadi suami yang berlaku adil untukmu !" ucap Yudhi lagi ,menatap nanar ke wajah Normala .
Normala menggigit bibir bawahnya menatap Yudhi dengan mata berkaca kaca .
"Maaf !" ucap Normala , dengan wajah mengiba.
Yudhi memperhatikan penampilan Normala , wajahnya sangat nampak tirus , Tubuhnya sangat kurus perutnya besar , matanya terlihat sendu karna sering menangis .
Tidak tega melihatnya , Yudhi pun perlahan menarik Normala ke dalam pelukannya . Mengingat selama ini mereka sangatlah akrab ketika bekerja . Normala adalah gadis yang baik, ceria dan suka bercanda sama seperti dirinya .
Tangis Normala langsung pecah di dalam pelukan Yudhi . Ia tidak menyangka Yudhi akan memeluknya , mengingat selama ini Yudhi tidak pernah menyentuhnya meski hanya sekedar memgusap perutnya yang sudah membuncit .
"Aku akan pergi setelah anak anak ini lahir Yud !, aku janji tidak akan menampakkan diri di depan kalian lagi . Aku janji akan memberikan anak anak ini kepadamu Yud !. aku tidak akan mengusik kalian" tangis Normala terisak .
"Sssttt....!" Yudhi mengusap usap punggung Normala dari belakang ." Jadilah istri yang soleha untukku ! , dan menjadi Ibu yang baik untuk anak anakku ! . Kita akan merawat dan membesarkan mereka bersama sama !" ucap Yudhi . Kemudian mencium ujung kepala Normala untuk pertama kalinya . Membuat Normala semakin terisak di dalam pelukannya .
.
.
__ADS_1
.