
"Yayang Beb !"
Yudhi mengangkap tubuh Tika yang tumbang tiba tiba , setelah selesai memuntahkan isi perutnya . Menggendong tubuh Tika , membawanya masuk kembali ke dalam rumah .
"Nak Yudhi ! Tika kenapa ?" tanya si Bukde , melihat Tika tak sadarkan diri di gendongan Yudhi .
"Tadi dia muntah muntah Bukde , dan tiba tiba dia pingsan !" jawab Yudhi , membawa Tika masuk ke kamar yang mereka tempati , di ikuti si Bukde . Yudhi pun meletakkan tubuh Tika perlahan di atas tempat tidur , kemudian duduk di samping Tika .
"Coba kasi minyak kayu putih ke hidungnya , dan kasih juga ke badannya , sekalian pijat . Bukde akan panggil bidan di kampung ini dulu !" suruh si Bukde .
"Iya Bukde !" jawab Yudhi , si Bukde pun keluar dari kamar .
Yudhi pun langsung meraih minyak kayu putih yang ada di atas meja , lalu mengoleskannya ke hidung Tika , ke kening , ke leher dan juga ke perutnya , kemudian memijat mijat celah jari jempol dan telunjuk Tika , sampai Tika sadar karna merasa kesakitan di tangannya .
"Hhmmm...!" gumam Tika .
"Yayang Beb !" panggil Yudhi , menghentikan pijatannya . Tangannya berpindah mengusap kepala Tika ."Kamu sudah sadar sayang ?" tanya Yudhi .
"Kepalaku pusing Yud !" ucap Tika lemah , berusaha duduk .
"Baring aja sayang !, biar aku pijatin" ucap Yudhi ,menahan tubuh Tika , kemudian memijat keningnya .
"Apa kamu tidak teratur makan selama di sini ?" tanya Yudhi . Menurutnya asam lambung istrinya kumat , karna Tika makan tidak teratur .
"Aku sering gak selera makan Yud !" jawab Tika .
Yudhi menghela napasanya , sudah di pastikan istrinya gak berselera makan gara gara apa yang menimpa rumah tangga mereka .
"Aku minta maaf ya ! , aku janji akan memperbaiki semuanya !" ucap Yudhi merasa bersalah .
Tak lama kemudian si Bukde datang bersama seorang wanita berkisar umur tiga puluhan , dia adalah bidan di kampung itu .
"Sakit apa ?" tanya bidan itu .
"Tadi bangun tidur istri saya muntah muntah , lalu pingsan !, sekarang kepalanya pusing" jawab Yudhi , menjauh dari Tika supaya bidan itu memeriksanya .
Bidan Desa itu pun langsung memeriksa Tika yang terbaring di atas tempat tidur .
"Kapan terakhir datang bulan ?" tanya bidan itu .
Yudhi yang mendengarnya , langsung mengernyitkan keningnya . Langsung paham maksud pertayaan bidan tersebut , kalau Tika istrinya di duga hamil .
"Seharusnya tiga hari yang lalu aku sudah datang Bulan , tapi sampai hari ini belum jiga dapat" jawab Tika .
__ADS_1
"Kemungkinan Ibu hamil , coba tes pakai tespek ini . Biar kita tau hasil lebih jelasnya !" ucap bidan itu , memberikan tespek kepada Tika .
"Hamil ?"tanya Yudhi .
"Iya menurut pemeriksaan saya , sepertinya istri Bapak hamil !" jelas Dokter itu .
"Yayang Beb !, bukankah kamu mengkonsumsi pencegah kehamilan ?, kok bisa hamil ?" tanya Yudhi .
"Sudah sebulan lebih aku gak meminumnya" jawab Tika tersenyum .
"Kok gak bilang bilang sayang ?" Yudhi kembali duduk di samping Tika , menarik hidung Tika gemas ."apa kamu pikir bisa program bayi sendiri tanpa aku ? Hm..! , nakal ya ! istriku !." ucap Yudhi karna Tika diam diam merencanakan ingin menambah anak . Wajah Yudhi sangat nampak berbinar senang , mendengar mereka akan di karuniai anak lagi .
"Sakit Hubby..!" keluh Tika , cemberut mengusap usap ujung hidungnya .
Yudhi pun langsung mengangkat tubuhTika, melangkahkan kakinya keluar kamar , membawanya ke kamar mandi di belakang rumah . Sampai di kamar mandi , Yudhi menurunkan Tika dan menyuruhnya pipis dan menampung air seninya , di alat penampung yang di berikan bidan tadi .
"Sini sayang !, biar aku yang cek !" Yudhi meminta air seni yang sudah di tampung Tika , Tika pun memberikannya . Dan langsung mencelupkan ujung tespek di tangannya ke wadah kecil yang berisi air kencing istrinya itu .
Menunggu seperkian detik , Yudhi tampak merekahkan senyumnya , melihat garis dua berwarna merah di tespek itu , menyatakan istrinya hamil lagi .
"Yayang Beb ! kamu benaran hamil !" ucap Yudhi , menghujani wajah Tika dengan ciuman ."Aku sangat bahagia istriku !, Tuhan mempercayakan kita anak lagi !" ucap Yudhi penuh haru, menarik Tika ke dalam pelukannya.
"Hubby ! , Bu bidan lagi menunggu kita !" ucap Tika dari dalam pelukan Yudhi .
"Iya sayang ! aku lupa !" Yudhi menghapus air matanya yang sempat keluar . Kemudian mengangkat tubuh Tika kembali masuk ke dalam rumah , ke dalam kamar yang mereka tempati .
"Garisnya dua " jawab Yudhi , memberikan tespek bergaris dua berwarna merah itu kepada bidan itu , setelah meletakkan Tika ke atas tempat tidur .
"Untuk lebih jelasnya , kalian periksakanlah ke Dokter kandungan . Kalau begitu saya permisi dulu" pamit bidan itu , berdiri dari kursi berbahan plastik yang ada di kamar itu .
"Kalau begitu trimakasih Bu bidan" ucap Yudhi , menyalam tangan bidan tersebut , dan memberinya uang , sebagai bayar jasa sudah memeriksa istrinya .
"Sama sama !" balas bidan itu , kemudian keluar kamar bersama si Bukde .
Sepeninggal Bidan itu dan si Bukde , Yudhi langsung memeluk Tika kembali , dan berkali kali mengecupi wajah Tika . Betapa bahagianya Yudhi , ia akan memiliki banyak anak .
"Hubby ! subuhan dulu !" ucap Tika mengingatkan , melihat Yudhi sepertinya terlalu terbawa suasana , dan lupa menunaikan kewajiban kepada sang pemberi kehidupan .
"oh ! iya ! hampir aku lupa sayang , sangking bahagianya . Yuk ! kita wudhu bersama." Seperti tidak ada lelahnya, Yudhi menggendong Tika lagi keluar kamar , membawanya kembali ke kamar mandi di belakang rumah .
Selesai melaksanakan kewajiban mereka kepada sang Khalik , Yudhi pun mengemas baju baju Tika ke dalam koper dan membiarkan Tika istirahat di atas tempat tidur , karna hari ini Yudhi akan membawa Tika kembali ke Batam .
"Hubby !" panggil Tika
__ADS_1
Yudhi langsung menoleh ke arah Tika , menghentikan gerakan tangannya ." Apa Yayang Beb ?, apa kamu ingin sesuatu ?" tanya Yudhi .
"Aku gak mau di madu Yud !" ucap Tika menundukkan pandangannya . Yudhi menghela napasnya , kemudian berjalan mendekati Tika , mendudukkan tubuhnya di samping Tika yang berbaring .
Yudhi menyentuh dagu Tika , mengarahkan wajah tika supaya melihat ke arahnya ." Aku janji Yayang Beb !, aku akan mengakhiri pernikahanku dengan Normala setelah ia melahirkan nanti . Aku janji sayang , aku tidak akan menemui dia sendiri lagi, aku tidak akan membagi diriku dengannya lagi !" ucap Yudhi , kemudian membungkukkan tubuhnya mencium kening Tika . Kemudian Yudhi menyibak baju Tika sampai menampakkan permukaan perut Tika yang masih rata . Menyusap usap perut Tika , lalu kemudian menciumnya .
"Hai anak Papa ! tolong bantu Papa ya !, bujuk Mama biar mau pulang , kasihan Abang Daanish sama Daniyal sudah kangen ingin ketemu Mama !. Papa janji gak nakal lagi ! , gak bikin Mama nangis lagi" ucap Yudhi ke perut Tika mengajak anaknya yang masih sebesar biji kacang ijo itu berbicara , setelah melepas ciumannya .
Yudhi mengangkat wajahnya dari perut Tika , kembali duduk menghadap Tika ." kita buka lembaran baru lagi ya !, aku janji sayang ! tidak ada orang ke tiga lagi !" bujuk Yudhi lagi . Melihat Tika masih terlihat keraguan untuk ikut pulang bersamanya ."Jika kamu tidak bisa pulang untukku , pulanglah untuk anak anak kita sayang !, kasihanilah mereka yang terus memanggil manggilmu !" ucap Yudhi lagi .
Tika diam memandangi Yudhi sambil berpikir , sebenarnya Tika masih ragu untuk ikut pulang . Karna Tiga bulan lebih lagi , Ia harus menunggu Yudhi baru bisa menceraikan Normala . Tika takut Yudhi berbohong , berhianat di belakangnya . Tapi mengingat Kedua anak mereka terus menangis mencarinya , Tika tidak tega . Dan Tika juga masihlah sangat mencintai Yudhi , dan mungkin selamanya mencintai Yudhi .
"Istirahatlah ! , jangan berpikir macam macam !, aku tidak akan menghianatimu istriku !" ucap Yudhi seolah paham apa yang di pikirkan Tika . Mencium kening Tika lagi , kemudian melanjutkan pekerjaannya mengemas baju baju Tika ke dalam koper .
Setelah selesai , Yudhi pun keluar kamar menemui si Bukde ke dapur yang lagi sibuk menyiapkan makan pagi .
"Bukde !" sapa Yudhi .
"Iya Nak Yudhi ! ada apa ?" tanya si Bukde , mengalihkan tatapannya ke arah Yudhi yang sudah duduk di bangku dekat meja makan .
"Hari ini aku akan membawa Tika pulang Bukde !. Trimakasih sudah memberikan tompangan kepada kami di sini !" jawab Yudhi .
"Ndak apa apa Nak Yudhi ! , Tika juga keponakan saya !" balas si Bukde .
"Anak anak Bukde mana ?, dari semalam saya gak ada nampak !" tanya Yudhi . Karna dari semalam hanya si Bukde yang ada di rumah itu .
"Kedua anak saya merantau ke Jakarta , Bukde hanya tinggal sendiri di sini !" jawab si Bukde .
"Oo..!" Yudhi mengangguk nganggukkan kepalanya .
"Maaf ya Bukde ! aku dan istriku sudah membuat Bukde repot" ucap Yudhi lagi .
"Ndak apa apa ! , malah Bukde senang kalian disini , ada yang menemani Bukde" balas si Bukde .
"Jam sembilan kami sudah harus berangkat Bukde !, sekali lagi trimakasih ya Bukde !" ucap Yudhi lagi .
"Iya nak Yudhi , sama sama !, jika ada waktu , berkunjunglah kesini , bawa mertuamu ,mertuamu sudah sangat lama tidak berkunjung ke kampung kelahirannya ini . Hanya kami berdua orang tua dari keluarga ini yang masih hidup" ucap si bukde menahan tangisnya .
"Iya Bukde ! , nanti Yudhi akan usahakan Bukde !" balas Yudhi .
Tepat jam sembilan pagi , taxi yang di pesan Yudhi via online pun sudah sampai di depan rumah . Mereka akan segera berangkat ke bandara Surabaya , untuk terbang ke kota tempat mereka tinggal . Yudhi berhasil membujuk Tika untuk pulang bersamanya , menyelamatkan rumah tangganya yang terancam hancur . Yudhi sangat bersyukur untuk itu , Tuhan memberinya kesempatan untuk memperbaiki rumah tangganya dengan Tika , sebelum terlambat dan menyesal di kemudian hari .
.
__ADS_1
.
.