
Tiba mereka di pelabuhan , Ashalina benar menjadi pusat perhatian orang orang di sekitar , karna penampilannya yang menjolok , langsung menyita perhatian yang melihatnya . Untung cantik !, jadi masih ada nilai plusnya .
"Kakak ! , kenapa orang pada lihatin Acha ?"
Lah ! , bukankah itu tadi yang di kasih tau suaminya . Dengan dandanan serba merah , persis seperti iklan bon cabe , sangat menyilaukan mata yang memandang , apa lagi pas di bawah terik matahari . Setiap yang melihatnya , akan menyipitkan matanya .
"Karna kamu cantik Baby !" berdusta demi kebaikan hati nyonya ratu . Memang cantik , hanya saja terlalu menor .
"Tapi Acha jadi malu Kak !."
Mr Ze menghela napasnya , Di bukanya jaket berbahan Li berwarna biru donker dari tubuhnya ,lalu di pakaikannya ke tubuh Ashalina . Kemudian ditariknya Ashalina berjalan menuju dermaga , karna sebentar lagi kapal akan segera berangkat , di ikuti Momy Jeni , Salma , Tika dan Yudhi .
Sampai di dalam kapal Ashalina ,Mr Ze , Tika dan Yudhi tidak langsung duduk . Mereka langsung pergi ke bagian terbuka belakang kapal , Ingin menikmati angin laut di sore hari .
"photoin Kak !"
Seperti biasa , penyakit wanita jaman sekarang , dari yang muda sampai yang sudah punya cucu . Kapan pun dan dimana pun pasti selalu berphoto .
Mr Ze mengambil HP dari tangan Ashalina . dan langsung mengarahkan kameranya ke arah Ashalina .
"Siap Baby..!"
Cekrek cekrek cekrek !!!
Ashalina pun bergaya , ala ala wanita sosialita , dengan tas mahalnya setara dengan harga mobil .
Begitu juga dengan pasangan disebelah mereka melakukan hal yang sama , siapa lagi kalau bukan Yudhi dan Tika .
TOOOD....!!! kring krriiing....!!!
Suara klakson dan sirene kapal yang berbunyi , pertanda kapal akan meninggalkan dermaga .
"Baby !, ke dalam yuk !, disini anginnya kencang ."
"Enak di luar Kak !, bisa memandang laut yang luas . Mau lihat ikan lumba lumba lewat ."
"Ya udah !" Di peluknya Ashalina dari belakang , mereka sama sama menghadap laut , Diciumnya pipi Ashalina dari samping ."Wo ai nie !" bisiknya di telinga Ashalina , kedua tangannya mengusap usap perut Ashalina . Ashalina mengalihkan wajahnya ke wajah Mr Ze yang berada tepat di sisi wajahnya . Tanpa aba aba Mr Ze lansung menyambar bibir Ashalina , menciumnya , melu***nya .
"Aw !"
"Ini di tempat umum Kak ! , tidak boleh !." ujar Ashalina .setelah Mr Ze melepas ciumannya .
"Tapi Kakak jangan dicubit dong sayang !." Mr Ze mengusap usap perutnya bekas cubitan Ashalina .
"Makanya Kakak jangan asal nyosor kaya bebek , lihat tempat dong Kak ! , tidak sopan Kak ! , itu bukan budaya kita Kak !" Nasihat Ashalina.
"Maaf ! Kakak khilaf !" Mr Ze mengaku salah . Kembali dipeluknya lagi Ashalina , menjatuhkan dagunya di bahu Ashalina .
Memang dia sudah berobah , bahkan sudah banyak perobahannya . Untuk berobah menjadi orang yang lebih baik itu , tentu tidak mudah . Belajar teori pelajaran memang gampang , tapi mempraktekkan sangat sulit di dalam kehidupan , apa lagi merobah kebiasaan , belum lagi banyak setan menggoda , Mr Ze sering mengalami pergulatan batin , berperang dengan dirinya sendiri . Kadang cobaan dan ujian yang menimpanya juga , sering menggoyahkan imannya .
Ashalina mengusap kepala Mr Ze dengan sebelah tangannya ."Maafin Acha juga , sudah mencubit Kakak !" di ciumnya pelipis Mr Ze yang tepat di sampaing wajahnya .
__ADS_1
"Trimakasih sudah mengingatkan Kakak !, jangan bosan terus menuntun Kakak ya !."
Ashalina memutar tubuhnya supaya berhadapan dengan Mr Ze . Menarik kedua sudut bibirnya ke atas sambil mengangguk .
"Acha juga banyak dosa , kita sama sama belajar memperbaiki diri , semoga kelak kita bisa menuntun anak anak kita kejalan yang di ridhoi Allah , Amin !." balas Ashalina .
"Baby ! lihat tuh !, kamu beruntung hari ini Baby , bisa melihat rombongan ikan lumba lumba lewat ."
Ashalina langsung membalik tubuhnya , wajahnya berbinar senang . Melihat rombongan ikan lumba lumba itu melompat lompat bergantian .
"Kakak ! , suruh kapalnya berhenti sebentar Kak !" pintanya konyol .
"Mana bisa sayang ! , ini bukan kapal kita ." di acak acaknya ujung kepala Ashalina , gemas .
"Hei Asha ! , suruh suamimu buatin kapal untukmu, dia 'kan punya pabrik kapal ." ujar Yudhi dari sudut pagar kapal .
"Gak usah ngomporin deh Yud !" Mr Ze mencebikkan bibirnya , kesal .
"Kak buatin Acha kapal ya !"
"Mulai kumat lagi !" batin Mr Ze .
Tiba tiba..Buyyarrrr....!
Tiba tiba datang ombak laut agak besar , karna ada kapal datang dari arah berlawanan . Sampai air laut masuk ke teras kapal , mengenai Yudhi dan tika , membuat baju mereka basah .
"Hahahaha.....!" tawa Mr Ze pecah seketika .
"Dasar Mr Ze sialan !" umpat Yudhi , karna Mr Ze menertawakan kesialannya dengan Tika .
"Apa kamu kedinginan Bebeb ?" Yudhi mengeluarkan jaket dari dalam tasnya , kemudian di pakaikannya ke tubuh Tika . Lalu di peluknya erat tubuh wanita yang dicintainya itu .
"Yud !"
"Apa Bebeb ?"
"Kapan kamu akan menikahi aku ?, jika Salma jadi menikah , berarti aku akan dilangkahi ." Tika menundukkan kepalanya .
"Aku akan menikahimu secepatnya , tapi jangan minta mahar banyak banyak ,Aku gak ada duit " jawab Yudhi .
Tika memanyunkan bibirnya " cuma 25 gram emas kok , sesuai usiaku !" jawab Tika .
"Berapa duit itu ?"
"Kalikan saja satu juta di kali 25 " jawab Tika .
"Tapi gak apa apa 'kan setelah menikah kita tinggal di kontrakan kamar dulu ?. sebelum uang kita cukup untuk membeli rumah " tanya Yudhi lagi .
"Iya tidak apa apa !" Tika menganggukkan kepalanya .
"Aku akan menyuruh orang tuaku ke kampungmu untuk melamarmu" ucap Yudhi .
__ADS_1
"Emang kamu tau dimana kampungku ?"
"Kasih tau dong Bebeb Tika sayang..!" Yudhi menarik hidung Tika , gemas .
"Sakit Yudhi !" keluh Tika , di usap usapnya ujung hidungnya .
Yudhi tersenyum , disingkirkannya tangan Tika dari hidungnya , kemudian di kecupnya hidung Tika yang setengah mancung itu .
Setelah taxi yang di tumpangi mereka berhenti di depan rumah mereka . Mr Ze , Ashalina dan Momy Jeni pun langsung turun .
"Kakak !, gendong Acha !, kaki Acha pegal " ucap Ashalina manja .
"Baiklah ratuku !"
Mr Ze langsung mengangkat tubuh Ashalina , menggendongnya berjalan masuk ke dalam rumah .
"Kakak ! , kita makan apa malam ini ?, Acha sudah gak kuat untuk masak ."
"Kamu pengen makan apa Baby ?" tanya balik Mr Ze .
"Pengen makan Kakak !" jawab Ashalina pelan, tersenyum , mengedipkan sebelah matanya .
"Jangan salahkan kakak ya !, kalau besok kamu tidak bisa jalan . Kamu yang menggoda kakak , kakak akan habisin kamu malam ini !."
"Aku sangat suka itu !" balas Ashalina . Digigitnya buah dada Mr Ze dari luar baju . Dan satu tangannya meremas yang sebelahnya lagi .
"Apa kamu sudah tidak sabar Baby ?. Buka pintunya , kakak akan segera memakanmu sekarang juga."
Ashalina pun memutar knop pintu kamar mereka , Mr Ze mendorongnya dengan lutut sampai pintunya terbuka . Melangkah masuk ke dalam kamar , kemudian menutup pintu dengan menggunakan kaki .
"Kunci Baby !" suruh Mr Ze .
Ashalina langsung mengunci pintu kamar mereka rapat rapat .
Mr Ze langsung menyambar bibir Ashalina tanpa menurunkannya dari gendongannya . berjalan ke arah tempat tidur tanpa melepas pagutannya . Meletakkan Ashalina dengan hati hati di atas tempat tidur , setelah meletakkan tas Ashalina di atas meja nakas , Mr Ze langsung merangkak di atas tubuh kuda poni yang selalau menggoyahkan imannya itu .
"Oh ! kakak ! , aku sangat suka cumbuanmu , tapi tolong lepas dulu sendalku ."
Mr Ze langsung menghentikan gerakan bibirnya menciumi leher Ashalina .
"Dasar sendal sialan !" umpat Mr Ze , turun dari atas tubuh Ashalina , untuk membuka highheel yang melekat di kaki Ashalina .
Ashalina terkekeh " Kakak saja yang tidak sabaran."
"Sudah tiga hari belalai kakak tidak menyemprotkan ingusnya Baby ! . Sudah banyak kecebong kakak yang mendesak ingin di lepas ." balas Mr Ze ." tadi malam juga Baby tidurnya cepat banget, padahal kakak ingin memanjakan belalai kakak ." ucapnya lagi .
"Ya sudah ! , sekarang Acha ganti tiga ronde !" ucap Ashalina .
"Maunya kamu Baby !"
Mr Ze sudah melorotkan celana Ashalina sampai lepas dari kakinya , kemudian menyingkap dres Ashalina ke atas . Kemudian langsung memanjakan gua hantu Ashalina dengan cara yang berbeda , membuat Ashalina langsung mendesah pasrah menikmati .
__ADS_1
Melihat Ashalina lemas setelah mencapai kenikmatan , Mr Ze menghentikan kegiatanya . Mr Ze tersenyum karna berhasil membuat Ashalina mabuk tanpa minum .
"Sayang ! sekarang giliran kakak ."