21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 78


__ADS_3

Di Rumah Sakit


"Dek ! katakan sesuatu sama Abang ! , jangan mendiamkan Abang Dek !"


"Salma ngantuk Bang !, Salma sudah ingin tidur !" balas Salma .


"Katakan kamu ridho dengan pernikahan kita !, biar hati Abang merasa lega !." ucap Rico lagi .


"Salma ridho Bang !" ucap Salma pelan ,


Rico langsun membalik tubuh Salma , menaik merangkak di atas tubuh Salma , membuat wajah Salma menjadi merah merona . Rico menangkupkan tangannya di kedua sisi wajah Salma , dan langsung menghujani seluruh wajah Salma dengan ciuman air matanya berderai ,menangis bahagia . Terakhir Rico menempelkan keningnya di kening Salma , sampai hidung mancungnya menyentuh hidung salma yang mancungnya tidak seberapa di banding hidungnya .


"Abang sangat mencintaimu Salma , sekarang Abang sudah memiliki keluarga , Abang sudah tidak hidup sendiri lagi ! , Abang janji tidak menyakitimu lagi , Abang janji akan berusaha membahagiakanmu ! , Sekarang Abang sudah memiliki tujuan hidup , yaitu kamu Salma !."


"Bang !"


"Iya sayang !"


"Tubuh Abang berat !" ucap Salma .


"Maaf !, Abang terlalu bahagia , tapi sepertinya Adek Salma mulai sekarang harus terbiasa menahan berat badan Abang !" balas Rico . Di ciumnya kening Salma sekali lagi , kemudian turun dari atas tubuh Salma , kembali berbaring di samping Salma .Menarik Salma ke dalam pelukannya , di peluknya dengan erat , satu kakinya pun ia lingkarkan ke kaki Salma , mengunci pergerakan Salma , seperti takut Salma akan kabur .


"Bang ! peluknya jangan terlalu kencang , Salma gak bisa napas !"


"Maaf !"Rico pun melonggarkan sedikit pelukannya . Di cium ciumnya pipi Salma dari samping .


"Bang !" panggil Salma


"Apa Dek !"


"Maafin Ibuku ! , sudah menghilangkan calon anak kita !" ucap Salma , pandangannya meneduh .


"Wajar Ibu marah , Semua berawal dari kesalah Abang juga . Jika Dek salma bisa memaafkan kesalahan Abang , kenapa Abang tidak bisa memaafkan kesalahan Ibu !" balas Rico ."Nanti kalo Dek Salma sudah sehat , kita buat lagi junior kita" bisik Rico di telinga Salma .


Blussh..., wajah Salma langsung merah seperti kepiting rebus . Salma pun mengalihkan pandangannya ke arah lain .


Rico mengembangkan senyumnya , Melihat Salam malu . Rico mengulurkan tangannya ke dagu Salma , menarik wajah Salma pelan agar menghadapnya . Salma yang malu pun menundukkan pandangannya , tidak berani melihat wajah Rico .


"Lihat Abang Dek !"


Salma menggigit bibir bagian bawahnya ."Malu Bang !" ucap Salma , terdengar seperti bisikan hampir tak terdengar ,Membuat Rico cekikikan .


"Kenapa malu melihat muka Abang ? Hm..!"

__ADS_1


Salma diam tidak menjawab , netranya masih setia menunduk , Kemudian Salma menggeleng kan kepalanya pelan .


Perlahan tangan Rico mengangkat dagu Salma , mendongakkan kepala Salma ke wajahnya . Di kecupnya bibir Salma kilas , membuat Salma terlonjak kaget . refleks Salma mengarahkan tatapannya melihat dua bola mata yang berwarna coklat milik Rico .


"Abang tau , Salma tidak mencintai Abang . Tapi Abang akan sabar menunggu cinta Dek Salma untuk Abang !" ucap Rico , membalas tatapan Salma , yang menatapnya dengan mata tak berkedip.


Hening ! , tidak ada yang bicara , pasangan suami istri baru yang memiliki sifat sama sama tidak banyak bicara itu pun , hanya diam saling memandang , sehingga akhirnya Rico lah yang mengalah .


" Apa kamu ragu dengan cinta Abang ?" tanya Rico lembut , jempol tangannya mengelus elus pipi Salma .


Salma menjawab dengan menggelengkan kepalanya .


Rico menarik kedua sudut bibirnya ke atas , kemudian mendaratkan ciumannya lagi di kening Salma , agak lama . Lalu dipindahkannya kepala Salma ke atas lengannya .


Nyaman ! , itu yang dirasakan Salma .


Rico pun mengambil satu tangan Salma , dilingkarkannya kepinggangnya , supaya Salma memeluknya . Satu kecupan lagi ia daratkan di ujung kepala Salma yang terbalut hijab .


"Tidurlah !"ucap Rico , tangannya mengusap usap kepala Salma dari belakang , sampai Salma benar benar tertidur .


"Gadis kecilku !" ucap Rico pelan , tersenyum , Rico tidak menyangka ia akan jatuh cinta kepada gadis yang bisa dibilang masih remaja . Selama ini Rico tidak tau apa itu yang namamya jatuh cinta , bahkan ia tidak percaya dengan namanya cinta . Tapi semenjak melihat Salma untuk pertama kali , Rico benar benar jatuh cinta ,melihat seyum Salma yang begitu manis dan terlihat tulus . Mampu menggetarkan hatinya , membuat detak jantungnya berpacu lebih kencang .


Satu jam saja kutelah bisa


Itulah yang dirasakan Rico saat pertemuan pertama dengan gadis kecil kesayangannya , Salma . Sekarang Rico sudah tau , cinta itu benar ada , tempatnya di dalam hati , bukan di awang awang . Rico pun memejamkan matanya , mentusul Salma ke alam mimpi , semoga esok pagi tiba , menikahi Salma bukanlah mimpi , hanya sebatas bunga tidur .


Esok Harinya


Salma mengerjabkan matanya , terbangun karna ia merasa tidurnya sudah puas . Di putarnya pandangannya kesekeliling ruangan , tidak ada orang .


"Apa semalam aku hanya bermimpi sudah menikah ?, Aku tidur di dalam pelukan Bang Rico !. Rasanya seperti nyata , kenapa aku jadi sedih ?, bukankah aku belum mencintai Bang Rico ?, atau itu artinya aku sudah mulai mencintainya ?. Kamu sudah gila Salma !, kamu bisa mencintai laki laki yang baru kamu kenal , apa lagi laki laki itu sudah mengambil kesucianmu dengan paksa ! "batin Salma .


Salma mengarahkan pandangannya ke arah jam yang menempel di dinding .Ternyata sudah menunjukkan jam sepuluh pagi .


"Ya ampun !, sudah jam sepuluh !" batin Salma lagi . Ia tidak pernah bangun sesiang itu . Salma pun mendudukkan tubuhnya , menurunkan kedua kakinya , belum sempat sampai di lantai .


Tiba tiba pintu terbuka , Salma langsung mengalihkan tatapannya ke arah pintu , melihat siapa yang datang .


"Sudah bangun Dek ?" Rico mengembangkan senyumnya , berjalan mendekati Salma , langsung di ciumnya kening gadisnya itu .


Salma diam mengernyitkan keningnya " Apa aku sudah benar menikah dengan Bang Rico ?" tanya Salma dalam hati .


"Kenapa ? Hm..!"

__ADS_1


Salma mengalihkan tatapannya ke wajah Rico , seperti meminta penjelasan .


"Kenapa ? Hm..!" tanya Rico lagi lembut , di kecupnya lagi pipi Salma .


"Bang ! , apa tadi malam kita menikah ?" Salma malu , ia pun menundukkan kepalanya dengan wajah memerah , salah tingkah .


Riko tersenyum , gemas melihat gadis kecil di depannya ."Apa Adek lupa ?" tanyanya , di usapnya kepala Salma .


"Salma pikir ! mimpi !" gumam Salma .


Kini Rico mengecup bibir Salma " Itu kenyataan sayang ! , bukan mimpi !."


"Abang dari mana ?" tanya Salma


"Mengurus administrasi pengobatan Adek !, tadi kata Dokter ! Adek Salma sudah boleh pulang . Sekarang ayo bersiap, biar kita pulang !." jawab Rico .


Salma pun tersenyum tipis , lalu menganggukkan kepalanya .


"Salma mau ke kamar mandi Bang !" Salma menurunkan kakinya kelantai . Rico langsung mengangkatnya dengan satu tangan dengan posisi Salma berdiri , satu tangannya lagi mengangkat tiang infus Salma , membawanya ke dalam kamar mandi .


Tubuh Salma yang hanya memiliki berat 42 kilo , tidak sulit bagi Rico mengangkat Salma dengan satu tangannya .


"Salma bisa sendiri Bang !"


Salma malu , jika Rico harus membantunya dalam urusan kamar mandi . terlebih mereka belum dekat , salma belum terbiasa . bukan ! Salma belum pernah seintim itu dengan pria mana pun .


"Biarkan Abang melayanimu !"


Salma pasrah , meski ia menahan rasa malu . Rico , pria raksasanya itu tidak terbantahkan , meski baik dan lembut , tapi keras kepala .


Selesai urusan Salma di kamar mandi , Rico pun mengangkat tubuh Salma dan tiang infusnya keluar kamar mandi , membawa Salma kembali ke tempat tidur rumah sakit , mendudukkan Salma di pinggir tempat tidur .


"Baju siapa ini Bang ?" tanya Salma , melihat baju yang di pakaikan Rico ke tubuhnya , bukanlah baju miliknya .


"Itu Abang yang bawa dari Singapur semalam , tapi tertinggal di mobil Mr Ze . Tadi pagi Nona Ashalin mengirimkannya lewat ojek online" jawab Rico . Tangannya sibuk merapikan rambut Salma yang panjangnya sampai sepinggang .


"Yang dikasih Abang kemarin aja belum Salma pake Bang !. Abang sudah beliin Salma baju lagi" ucap Salma .


"Gak apa apa !, simpan aja . ada saatnya nanti Dek Salma memakainya " balas Rico .


Selesai merapikan rambut Salma , Rico pun memakaikan jilbab ke kepala Salma .


"Abang bisa rapiin rambut Salma ?" Salma heran , ia tidak menyangka Rico bisa mengikat dan menyanggul rambut panjangnya dengan rapi .

__ADS_1


"Dulu waktu Abang tinggal di Panti Asuhan , Abang biasa melakukannya kepada Adik Adik Abang di Panti " jawab Rico , paham maksud pertanyaan Salma .


__ADS_2